<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917</id><updated>2012-01-16T19:35:24.245-08:00</updated><title type='text'>Arsitek Peradaban</title><subtitle type='html'>Menuju Masyarakat Madani yang Cerdas Islami</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>114</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-2001920327965373824</id><published>2010-08-25T00:42:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T22:50:21.053-07:00</updated><title type='text'>Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="main" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nOgf2NCoMHw/TeXSun_yMxI/AAAAAAAAAPk/COvixJ5VCuY/s1600/b.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://4.bp.blogspot.com/-nOgf2NCoMHw/TeXSun_yMxI/AAAAAAAAAPk/COvixJ5VCuY/s200/b.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Segala pujian hanya milik Allah, shalawat  dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada  keluarganya, dan para sahabat seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan metode ini adalah seseorang akan memperoleh kekuatan dan  kemapanan hafalan serta dia akan cepat dalam menghafal sehingga dalam  waktu yang singkat dia akan segera mengkhatamkan Al-Quran. Berikut kami  akan paparkan metodenya beserta pencontohan dalam menghafal surah  Al-Jumuah:&lt;br /&gt;1. Bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;2. Bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;3. Bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;4. Bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali&lt;br /&gt;5. Keempat ayat di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;6. Bacalah ayat kelima sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;7. Bacalah ayat keenam sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;8. Bacalah ayat ketujuh sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;9. Bacalah ayat kedelapan sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;10. Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.&lt;br /&gt;11. Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.&lt;br /&gt;Demikian seterusnya pada setiap surah hingga selesai menghafal  seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan sampai kamu menghafal dalam sehari  lebih dari seperdelapan juz, karena itu akan menyebabkan hafalanmu  bertambah berat sehingga kamu tidak bisa menghafalnya.&lt;br /&gt;JIKA AKU INGIN MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA, BAGAIMANA CARANYA?&lt;br /&gt;Jika kamu ingin menambah hafalan baru (halaman selanjutnya) pada hari  berikutnya, maka sebelum kamu menambah dengan hafalan baru dengan  metode yang aku sebutkan di atas, maka anda harus membaca hafalan lama  (halaman sebelumnya) dari ayat pertama hingga ayat terakhir (muraja’ah)  sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat sebelumnya tetap kokoh dan kuat  dalam ingatanmu. Kemudian setelah mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu  bisa memulai hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas.&lt;br /&gt;BAGAIMANA CARANYA AKU MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG (MURAJA’AH) DENGAN MENAMBAH HAFALAN BARU?&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali kamu menambah hafalan Al-Qur`an tanpa mengulang  hafalan yang sudah ada sebelumya. Hal itu karena jika kamu hanya  terus-menerus melanjutkan menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi tanpa  mengulanginya terlebih dahulu, lantas setelah khatam kamu baru mau  mengulanginya dari awal, maka secara tidak disadari kamu telah banyak  kehilangan hafalan yang pernah dihafal. Oleh karena itu metode yang  paling tepat dalam menghafal adalah dengan menggabungkan antara murajaah  (mengulang) dan menambah hafalan baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi  tiga bagian,yang mana satu bagian berisi 10 juz. Jika dalam sehari kamu  telah menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman  yang telah dihafal sebelumnya hingga kamu menyelesaikan 10 juz. Jika  kamu telah berhasil menyelesaikan 10 juz maka berhentilah menghafal  selama satu bulan penuh dan isi dengan mengulang apa yang telah dihafal,  dengan cara setiap hari kamu mengulangi (meraja’ah) sebanyak 8 halaman.&lt;br /&gt;Setelah selesai satu bulan kamu mengulangi hafalan, sekarang mulailah  kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar  tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman  hingga kamu bisa menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu telah menghafal  20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulangi  hafalan 20 juz, dimana setiap hari kamu harus mengulang (meraja’ah)  sebanyak 8 halaman. Jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah  kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar  tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman  hingga kamu bisa menyelesaikan seluruh Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Jika anda telah selesai menghafal semua isi Al-Qur`an, maka ulangilah  10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan, dimana setiap  harinya kamu mengulang setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10 juz  berikutnya, juga diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh  juz pertama setiap harinya. Kemudian pindahlah untuk mengulang 10 juz  terakhir dari Al-Qur`an selama sebulan, dimana setiap harinya mengulang  setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari  10 juz kedua.&lt;br /&gt;BAGAIMANA CARA MERAJA’AH AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH AKU MENYELESAIKAN METODE MURAJA’AH DI ATAS?&lt;br /&gt;Mulailah mengulangi Al-Qur’an secara keseluruhan dengan cara setiap  harinya mengulang 2 juz, dengan mengulanginya 3 kali dalam sehari.  Dengan demikian maka kamu akan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sekali  setiap dua minggu.&lt;br /&gt;Dengan metode seperti ini maka dalam jangka satu tahun (insya Allah)  kamu telah mutqin (kokoh) dalam menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara  ini selama satu tahun penuh.&lt;br /&gt;APA YANG AKU LAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-QUR’AN SELAMA SATU TAHUN?&lt;br /&gt;Setelah menguasai hafalan dan mengulangInya dengan itqan (mantap)  selama satu tahun, hendaknya bacaan Al-Qur’an yang kamu baca setiap hari  hingga akhir hayatmu adalah bacaan yang dilakukan oleh Nabi  -shallallahu alaihi wasallam- semasa hidup beliau. Beliau membagi isi  Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana setiap harinya beliau membaca  satu bagian tersebut), sehingga beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sekali  dalam sepekan.&lt;br /&gt;Aus bin Huzaifah -rahimahullah- berkata: Aku bertanya kepada para  sahabat Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana caranya  kalian membagi Al-Qur`an untuk dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:&lt;br /&gt;نُحَزِّبُهُ ثَلَاثَ سُوَرٍ وَخَمْسَ سُوَرٍ وَسَبْعَ سُوَرٍ وَتِسْعَ  سُوَرٍ وَإِحْدَى عَشْرَةَ سُورَةً وَثَلَاثَ عَشْرَةَ سُورَةً وَحِزْبَ  الْمُفَصَّلِ مِنْ قَافْ حَتَّى يُخْتَمَ&lt;br /&gt;“Kami membaginya menjadi (tujuh bagian yakni): Tiga surat, lima surat,  tujuh surat, sembilan surat, sebelas surat, tiga belas surat, dan hizb  al-mufashshal yaitu dari surat Qaf sampai akhir (mushaf).” (HR. Ahmad  no. 15578).&lt;br /&gt;Maksudnya:&lt;br /&gt;-Hari pertama: Mereka membaca surat “al-fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”.&lt;br /&gt;-Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga akhir surat “at-taubah”.&lt;br /&gt;-Hari ketiga: Dari surat “Yunus” hingga akhir surat “an-nahl”.&lt;br /&gt;-Hari keempat: Dari surat “al-isra” hingga akhir surat “al-furqan”.&lt;br /&gt;-Hari kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga akhir surat “Yasin”.&lt;br /&gt;-Hari keenam: Dari surat “ash-shaffat” hingga akhir surat “al-hujurat”.&lt;br /&gt;-Hari ketujuh: Dari surat “qaaf” hingga akhir surat “an-nas”.&lt;br /&gt;Para ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi -shallallahu alaihi  wasallam- ini menjadi kata: ”فَمِي بِشَوْقٍ“. Setiap huruf yang tersebut  menjadi simbol dari awal surat yang dibaca oleh Nabi -shallallahu  alaihi wasallam- pada setiap harinya. Maka:&lt;br /&gt;- Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-fatihah”. Maksudnya bacaan  Al-Qur`an beliau di hari pertama dimulai dari surah al-fatihah.&lt;br /&gt;- Huruf “mim” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua dimulai dari surah al-maidah.&lt;br /&gt;- Huruf “ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketiga dimulai dari surah Yunus.&lt;br /&gt;- Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keempat dimulai  dari surah Bani Israil yang juga dinamakan surah al-isra`.&lt;br /&gt;- Huruf “syin” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima dimulai dari surah asy-syu’ara`.&lt;br /&gt;- Huruf “waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keenam dimulai dari surah wash shaffat.&lt;br /&gt;- Huruf “qaaf” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh dimulai dari surah qaf hingga akhir muashaf yaitu surah an-nas.&lt;br /&gt;Adapun pembagian hizib yang ada pada Al-Qur an sekarang, maka itu tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.&lt;br /&gt;BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (AYAT YANG MIRIP) DALAM AL-QUR’AN?&lt;br /&gt;Cara terbaik untuk membedakan antara dua ayat yang kelihatannya  menurut kamu hampir sama (mutasyabih), adalah dengan cara membuka mushaf  dan carilah kedua ayat tersebut. Lalu carilah perbedaan antara kedua  ayat tersebut, cermatilah perbedaan tersebut, kemudian buatlah  tanda/catatan (di dalam hatimu) yang bisa kamu jadikan sebagai tanda  untuk membedakan antara keduanya. Kemudian, ketika kamu melakukan  murajaah hafalan, maka perhatikanlah perbedaan tersebut secara  berulang-ulang sampai kamu mutqin dalam mengingat perbedaan antara  keduanya.&lt;br /&gt;BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN:&lt;br /&gt;1- Kamu harus menghafal melalui bantuan seorang guru yang bisa membenarkan bacaanmu jika salah.&lt;br /&gt;2- Hafalkanlah 2 halaman setiap hari: 1 halaman setelah subuh dan 1  halaman setelah ashar atau maghrib. Dengan metode seperti ini (insya  Allah) kamu akan bisa menghafal Al-Qur`an secara mutqin dalam kurun  waktu satu tahun. Tetapi jika kamu memperbanyak kapasitas hafalan setiap  harinya maka kemampuan menghafalmu akan melemah.&lt;br /&gt;3- Menghafallah mulai dari surat an-nas hingga surat al-baqarah karena  hal itu lebih mudah. Tapi setelah kamu menghafal Al-Qur`an maka urutan  meraja’ahmu dimulai dari Al-Baqarah sampai An-Nas.&lt;br /&gt;4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf saja (baik dalam  cetakan maupun bentuknya), karena hal itu sangat membantu dalam  menguatkan hafalan dan agar lebih cepat mengingat letak-letak ayatnya,  ayat apa yang ada di akhir halaman ini dan ayat apa yang ada di awal  halaman sebelahnya.&lt;br /&gt;5- Setiap orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2 tahun pertama biasanya  apa yang telah dia hafal masih mudah hilang, dan masa ini disebut fase  at-tajmi’ (pengumpulan hafalan). Karenanya janganlah kamu bersedih  karena ada sebagian hafalanmu yang kamu lupa atau kamu banyak keliru  dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit sebagai ujian bagimu, dan ini  adalah fase rentan yang bisa menjadi pintu masuknya setan untuk  menghentikan kamu dari menghafal Al-Qur`an. Tolaklah was-was tersebut  dari dalam hatimu dan teruslah menghafal, karena dia (menghafal  Al-Qur`an) merupakan perbendaharaan harta yang tidak diberikan kepada  sembarang orang.&lt;br /&gt;[Oleh: Asy-Syaikh Dr. Abdul Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan khathib di Masjid Nabawi]&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://al-atsariyyah.com/?p=1550"&gt;http://al-atsariyyah.com/?p=1550&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-2001920327965373824?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/2001920327965373824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/08/cara-termudah-menghafal-al-quran-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/2001920327965373824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/2001920327965373824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/08/cara-termudah-menghafal-al-quran-al.html' title='Cara Termudah Menghafal Al-Qur`an'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-nOgf2NCoMHw/TeXSun_yMxI/AAAAAAAAAPk/COvixJ5VCuY/s72-c/b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-7752862332301396660</id><published>2010-05-05T04:28:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T04:28:27.021-07:00</updated><title type='text'>Bila Al’Quran bisa bicara…</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://variesta.files.wordpress.com/2010/01/23322-al-quran.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="218" src="http://variesta.files.wordpress.com/2010/01/23322-al-quran.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku.&lt;br /&gt;Dengan wudu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci.&lt;br /&gt;Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari.&lt;br /&gt;Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari&lt;br /&gt;Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesraaaaa sekali !!.&lt;br /&gt;Sekarang engkau telah dewasa… !&lt;br /&gt;Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…&lt;br /&gt;Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…&lt;br /&gt;Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu.&lt;br /&gt;Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja? ?&lt;br /&gt;Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya.&lt;br /&gt;Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu&lt;br /&gt;Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa.&lt;br /&gt;Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan.&lt;br /&gt;Kini … aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian.&lt;br /&gt;Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.&lt;br /&gt;Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman.&lt;br /&gt;Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..&lt;br /&gt;Sekarang… pagi-pagi sambil minum kopi…engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV.&lt;br /&gt;Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia.&lt;br /&gt;Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.&lt;br /&gt;Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan… !!!&lt;br /&gt;Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah)&lt;br /&gt;Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi&lt;br /&gt;Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat padaku di laci mobilmu.&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu.&lt;br /&gt;Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku.&lt;br /&gt;Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja.&lt;br /&gt;Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu.&lt;br /&gt;Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun.&lt;br /&gt;E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kadang kau abaikan&lt;br /&gt;Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.&lt;br /&gt;Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku ….&lt;br /&gt;Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV.&lt;br /&gt;Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga.&lt;br /&gt;Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk.&lt;br /&gt;Hanya sekedar membaca berita dan gambar sampah.&lt;br /&gt;Waktupun cepat berlalu…aku menjadi semakin kusam dalam lemari.&lt;br /&gt;Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu.&lt;br /&gt;Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali.&lt;br /&gt;Itupun hanya beberapa lembar dariku.&lt;br /&gt;Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu.&lt;br /&gt;Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.&lt;br /&gt;Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan?&lt;br /&gt;Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba.&lt;br /&gt;Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya.&lt;br /&gt;Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.&lt;br /&gt;Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…&lt;br /&gt;Setiap saat berlalu… kuranglah jatah umurmu…&lt;br /&gt;Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..&lt;br /&gt;Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu&lt;br /&gt;Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.!!!&lt;br /&gt;Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati…&lt;br /&gt;Di kuburmu nanti….&lt;br /&gt;Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan.&lt;br /&gt;Yang akan membantu engkau membela diri.&lt;br /&gt;Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu.&lt;br /&gt;Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu.&lt;br /&gt;Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.&lt;br /&gt;Peganglah aku lagi …. bacalah kembali aku setiap hari.&lt;br /&gt;Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci.&lt;br /&gt;Yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.&lt;br /&gt;Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inspiring from http://evans86.cybermq.com/post/detail/11370/bila-al’quran-bisa-bicara…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-7752862332301396660?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/7752862332301396660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/05/bila-alquran-bisa-bicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7752862332301396660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7752862332301396660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/05/bila-alquran-bisa-bicara.html' title='Bila Al’Quran bisa bicara…'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-36291810845469965</id><published>2010-03-26T08:17:00.001-07:00</published><updated>2011-05-31T23:00:30.342-07:00</updated><title type='text'>Jaga Pandangan Yuk !!!</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-w66mz0TnEBY/TeXUyT9KbkI/AAAAAAAAAPo/ZTdvnHJ8E6w/s1600/p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-w66mz0TnEBY/TeXUyT9KbkI/AAAAAAAAAPo/ZTdvnHJ8E6w/s200/p.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Akibat Negatif Memandang yang Haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rusaknya hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan yang haram dapat mematikan hati seperti anak panah mematikan seseorang atau minimal melukainya. Seorang penyair berkata:لِقَلْبِكَ يَوْمًا أَتْعَبَتْكَ الْمَنَاظِرُ وَكُنْتَ إِذَا أَرْسَلْتَ طَرْفَكَ رَائِدًا&lt;br /&gt;عَلَيْهِ وَلاَ عَنْ بَعْضِهِ أَنْتَ صَابِرُ رَأَيْتَ الَّذِي لاَ كُلَّهُ أَنْتَ قَادِرٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau ingin puaskan hatimu dengan mengumbar pandanganmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat pandangan itu pasti kan menyusahkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau tak kan tahan melihat semuanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan terhadap sebagiannya pun kesabaranmu tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seperti percikan api yang membakar daun atau ranting kering lalu membesar dan membakar semuanya:وَمُعْظَمُ النَّارِ مِنْ مُسْتَصْغَرِ الشَّرَرِ كُلُّ الحَوَادِثِ مَبْدَؤُهَا النَّظَرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala peristiwa bermula dari pandangan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan api yang besar itu berasal dari percikan api yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terancam jatuh kepada zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata bahwa pandangan mata yang haram akan melahirkan lintasan pikiran, lintasan pikiran melahirkan ide, sedangkan ide memunculkan nafsu, lalu nafsu melahirkan kehendak, kemudian kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang kuat dan biasanya diwujudkan dalam amal perbuatan (zina). Penyair berkata:فَكَلاَمٌ فَمَوْعِدٌ فَلِقَاءُ نَظْرَةٌ فَابْتِسَامَةٌ فَسَلاَمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari pandangan, senyuman, lalu salam,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bercakap-cakap, membuat janji, akhirnya bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lupa ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam suatu kisah, Imam Syafi’i -seorang penghafal qur’an termuda, pernah hilang 40 hafalan haditsnya, cuma gara-gara secara tidak sengaja melihat betis wanita yang bukan muhrimnya.&lt;br /&gt;gurunya imam Syafi’i pernah mengatakan kepada Imam Syafi’i, Ilmu itu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang selalu bermaksiat.&lt;br /&gt;Obat mujarab dari sang guru adalah meninggalkan perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Turunnya bala’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amr bin Murrah berkata: “Aku pernah memandang seorang perempuan yang membuatku terpesona, kemudian mataku menjadi buta. Ku harap itu menjadi kafarat penghapus dosaku.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Merusak sebagian amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah ra berkata: “Barangsiapa membayangkan bentuk tubuh perempuan di balik bajunya berarti ia telah membatalkan puasanya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menambah lalai terhadap Allah swt dan hari akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Rendahnya mata yang memandang yang haram dalam pandangan syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: ((لَوِ اطَّلَعَ أَحَدٌ فِي بَيْتِكَ وَلَمْ تَأْذَنْ لَهُ، فَخَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ، مَا كَانَ عَلَيْكَ جُنَاحٌ)) (متفق عليه).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Jika seseorang melongok ke dalam rumahmu tanpa izinmu, lalu kau sambit dengan kerikil hingga buta matanya, tak ada dosa bagimu karenanya.” (Muttafaq ‘alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Menahan Pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara manfaat menahan pandangan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membebaskan hati dari pedihnya penyesalan, karena barangsiapa yang mengumbar pandangannya maka penyesalannya akan berlangsung lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hati yang bercahaya dan terpancar pada tubuh terutama mata dan wajah, begitu pula sebaliknya jika seseorang mengumbar pandangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Terbukanya pintu ilmu dan faktor-faktor untuk menguasainya karena hati yang bercahaya dan penuh konsentrasi. Imam Syafi’i berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;شَكَوْتُ إِلَى وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِي            فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي&lt;br /&gt;وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ العِـلْمَ نُـوْرٌ وَنُوْرُ اللهِ لاَ يُهْـدَي لِعَاصِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuadukan kepada Waki’, guruku, tentang buruknya hafalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arahannya: “Tinggalkanlah maksiat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitahukannya bahwa ilmu itu cahaya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mempertajam firasat dan prediksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syuja’ Al-Karmani berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ عَمَرَ ظَاهِرَهُ بِاتِّبَاعِ السُّنَّةِ، وَبَاطِنَهُ بِدَوَامِ الْمُرَاقَبَةِ، وَغَضَّ بَصَرَهُ عَنِ الْمَحَارِمِ، وَكَفَّ نَفْسَهُ عَنِ الشَّهَوَاتِ، وَأَكَلَ مِنَ الْحَلاَلِ- لَمْ تُخْطِئْ فِرَاسَتُهُ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang menyuburkan lahiriyahnya dengan mengikuti sunnah, menghiasi batinnya dengan muraqabah, Menundukkan Pandangannya dari yang haram, menahan dirinya dari syahwat, dan memakan yang halal maka firasatnya tidak akan salah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menjadi salah satu penyebab datangnya mahabbatullah (cinta Allah swt).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan bin Mujahid berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;غَضُّ البَصَرِ عَنْ مَحَارِمِ اللهِ يُوْرِثُ حُبَّ اللهِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menahan pandangan dari apa yang diharamkan Allah swt akan mewarisi cinta Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor Penyebab Mampu Menahan Pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara faktor yang membuat seseorang mampu menahan pandangannya adalah:&lt;br /&gt;Hadirnya pengawasan Allah dan rasa takut akan siksa-Nya di dalam hati.&lt;br /&gt;Menjauhkan diri dari semua penyebab mengumbar pandangan seperti yang telah disebutkan.&lt;br /&gt;Meyakini semua bahaya mengumbar pandangan seperti yang telah disebutkan.&lt;br /&gt;Meyakini manfaat menahan pandangan.&lt;br /&gt;Melaksanakan pesan Rasulullah saw untuk segera memalingkan pandangan ketika melihat yang haram.&lt;br /&gt;Memperbanyak puasa.&lt;br /&gt;Menyalurkan keinginan melalui jalan yang halal (pernikahan).&lt;br /&gt;Bergaul dengan orang-orang shalih dan menjauhkan diri dari persahabatan akrab dengan orang-orang yang rusak akhlaqnya.&lt;br /&gt;Selalu merasa takut dengan su’ul khatimah ketika meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.dakwatuna.com/2010/ghadh-dhul-bashar-menahan-pandangan-bagian-ke-2/&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-36291810845469965?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/36291810845469965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/03/jaga-pandangan-yuk.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/36291810845469965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/36291810845469965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/03/jaga-pandangan-yuk.html' title='Jaga Pandangan Yuk !!!'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-w66mz0TnEBY/TeXUyT9KbkI/AAAAAAAAAPo/ZTdvnHJ8E6w/s72-c/p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-1814393974775262138</id><published>2010-03-08T04:25:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T04:25:18.287-08:00</updated><title type='text'>Dari Ta'aruf Menikah sampai Strategi Dakwah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5446237819774739506" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S5TscRH4pDI/AAAAAAAAAOM/p2e2ZkCcXx4/s200/images.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dapat posting yang bikin tersenyum nih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan tersenyum, pastinya akhwat pun juga tersenyum. Baca aja ya sampai abis, (^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------&lt;br /&gt;"Itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu" (Ali-Imran: 60)&lt;br /&gt;-------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taaruf Unik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ikhwan yang kuliah di semester akhir ber-azzam untuk menyempurnakan separuh dien-nya. Sebagaimana biasa, beliau pun menghubungi ustadnya dan memulai proses dari awal sampai akhirnya tiba saatnya untuk taaruf, yaitu dipertemukan dengan calonnya. Tibalah hari dan jam yang telah ditentukan, dengan semangat seorang aktivis, beliau datang tepat waktu di sebuah tempat yang telah di janjikan ustad. Taaruf pun dimulai, sang akhi duduk disebelah murobby, sementara agak jauh di depannya sang akhwat di temani murobbiyahnya dengan posisi duduk menyamping menjauhi sudut pandangan si ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama berlalu tak ada pembicaraan, sang murobby berbisik pelan pada mad'unya yang malu-malu ini, "Gimana akhi, sudah lihat akhwatnya belum, sudah mantap apa belum?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah Ustad, saya mantap sekali ustad, akhwatnya yang sebelah kiri itu khan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murobbynya kaget, wajahnya berubah agak kemerahan. " Eh.. Gimana antum! yang itu istri saya!"&lt;br /&gt;-------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum Menikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang susah jadi ikhwan bujangan, pasti banyak sindiran dan provokasi yang datang setiap saat untuk segera menyempurnakan separuh dien ini. Apalagi jika ia juga berprofesi sebagai seorang murobbi, maka setiap pertemuan mingguan pasti ada sindiran-sindiran kecil dari para mad'unya yang rata-rata juga belum menikah. Sebenarnya sang murobbi ini nggak enak dan takut juga kalau status bujangannya ini menghalangi anak buahnya untuk segera menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pada suatu kesempatan mingguan, setelah sekian lama para mad'unya menanyakan masalah yang satu itu, sang murobbipun berpesan singkat di hadapan para ikwah di hadapannya, "Ikhwan sekalian, untuk masalah pernikahan.. jangan jadikan status ana sebagai penghalang kalian menikah, cukup jadikan saja saya sebagai contoh atau tauladan..!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ikhwan yang mendengar pun terbengong-bengong keheranan.&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria ( 1 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Akhi muda yang baru lulus S-2 di luar negeri ditanya oleh ustadnya mengenai kriteria akhwat yang diinginkannya. Maka dengan segala idealisme sebagai seorang Ikhwan, mulailah ia mencari-cari kriteria dan menuliskan hampir lebih dari sepuluh kriteria, kemudian menyerahkan pada ustadnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriterianya sangat bermacam-macam dan agak mengada-ada. Dari yang pertama dia harus seorang akhwat, cantik, pendidikan tinggi, Suku Sunda, berkacamata, lulus dengan cumlaude, hafal sekian juz. dan demikian seterusnya. Setelah diproses oleh sang ustad, akhirnya ia diberitahu bahwa tidak ada akhwat yang bisa sesuai dengan 10 syarat tesebut. Kemudian sang Ikhwan mengurangi kriterianya menjadi 9, setelah diproses sekian minggu ternyata hasilnya nihil. Kemudian sang ikhwan mengurangi satu lagi dari kriterianya menjadi delapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah ditunggu sekian lama hasilnya tetap nihil karena terlau ideal kata ustadnya. Dan demikian seterusnya setiap kali gagal sang ikhwan mengurangi satu kriteria. Sampai setelah lewat lebih dari dua tahun sang Ikhwan akhirnya menemukan pasangan hidupnya.Tapi itupun setelah kriterianya tinggal satu!&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria ( 2 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Akhi ditanya sang Murobby tentang kriteria seorang akhwat yang diinginkannya. Setelah beberapa saat berpikir, sang Akhi menjawab dengan malu-malu, "Yang pertama Ustad, dia harus seorang yang cukup cantik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Astaghfirullah Akhi, bukannya Rasulullah menyuruh kita untuk mengutamakan agamanya dulu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang itu sih bukan masalah ustad?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan masalah bagaimana akhi, ada hadist nya lho .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Khan yang namanya akhwat pasti berjilbab gede, berarti semuanya kita anggap sudah punya pemahaman agama yang cukup baik, sekarang tinggal kriteria selanjutnya yaitu yang cantik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Antum bisa aja cari alasan!"&lt;br /&gt;--------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi seorang Ikhwah diinterogarsi oleh murobbinya tentang calon akhwat yang diinginkannya. Ikhwan yang satu ini tampaknya sudah kena blacklist sama murobbinya karena selalu menolak memberi kriteria ketika ditanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhi, ini yang terakhir kalinya, kira-kira seperti apa akhwat yang antum inginkan menjadi pendamping antum dalam berdakwah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah deh ustad, ane nggak banyak minta, yang asal-asalan aja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Murobbi pun bengong dibuatnya, "Asal-asalan bagaimana maksud antum? Antum kan punya hak untuk mengajukan kriteria."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksud ane, asal sholihah, asal cantik, asal kaya, asal hafal Qur'an, asal pintar, dan asal-asalan yang lainnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pantes saja antum nggak nikah-nikah!"&lt;br /&gt;--------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poligami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Akhi baru saja melangsungkan pernikahan dakwahnya dengan seorang akhwat yang sama-sama berjiwa aktivis pula. Minggu-minggu awal pun dilalui dengan penuh ceria, Qiyamul-lail berjamaah, baca Al-Ma'tsurat sama-sama, tabligh akbar bersama bahkan sampai demo dan longmarch pun dilakukan sama-sama. Suatu ketika setelah pulang dari suatu acara seminar bertemakan Poligami, pasangan ini terlibat dalam pembicaraan serius,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana Mi, pendapat Ummi tentang poligami secara umum?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abi, secara umum poligami tidak ada nilai buruknya sebagaimana yang digemborkan banyak orang, bahkan itu merupakan solusi satu-satunya lho."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Solusi bagaimana maksud Ummi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya, coba deh abi lihat, berapa perbandingan jumlah ikhwan dan akhwat, di Jakarta aja lebih dari 1 : 7, kalau semuanya dapat satu-satu, maka bagaimana nasib yang tiga lainnya? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalo Ummi sudah paham, bagaimana kalo kita yang memulai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksud Abi bagaimana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abi mau poligami, tapi yang cariin calonnya ummi saja ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apaa..! abi mau poligami?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya dong, khan Ummi sendiri yang bilang tadi, ingat ini juga sunnah Nabi Muhammad SAW lho.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah ! kalo begitu abi salah menafsirkan Siroh Nabawiyah, khan Rasul berpoligami setelah istri pertamanya Kahdijah ra, meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah! Jadi abi boleh menikah poligami sampai empat pun boleh, asal setelah Ummi, istri pertama Abi ini, meninggal, OK ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini pasti Murobbiyah ya yang ngajari..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri tersenyum manja penuh kemenangan&lt;br /&gt;-----------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa Menikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore di akhir Ramadhan, beberapa orang ikhwah tampak sedang bercengkrama di teras masjid Baitul Hikmah, Cilandak sambil menunggu waktu berbuka puasa. Mereka semua adalah para peserta I'tikaf Ramadhan yang datang dari tempat yang berbeda-beda. Dan mereka kini terlibat pembicaraan serius tentang kegiatan dakwah di kampusnya masing-masing. Beberapa saat kemudian datang seorang Ikhwah dengan tergesa-gesa, membawa suatu kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamualaikum wr wb, Ikhwan semua, antum sudah dengar belum ada fatwa terbaru dari Dewan Syariah, baru keluar pagi tadi lho!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan serempak mereka menjawab, "Waalaikum salam, fatwa terbaru tentang apa akhi ? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentang Menikah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menikah? apa saja isi fatwa tersebut?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Isinya cuma satu pasal tapi penting, bahwa mulai sekarang seorang Ikhwan tidak boleh menikah dengan akhwat satu kampus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ikhwah yang mendengar terkejut, dan saling memberi komentar satu sama yang lain. "Apa alasannya akhi, khan tidak melanggar syar'i?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok bisa begitu, lalu bagaimana sama yang sudah berproses, langsung dibatalkan ya .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ane kira ini untuk kepentingan perluasan dakwah juga .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau ane sih milih sami'na wa atho'na saja.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat terjadi tukar pendapat satu sama lain, akhirnya sang Akhi yang datang bawa kabar tersebut dengan mimik serius menjelaskan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tenang Akhi.., fatwa tersebut memang harus di dukung dan ada dalilnya kok, bukankah Syariah Islam membatasi seorang Ikhwan untuk menikah hanya sampai dengan empat orang akhwat, maka bagaimana mungkin seorang ikhwah mau menikah dengan 'akhwat satu kampus' yang jumlahnya ratusan ..!"&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi Dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalanan kota Jakarta siang itu, seperti biasa, macet. Bus P 4 jurusan BlokM - Pulau Gadung penuh dengan penumpang. Bus itu penuh penumpang, sebagian diantaranya berdiri menggantung lengan. Bus merambat pelan seolah masih menyimpan banyak fasilitas tempat duduk yang kosong. Satu demi satu artis jalanan mulai unjuk gigi. Menghias panas terik mentari dengan lagu-lagu bertemakan sosial dan kemasyarakatan. Kadang di hiasi sindiran ala politikus, tapi kadang dinodai oleh lirik-lirik sendu yang kurang pantas dilantunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang aneh terlihat. Seorang bapak-seperti dari Madura- setengah baya memakai batik, peci, dan sarung -khas pendatang baru- duduk di tepi jendela dengan tenang. Tetapi yang membuat semua penumpang terheran, bapak itu asyik menjulurkan tangannya ke luar jendela. Bukan sekali dua kali, tapi malah terus-terusan tanpa beban. Sementara penumpang lain mulai berteriak memberi peringatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak, Hati-hati.. tangan bapak dimasukkan bisa patah kena mobil nanti," seru seorang ibu yang duduk di sebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak, kemarin ada peristiwa seperti itu. Tangan seorang kakek lepas saat terjulur keluar dan tersangkut pohon di tepi jalan.. hi.. ngeri," seorang lainnya ikut menakut-nakuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kondektur pun tak tinggal diam. Tampaknya kesabarannya sudah menipis, aksen batak pun menambah ketegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bah, ini orang tak tahu di untung, kalo tak lepas itu tangan, matilah kau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sang Bapak tak bergeming sedikitpun. Tangannya masih asyik terjulur dan mengayun-ayun di luar jendela. Sorot matanya yang lugu pun terkesan percaya diri. Seolah ia tahu apa yang dilakukan dan apa akibatnya. Sebenarnya apa yang ada di benak Bapak tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ikhwan yang bergelantung agak jauh dari bapak tersebut segera bereaksi. Setelah mengamati gerak-gerik, sorot mata, dan mimik wajah tersebut, sang akhi ikut memperingatkan sang Bapak. Tapi peringatan ini lain dari seruan-seruan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan santun sang akhi berteriak, "Maaf Pak, kalau tangan bapak nggak di masukkan, nanti sayang lho kalo kena pohon, bisa hancur dan rusak pohonnya. Apalagi kalo kena tiang listrik, wah nanti tiangnya patah seluruh kota bisa padam listriknya Pak. Jadi saya usul dimasukkin saja pak tangannya, biar nggak terjadi kerusakan nantinya.... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar usulan sang akhi tersebut, sang Bapak tampak tersenyum. Ia paham betul dengan peringatan tersebut. Nampaknya ia sepakat dengan sang akhi. Ia tidak ingin pohon-pohon dan tiang itu rusak karena ulah tangannya. Makanya dengan cepat ia tarik tangannya ke dalam bus kembali. Selesai persoalan semua penumpang menjadi lega. Sebagian lain tersenyum sambil berbisik-bisik menduga-duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oooo..ternyata Bapak ini dari tadi percaya diri karena yakin dengan kesaktian tangannya tooo.. Alah-alaaaaaaaah, untung tadi nggak jadi nabrak pohon."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berdakwah, kita juga harus tahu bahasa yang terbaik bagi setiap orang tentu berbeda, sesuai dengan latar belakang objek dakwah masing-masing. Bukan sekedar bahasa dakwah, tapi bahasa dakwah yang terbaik. Akh kita tadi, telah memberi contoh yang sedemikian nyata. Bisakah anda bayangkan jika tangan sakti sang Bapak terbentur sebuah pohon besar?&lt;br /&gt;--------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih mau Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ikhwan yang baru saja menyelesaikan studi S1 nya menghubungi sang Murobby. Apalagi kalau bukan untuk meminta sang ustad mencarikan jodoh terbaik baginya. Tentu saja sang akhi ini tidak sekedar ingin menikah, tapi juga siap menikah. Lho, apa bedanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin menikah bagi seorang akhi cenderung bersifat objektif. Artinya ia menginginkan atau menuntut seorang akhwat -yang akan menjadi istrinya nanti- untuk tampil dengan performance dan sifat yang terbaik, menurutnya. Bisa jadi ia ingin seorang akhwat yang harus cantik, tinggi, pintar masak, cerdas, penyabar dan lain sebagainya. Atau bisa jadi ia menginginkan yang lebih spesifik misalnya seorang dokter, dosen, hafidzah, atau mungkin yang berasal dari suku tertentu. Lebih parah lagi jika 'ingin menikah' di sini berarti : ingin menikahi ukhti A, B atau C. Yang jenis ini bukan berarti tidak boleh. Hanya saja, kurang elegan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan siap menikah? Siap menikah bagi seorang akhi berarti kesiapan dari sisi subjektif dirinya. Artinya, ia akan mengukur kemampuan dirinya untuk memimpin rumahtangga, tanpa banyak terpengaruh faktor siapa yang akan mendampinginya. Dengan bahasa lain, dia punya kesimpulan: "yang penting ana harus siap dan baik dulu, siapapun istri ana dan bagaimanapun dia, toh ana juga yang harus membimbingnya." Yang jenis ini lebih elegan. Artinya siap mental dalam menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kembali ke cerita sang akhi yang selain ingin, juga siap untuk menikah. Sang murobby yang dikonfirmasi pun menyambut permintaan ini dengan semangat. Betapa tidak? Bukankah menjodohkan adalah sebuah amalan mulia. Apalagi yang dijodohkan adalah ikhwan dan akhwat yang masing-masing mempunyai misi dan visi untuk dakwah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dimulailah proyek perjodohan yang indah dan terjaga oleh sang Murobby. Dari mulai tukar biodata sampai ta'aruf belum terlihat ada masalah. Namun ketika sang murobby mengkonfirmasi kesediaan sang akhwat, ternyata sang akhwat menolak. Entah sang akhwat punya alasan apa, yang jelas ia hanya bisa beralasan pada sang murrobby :" Afwan ustad, saya masih mau melanjutkan sekolah dulu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpukul hati sang akhi mendengar jawaban sang akhwat. Pikirnya dalam hati, mengapa kalau masih mau sekolah ia bersedia memberikan biodatanya dan bahkan sampai proses taaruf?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang murrobby pun merasakan hal yang sama. Ada apa gerangan di balik penolakan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Akhi beritikad baik untuk tetap menikah. Sang murrobby pun kembali dengan senang hati membantu sang akhi. Dilalui proses dari awal sebagaimana yang pertama tadi. Namun sayang seribu sayang. Kasus penolakan yang pertama kembali terulang. Masih dengan alasan yang sama: sang akhwat masih mau melanjutkan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusing kembali melanda sang akhi kita ini. Dicobanya sekian kali untuk berinstropeksi: Adakah yang salah dalam biodatanya? Atau ada kesalahan kah saat taaruf kemarin? Ah, rasa-rasanya semuanya begitu lancar, tak ada masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau masalah penampilan fisik? Ah, benarkah itu masih menjadi kriteria yang prinsip di jaman ini? Sang akhi bingung, ia benar-benar belum menemukan jawaban yang tepat atas kasus penolakan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang murroby tampaknya ikut merasa bertanggung jawab dengan penolakan tersebut. Mungkin karena merasa kasihan dengan dua kali penolakan tersebut, sang murrobby pun berinisiatif untuk ambil langkah yang lain. Kebetulan ia mempunyai adik perempuan yang juga seorang akhwat. Maka setelah mengadakan briefing yang intensif terhadap sang adik, dimulailah proses perjodohan keduanya. Biodata adik sang murroby pun berpindah ke tangan sang akhi ini. Dengan seksama di baca semua point di dalamnya. Tidak lupa dua lembar foto ukuran post card juga diperhatikan agak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Murobby yang juga kakak sang akhwat terburu-buru untuk menanyakan kesediaan sang akhi untuk meneruskan proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana akhi, antum bersedia melanjutkan proses ini kan? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang akhi bingung bukan kepalang. Ada perasaan kurang sreg dalam dadanya. Lebih-lebih saat melihat dua lembar foto sang akhwat. Diulang-ulang kembali, sama saja. Ada rasa kurang berkenan yang muncul terus menerus dan mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana Akhi, sudah siap untuk meneruskan prosesnya?" Pertanyaan sang murobby menambah kegalauannya. Keringat dingin mulai menetes dari dahinya. Ia menunduk agak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang akhi merenung sejenak, berinstropeksi. Sejurus kemudian ia mulai mengangkat kepala. Tersenyum. Baru sekarang ia tahu alasan mengapa dua akhwat yang terdahulu menolak dirinya: kriteria fisik!! Kriteria fisik, kedengarannya memang lucu. Tapi ternyata ia selalu menjadi begitu kontemporer. Selalu saja ada di mana saja dan kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana akhi, bisa di jawab sekarang?? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit berdehem, sang akhi menjawab, "Afwan Ustad, setelah saya pikir-pikir, nampaknya saya 'masih mau melanjutkan sekolah' saja ustad ... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemes tubuh sang murrobby. Namun ia pun tak bisa berbuat apa-apa. Dalam hati ia berkata : Dasar aktifis jaman kini, masih teguh mempertahankan kriteria fisik!!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khartoum, Mei 2004&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Abu Farwah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;http://www.acehforum.or.id/&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-1814393974775262138?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/1814393974775262138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/03/dari-taaruf-menikah-sampai-strategi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1814393974775262138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1814393974775262138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/03/dari-taaruf-menikah-sampai-strategi.html' title='Dari Ta&apos;aruf Menikah sampai Strategi Dakwah'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S5TscRH4pDI/AAAAAAAAAOM/p2e2ZkCcXx4/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-6095669719229526491</id><published>2010-02-26T02:16:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T02:16:48.229-08:00</updated><title type='text'>Cinta Bersemi Sesama Aktivis (CBSA...)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5442493789931236466" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S4efRDEe7HI/AAAAAAAAAOI/minChXyflSg/s200/giving033.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di mana aja, kapan aja, dan siapa aja dijamin nggak akan bisa lolos dari serangan virus yang satu ini. Bukan DBD, Flu Bu-rung, atau Worm. Tapi virus yang kekuatannya bisa bikin sang pejuang mati-matian ngapalin lagu Avril I’m with you-nyaatau atau juga peterpan dengan aku dan bintang. Meski nilai bahasa Inggris di raport-nya delapan ngakak alias 3! Pede banget kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup. Virus yang dikenal dengan julukan virus merah jambu (VMJ) pembangkit rasa cinta ini kagak ada matinya. Malah mungkin kita berharap nggak mati-mati. Coz , hidup kita bakal terasa garing bin monoton tanpa kehadiran cinta. Baik cinta kepada yang Maha Pencipta maupun kepada lawan jenis. Ali bin Abdah berkata, “tak mungkin seseorang menghindar dari cinta, kecuali orang yang kasar perangainya, kurang waras, atau tidak mempunyai gairah.” Maka berbahagialah orang-orang yang masih bisa mencintai dan dicintai. Ciee….Aa Gym banget neh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener sobat, nggak lengkap rasanya jadi manusia kalo kita nggak bisa mencintai dan dicintai. Karena ini fitrah. Jadi wajar aja kalo virus ini merajalela mencari mangsa di setiap kesempatan. Maka di kalangan selebritis dikenal istilah ‘cilok’ alias cinta lokasi. Sebutan untuk pasangan seleb yang terlibat jalinan asmara karena sering ketemu di lokasi syuting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ssttt….jangan bilang-bilang ya. Ternyata di kalangan aktivis dakwah juga ada ‘cilok’ lho. Hah?! Masa’ sih? Beneran. Cuma di kalangan jilbaber en jenggot simpatik ini, ‘cilok’ berubah menjadi ‘CBSA’. Mentang-mentang mayoritas pelajar. Do you know CBSA? Ini nih: Cinta Bersemi Sesam Aktifis . (ehm..ehm..SERU euy!) Tapi jangan salah, meski ‘Cilok’ dan ‘CBSA’ sama-sama mengandung unsur cinta, tapi keduanya tetep beda. Kalo ‘CBSA’, lebih terjaga dari kontaminasi. Sementara ‘cilok’ lebih kepada cinta yang ternodai. Ups!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, kalo kamu pengen tahu lebih banyak tentang CBSA, kamu bisa tanya guru SD masing-masing. Tapi, kalo penasaran ama ‘CBSA’, kamu dah bener kalo baca Studi kali ini. Yuuuuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romantika aktivis dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, kalo mengamati pergaulan para aktivis dakwah mungkin ada beberapa pertanyaan yang mampir di benak kita. Apalagi keseharian mereka yang gaul ama sesamanya. Cewek ama cewek. Cowok ama cowok. Kesannya antilawan jenis banget. Apa mereka steril dari rasa cinta? Apa yang ada dalam benak mereka cuma dakwah doang? Apa menjadi aktivis dakwah kudu punya antivirus untuk menghadang VMJ? Apa-apanya dong…eh, kok jadi lagu sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak usah dibikin pusing, sampe nyanyiin lagu Nek Titik Puspa gitu. Para aktivis dakwah itu sama aja kayak kita. Sejenis manusia yang punya rasa cinta. Cuma bedanya, mereka nggak show of forces untuk urusan ini. Apalagi sampe deklarasi segala di acara reality show Katakan Cinta atau Playboy Kabel . Nggak lah yauw. Mereka punya prinsip yang bagi sebagian orang terdengar ‘aneh’ dalam hal pengungkapan rasa cinta. Anti-pacaran en nggak phobi ama nikah dini. Catet ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, masalah-nya, kita sering bertanya-tanya, gimana mung-kin bisa terjalin rasa cinta di antara mereka kalo mereka sendiri anti-gaul bebas. Bukankah gaul bebas itu terbukti menjadi media subur untuk memupuk rasa cinta kepada lawan jenis? Eit, jangan salah. Nggak gaul bebas bukan berarti nggak berinteraksi dengan lawan jenis. Emangnya penghuni dunia dakwah cuma satu jenis? Tetep, aktivitas dakwah juga meng-haruskan mereka berhubungan dengan lawan jenis. Apalagi yang tergabung dalam sebuah organisasi. Kudu ada konsolidasi dakwah. Inget-inget tuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai aktivis dakwah, tentu konsolidasi itu mengharuskan pihak ikhwan (muslim) menjalin kerjasama dengan para anggota ‘diva’ alias divisi akhwat (muslimah). Saling tukar informasi. Rapat bulanan untuk evaluasi kinerja dakwah sekaligus planning untuk masa mendatang. Sampe tergabung dalam kepani-tiaan acara. Dan nggak mungkin kegiatan kayak di atas dilakukan tanpa adanya pertemuan. Walau mungkin rapat bisa aja pake fasilitas teleconference . Tapi itu pasti bakal menyedot banyak biaya. Bisa-bisa acaranya nggak jadi digelar gara-gara nggak ada biaya. Berabe kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari seringnya pertemuan itulah bisa menyita perhatian khusus antar aktivis. Meski nggak terungkap, VMJ tengah mengamati mangsa yang hendak diburu. Satu sama lain saling menyimpan rasa kagum. Dari sinilah tumbuh perasaan simpati, empati, yang seterusnya bisa bikin jatuh hati. Walau hanya tersimpan rapi dalam diary atau menghiasi relung hati. Intinya, malu-malu tapi mau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses tumbuh dan mewabahnya VMJ di kalangan aktivis, nggak jauh beda dengan ‘cilok’ ala seleb. Cinta bersemi saat aktif dalam dakwah. Makanya kita nggak usah ragu bin worried untuk jadi seorang aktivis dakwah. Pergaulan mereka yang terkesan anti-lawan jenis, hanya salah satu cara buat nunjukkin kalo Islam juga punya aturan maen dalam pergaulan. Justru kita kudu bangga jadi aktivis. Karena untuk urusan jodoh, Allah bakal ngasih pasangan hidup yang ‘qualified’ buat para aktivis pengemban dakwah yang istiqomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang (baik) pula.”(QS an-Nûr [24]: 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengendalikan rasa cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, nggak salah kalo cinta bisa mendera siapa aja. Termasuk para aktivis dakwah. Tapi tetep kita kudu waspada ama VMJ ini. Soalnya orang bisa berubah karena kasmaran. Yang pasti nggak berubah jadi Ksatria Baja Hitam. Tapi perubahan yang lambat laun nampak dalam diri kita. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin menuliskan komentar sejumlah orang tentang pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya sebagai berikut: “Cinta itu bisa menyucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian rapi, makan yang baik-baik, memelihara akhlak yang mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi yang ahli ibadah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, lho? Ternyata cinta bukan cuma Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki seperti kata Sheila On Tujuh . Tapi juga merupakan ujian sekaligus cobaan buat orang shaleh, ahli ibadah, termasuk aktivis dakwah. Kok bisa? Iya, karena cinta nggak cuma bisa mengubah pe-nampilan aja. Dia juga bisa membelokkan niat yang udah lurus. Komitmen dakwah bisa berubah. Aktivitas dakwah yang awalnya diniatkan untuk mendapat ridho Allah bisa terkontaminasi saat VMJ meradang. Ini yang kudu diwaspadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita nggak pengen dong, aktivitas dakwah kita yang mulia jadi kacau-beliau gara-gara kita terpana pesona cinta. Makanya kita kudu pandai mengendalikan rasa itu. Seperti kata dokter, mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk urusan cinta juga sama. Lebih baik kita mencegah aktivitas yang bikin VMJ meradang. Ada dua hal yang bisa kita jalanin sebagai langkah pencegahan (kayak 3M DBD aja neh!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama , dari dalam diri kita. Di sini kita kuatkan benteng pertahanan dari serangan rasa cinta yang membabi buta. Caranya, rajin puasa sunat. Rasulullah menganjurkan pemuda-pemudi untuk berpuasa sebagai satu perisai takwa. Perbanyak membaca al-Qur’an, shalat tahajjud, dan berdzikir kepada Allah saat godaan itu datang. Perbanyak juga doa kita kepada Allah. Minta kepada-Nya biar kita dijauhin dari perbuatan yang haram, minta juga kepada-Nya biar kita dikasih jodoh yangqualified dunia-akhirat. Mau dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua , dari luar diri kita. Ini juga nggak kalah pentingnya. Faktor ling-kungan gampang banget meluluhlantakkan pertahanan yang kita bangun. Itu sebabnya, kita kudu bisa menata lingkungan sekitar kita. Misalnya, memini-malisasi pertemuan dan komunikasi dengan lawan jenis. Walau itu untuk konsolidasi dakwah. Sorry , bukannya mo ngerecokin, cuma kita khawatir, jiwa muda kita tak kuasa meredam gejolak rasa cinta itu. Kita juga bisa gaul ama temen-teman yang bisanya nggak cuma manas-manasin doang. Tapi mampu membantu kita menjaga izzah alias harga diri. Sehingga kita bisa belajar menundukkan pandangan. Baik terhadap para ‘macan’ (makhluk cantik) mau pun terhadap media ‘syerem’ yang bisa memacu adrenalin kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kudu nyadar kalo seorang aktivis dakwah sering jadi panutan dan teladan bagi orang lain. Nggak cuma Allah yang mengawasi tiap omongan ama tingkah lakunya, tapi juga umat. Gimana jadinya kalo pas ngisi pengajian begitu bersemangat bilang pacaran itu haram. Tapi, pas doi lagi kasmaran, perilakunya nggak beda ama aktivis pacaran. Apalagi pake ngeles dengan istilah ‘pacaran islami’. Idiih…malu ama umat tuh! Firman Allah Swt: “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS ash-Shaf [61]: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan prioritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, kalo kamu udah bisa atau minimal lagi belajar mengendalikan rasa cinta, sekarang kamu udah pantes buat belajar menentukan prioritas. Karena untuk urusan ekspresi cinta, Islam cuma mengatur dua tahap. Khitbah dan nikah. Nggak ada lagi. Masalahnya, kadang para aktivis dakwah yang mayori-tas pelajar terbentur dengan banyak hal sampe kerepotan memilih satu di antara dua pilihan itu. Kalo pun ada yang berani, lebih didominasi faktor emosi. Bisa jadi was-was sang target ‘disamber’ duluan ama yang laen (Emangnya bis kota maen serobot?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo mau khitbah dulu, kecil kemungkinan bisa bertahan sampe kamu lulus sekolah atau kuliah terus dapet kerja. Bawaannya pasti pengen segera ijab qabul . Padahal, segala kebutuhan keuangan masih disubsidi penuh ama ortu. Bakal berabe ke depannya. Perhatian kamu bakal terpecah. Antara beresin kuliah atau matengin rencana nikah. Bisa-bisa nggak optimal dua-duanya. Padahal kehidupan rumah tangga bakal menuntut suami untuk mencari nafkah materi. Nggak cuma bermodalkan cinta. Sementara ijazah pendidikan pun adakalanya punya peranan bagi sang suami demi mem-peroleh nafkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalo udah gini bagusnya kita pusatkan perhatian pada aktivitas tholabul ‘ilmi yang lagi digeluti. Biar masa depan juga terbingkai dengan rapi. Tapi, bukan berarti kita ngelarang kamu mikirin soal nikah lho. Nggak. Silakan aja kalo kamu mau mulai mempelajari soal pernikahan lebih dalam. Karena terpancing ama senior yang bilang nikah itu nikmat, indah dan ibadah, misalnya. Tapi kamu kudu siap hadapi risiko yang bakal menyedot perhatian kamu. Berani ambil risiko? Pikirkan dengan mateng!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh sobat. Kita percaya kamu-kamu bisa mengambil pilihan dengan bijak. Jangan sampe CBSA bikin aktivitas dakwah kamu kendor. Catet, sekali lagi kita ngingetin, dakwah itu untuk mendapat ridho Ilahi. Bukan karena orang yang dikasihi. Dan jangan takut keduluan, karena jodoh masing-masing nggak akan kelayapan. Oke? Tetap semangat!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inspiring from http://khalilah-luthfiyah.cybermq.com/post/detail/10104/cinta-bersemi-sesama-aktivis-cbsa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-6095669719229526491?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/6095669719229526491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/cinta-bersemi-sesama-aktivis-cbsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/6095669719229526491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/6095669719229526491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/cinta-bersemi-sesama-aktivis-cbsa.html' title='Cinta Bersemi Sesama Aktivis (CBSA...)'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S4efRDEe7HI/AAAAAAAAAOI/minChXyflSg/s72-c/giving033.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-7086540798147633484</id><published>2010-02-25T09:49:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T09:49:40.135-08:00</updated><title type='text'>Enam Pertanyaan untuk di Renungkan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5442238921141582466" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="137" src="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S4a3du1y-oI/AAAAAAAAAOE/tdmx-teD4AE/s200/renung.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Suatu hari seorang guru berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau mengajukan 6 pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini??" murid- muridnya ada yang menjawab "orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya". Sang guru menjelaskan semua jawaban itu benar.... tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian" sebab kematian adalah PASTI adanya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang guru meneruskan pertanyaan kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini .....?" murid-muridnya ada yang menjawab.... "negara Cina", "bulan", "matahari" dan "bintang-bintang"...... lalu sang guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar.... Tapi yang paling benar adalah "Masa Lalu".... Siapapun kita.... bagaimanapun kita.... dan betapa kayanya kita.... tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu.... Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru meneruskan dengan pertanyaan ketiga.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang paling besar di dunia ini ....??" murid-muridnya ada yang menjawab "Gunung", "Bumi", dan "Matahari"..... semua jawaban itu benar kata sang guru.... Tapi yang paling besar yang ada didunia ini adalah NAFSU".... Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi..... Karena itu kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan keempat adalah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang paling berat didunia ini....??" diantara murid-muridnya ada yang menjawab....."baja", "besi", dan "gajah".....semua jawaban hampir benar ....." kata sang guru "tapi yang paling berat adalah memegang amanah"........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kelima adalah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang paling ringan di dunia ini......??" Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu" dan "daun-daunan"..... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua itu benar......", kata sang guru tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan ibadah.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaan keenam adalah......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah yang paling tajam di dunia ini....??" murid-muridnya menjawab dengan serentak "PEDANG.....!!!"  "(hampir) benar kata sang guru tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia" karena melalui lidah manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan melukai perasaan saudaranya sendiri.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;Senantiasa belajar dari MASA LALU.... dan tidak memperturutkan HAWA NAFSU??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun....... dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH... serta    senantiasa MENJAGA  LIDAH kita......??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat mari kita sama-sama renungkan.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-7086540798147633484?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/7086540798147633484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/enam-pertanyaan-untuk-di-renungkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7086540798147633484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7086540798147633484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/enam-pertanyaan-untuk-di-renungkan.html' title='Enam Pertanyaan untuk di Renungkan'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S4a3du1y-oI/AAAAAAAAAOE/tdmx-teD4AE/s72-c/renung.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-765071957643295934</id><published>2010-02-24T02:10:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T09:23:24.414-08:00</updated><title type='text'>Jilbab Vs Kerudung.....</title><content type='html'>&lt;div align="justify" class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5442232052212444226" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S4axN6FeLEI/AAAAAAAAAOA/l2-f8M8H_-8/s200/jlbb.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span id="goog_1267117760186"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1267117760187"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1267117760190"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1267117760191"&gt;&lt;/span&gt;Kerudung dalam keseharian kita sering kali disebut pula sebagai jilbab. Sebetulnya kebiasaan menyebut berkerudung dengan berjilbab baik-baik saja, namun kemudian kerancuan term ini menjadikan kategori jilbab tidak pas lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Coba saja perhatikan, Indonesia bangga menyandang gelar sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim di dunia padahal hanya sebatas kuantitas saja bukan dalam kualitas, kita juga bangga dengan pernyataan bahwa saat ini semakin banyak para remaja putri Islam yang kesehariannya memakai jilbab, entah bersekolah, kuliah, atau kerja, karena Indonesia merasa bisa menampung aspirasi ummat Islam untuk berbusana muslimah tidak seperti di negeri sekuler lainnya yang membatasi pemakaian jilbab di sekolah misalnya, seperti yang terjadi di Turki dan negara-negara eropa. Bangga mendengarnya, senang hati rasanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Eits........ tunggu dulu. Sudah lihat buktinya belum? Benar nggak statement tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ternyata yang dibangga-banggakan tersebut tidaklah 100% benar, karena jilbab yang katanya semakin banyak dikenakan para muslimah di negeri kita bukanlah jilbab pada kategori yang seharusnya. Silahkan perhatikan, tuuuh...... tengok kanan dan kiri anda, yang ada hanyalah wanita berkerudung saja bukan berjilbab, kecuali sedikit saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah looh, gimana bisa cuma berkerudung tapi tidak berjilbab, lantas berjilbab itu yang gimana?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita banyak melihat di sekitar kita muslimah yang mengenakan kain penutup kepala rapi seperti yang memang diperintahkan oleh syariat, tapi setelah kita lihat pakaiannya sama sekali tidak mencerminkan islam. Mereka memakai kain baju dan bawahan yang ketat full press body, singset-set-set....bahkan mungkin kekecilan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pemahaman yang campur aduk jadi masalahnya. Ada yang mendefinisikan jilbab harus modis dan gaul, ada yang bilang “berjilbab iya tapi harus tetap menampilkan kecantikan”, plus campur tangan liberalis yang menganggap penafsiran Alqur’an dan Alhadist harus diperbaharui mengikuti zaman, belum lagi peran-serta para pengusung gerakan feminisme dan persamaan hak perempuan. Semuanya satu tujuan merusak term jilbab dan mengajak para muslimah agar menganggap berjilbab yang sesuai syariat itu ketinggalan zaman, djadoel katanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam Alqur’an, Allah telah memberikan beberapa batasan dalam berpakain dalam hal ini mengenai jilbab, diantaranya di dalam surah AnNuur ayat 31 yang artinya: “.......dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung (khimaar) di dadanya......”, kemudian di surah AlAhzaab ayat 59 yang artinya: “......”Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”.......”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari kedua ayat tersebut dinyatakan bahwa pakaian muslimah adalah kelengkapan penutup aurat untuk muslimah yang termasuk di dalamnya adalah kerudung (dalam bahasa arab ada beberapa jenis bentuk dan penyebutan/kosakata) dan pakaian yang menutupi seluruh badan, yaitu dari jenis baju yang lapang dan tidak menunjukkan lekuk tubuh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang pertama, terkait pula dengan penafsiran dan pembatasan pemakaian penutup kepala, ada beberapa versi bentuk. Secara umum dibagi dua, yaitu terbuka wajahnya dan tertutup wajahnya (terlihat mata dan sekitarnya saja). Penutup kepala yang umum dipakai adalah kerudung atau disebut khimaar atau sufur, sedangkan sebagian lagi memakai penutup wajah yang disebut cadar atau niqab. Keduanya memiliki dasar dan tidak perlu untuk diperdebatkan berlebihan, karena keduanya sudah berusaha menjalankan perintah nabi dengan baik dan benar. Yang perlu dibenahi adalah muslimah yang belum berusaha memperbaiki cara berpakaiannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selanjutnya, penjelasan mengenai jenis pakaian yang diperbolehkan untuk dipakai muslimah diterangkan dalam beberapa hadist, diantaranya bahwa baju untuk muslimah adalah baju lapang dengan batasan oleh rasul selebar 2 atau 3 atau 4 jari, jadi tidak boleh kekecilan dari ukuran tubuh dan batasan yang telah ditentukan. Selain itu, baju muslimah juga tidak boleh terlalu lembut sehingga menunjukkan tulang-tulang badan (pundak, pinggul, dan sebagainya). Yang dimaksud adalah baju yang terlalu lemas dan jatuh ke badan sehingga lekuk tubuh wanita yang memakainya akan tergambar atau tercetak, atau juga jenis pakaian yang terlalu tipis menerawang. Diantara baju lembut dan lemas adalah seperti satin dan sutera, serta pakaian Qibtiyah (pada masa nabi ada baju lembut dan tipis asal Mesir, kalau sekarang ada disemua negara). Jika baju jenis lembut ini dipakai, diperbolehkan sebagai baju dalam atau diberi rangkapan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam penerapannya, pakaian muslimah ini ada beberapa penafsiran juga. Diantaranya ada yang memperbolehkan memakai pakaian terpotong (atasan dan bawahan), dan yang tidak memperbolehkan pemisahan baju atasan dan bawahan dengan alasan pemisahan atasan dan bawahan akan memperlihatkan lekuk tubuh (pinggang) dan sebagainya. Variasi ini bagi saya bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan, karena perintah rasul adalah untuk tidak memperlihatkan lekuk tubuh pemakai. Maka, jika pakaian atasan dan bawahan dikenakan dan diukur dengan semestinya dan dari jenis kain yang baik sehingga lekuk tubuh tidak terlihat (karena sudah tertutup pakaian atasan yang terjuntai kebawah pinggang), maka tidak menjadi masalah mengenakannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Naah, bagi muslimah yang sudah berpakaian sesuai syariat, jangan takut tidak kelihatan cantik atau ketinggalan zaman, karena fungsi jilbab yang utama bukan untuk menunjukkan kecantikan dan sensualitas, tetapi menjaga kehormatan dan menjaga pandangan. Ingatlah bahwa wanita baik-baik adalah untuk laki-laki yang baik-baik juga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan mentaati ketentuan Allah, InsyaAllah akan mendapatkan rizqi yang mulia (surga). Amien.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dikutip dari : http://t724626.multiply.com/journal/item/52&lt;/div&gt;&lt;span id="goog_1267005301208"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="goog_1267005301209"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-765071957643295934?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/765071957643295934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/jilbab-vs-kerudung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/765071957643295934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/765071957643295934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/jilbab-vs-kerudung.html' title='Jilbab Vs Kerudung.....'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S4axN6FeLEI/AAAAAAAAAOA/l2-f8M8H_-8/s72-c/jlbb.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-7922106604679739211</id><published>2010-02-21T03:21:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T03:21:40.388-08:00</updated><title type='text'>Jaka bosan jadi perjaka…!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5440654631419756466" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S4EWj7tbv7I/AAAAAAAAAN4/aquRIKZtu-Y/s200/jaka.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Nikah memang punya banyak makna. Ia bisa berarti menegakkan sunnah Rasul. Bisa juga sebagai pemenuhan tuntutan fitrah. Juga, sebagai penyambung keberlangsungan hidup umat manusia. Ada hal lain buat mereka yang nikah di usia muda. Nikah juga bermakna perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tak satu pun manusia yang betah membujang. Selalu saja ada hasrat untuk hidup berpasangan. Pria rindu ingin bersama wanita. Dan wanita kangen disayang pria. Hasrat-hasrat alami itu akan punya nilai tinggi dalam taman indah yang bernama nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, bagaimana keindahan taman itu jika ikatannya terjalin di saat muda. Muda usia, muda pengalaman, muda pendidikan, dan muda penghasilan. Saat itulah terjadi pertarungan yang lumayan sengit: antara idealita dengan realita. Antara cita-cita tinggi dengan kenyataan hidup yang mesti dilakoni. Dan pertarungan itulah yang kini dialami Jaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun sudah calon bapak ini mengarungi bahtera rumah tangganya. Seribu satu suka dan duka ia nikmati bersama isteri tercintanya. Kadang ia berkesimpulan bahwa nikah itu anugerah indah. Sedemikian indahnya, sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Tapi, tak jarang kesimpulan sebaliknya bisa hinggap. Jaka juga kerap berkesimpulan bahwa nikah merupakan perjuangan yang teramat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, bayang-bayang indah pernikahan lebih dominan dari perjuangannya. Walau baru setahun lulus sekolah menengah atas, Jaka sudah punya tekad bulat: “Saya harus nikah, insya Allah!” Dan, tekad itu benar-benar menggulir walau mesti melalui rel yang tidak mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, banyak pihak di sekitar Jaka yang geleng-geleng kepala. Ada apa dengan anak ini? Apa ia tergolong hiper seks. Atau, jangan-jangan sudah terjadi kecelakaan. Atau…? Masih banyak lagi dugaan yang tidak enak didengar oleh seorang Jaka yang juga aktivis rohis di sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang tidak kalah sengitnya adalah orang tua Jaka sendiri. Ayah ibunya bingung. Kok, anak saya jadi begini. Apa ini pengaruh dari ajaran rohis? Orang tua Jaka yakin seratus persen kalau Jaka tidak mungkin melakukan penyimpangan. Jangankan hubungan gelap, hubungan terang saja tak pernah diperlihatkan Jaka. Boro-boro dua-duaan, ketemu wanita saja Jaka sudah alergi: pandangannya tertunduk, wajahnya pucat, tubuhnya banjir keringat. Lalu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya bertekad nikah karena ingin segera dapat surga dunia dan akhirat,” jawab Jaka tenang. Kontan saja, kedua orang tua Jaka tertegun. Hampir tak ada celah buat menjegal tekad Jaka. Sejak SMP, Jaka memang sudah rajin dagang. Ia memang bukan tipe anak yang suka berlidung di balik kantong orang tua. Semua biaya sekolahnya hampir seratus persen mengucur dari kocek sederhananya. Termasuk, biaya buat walimahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, tak ada bayang-bayang pun yang melintas di benak Jaka kecuali keindahan. Betapa sejuknya hati ketika menatap senyum isteri. Betapa semangatnya hidup ketika cinta tak pernah redup. Betapa tenangnya pandangan mata ketika syahwat tak lagi terpenjara. Dan, betapa mantapnya iman ketika nafsu tak lagi gampang dipermainkan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlangsunglah masa-masa indah kehidupan Jaka. Hari berganti hari dan bulan pun menjumpai tahun. Ternyata, hidup tak selamanya penuh pesona wewangian taman bunga. Ada kalanya hidup penuh bara api dan asap tebal yang menyesakkan. Idealita sering tak cocok dengan realita. Dan nada-nada itulah yang kini bersenandung mengiringi keluarga Jaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis serabutannya tak lagi lancar seperti dulu. Ada saja masalahnya. Madu yang biasa dilakoni Jaka kurang diminati pelanggan. Pedagang koran pun mulai bertebaran. Kian banyak saingan di sektor ini. Sementara, biaya kuliahnya kian naik. Biaya kontrak rumah pun mulai melonjak. Isteri mulai ngidam. Tubuhnya lemas, perutnya mual-mual, kepalanya sering pusing-pusing. Tentu saja, sang isteri tak lagi sempurna menunaikan urusan rumah tangga dan kampus. Apalagi mencari penghasilan sampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah irama ketidakstabilan mengiringi hidup Jaka. Konflik pun kian bermunculan. Seperti saat ini saja, Jaka bingung mau pinjam duit ke siapa lagi. Bulan lalu sudah pinjam ke teman kampus. Minggu lalu pinjam ke teman pengajian. Sementara, kebutuhan terus mengalir dan tak kenal penundaan. Ke orang tua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang paling dijaga Jaka. Seberat apa pun beban hidup, Jaka tak mau berurusan dengan orang tua. Ia bukan ragu tentang kemurahan orang tuanya. Bukan juga takut. Tapi, Jaka tak mau kalau idealismenya luntur hanya karena soal makan. Terlebih setelah Jaka janji tak mau ngerepotin orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, suasana kejepit seperti itu menumbuhkan bayang-bayang masa lalu. “Kamu yakin nggak akan menyesal, Jaka?” pertanyaan-pertanyaan ibunya dua tahun lalu tak jarang menggoda ketegarannya. Kenapa nggak selesai kuliah dulu. Kenapa nggak cari kerja yang enak dulu.Kenapa nggak beli rumah dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benarkah saya menempuh rute jalan yang salah?” sebuah pertanyaan menukik tajam ke lubuk hati Jaka. Ah, benarkah? Sikap tegar Jaka kian sengit bertarung dengan kegelisahannya. Kadang tegar menguasai keadaan. Dan tak jarang, gelisah menyetir suasana. Dalam pertarungan imbang itu, sikap kritis Jaka kerap menjadi penengah. Mestikah roda hidup selalu bergulir secara seri dan linier? Tidakkah mungkin ada lompatan-lompatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegarannya mulai menguasai keadaan. Masih kuat dalam benak Jaka kisah teladan Rasul dan para sahabat. Sebuah fragmen hidup masa lalu yang tak kunjung kering dari air pelajaran. Siapa yang mengira kalau seorang penggembala yatim bisa menjadi pemimpin besar umat ini. Siapa yang menyangka kalau seorang budak, Bilal bin Rabbah, bisa tampil menjadi pemimpin yang disegani. Siapa yang menyana kalau seorang budak buangan, Zaid bin Haritsah, bisa melahirkan seorang panglima perang yang ditakuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup memang perjuangan. Suka dan duka pasti akan menjambangi setiap manusia. Tak peduli apakah manusia itu menganggap hidup sebagai perjuangan atau tempat bersantai. Jaka tersadar dengan keadaannya. Kini, bukan saatnya lagi mempersoalkan halte hidup yang telah terlewati. Ada dua resep yang akan ditebus Jaka: hadapi hidup apa adanya, dan jangan coba-coba lari dari kenyataan perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesusahan dan kemudahan tak ubahnya seperti dua muka kepingan uang logam. Satu sama lain tak akan berpisah jauh. Bersama kesusahan ada kemudahan. Sungguh, bersama kesusahan ada kemudahan. Kesusahanlah yang menguatkan bahwa menikah itu perjuangan. Dan kemudahan, insya Allah, kian menguatkan warna-warni indahnya pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : ( muhammadnuh@eramuslim.com )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written by :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hadi&lt;br /&gt;Inspiring from http://www.pencerahanhati.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=2507&amp;amp;catid=902&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-7922106604679739211?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/7922106604679739211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/jaka-bosan-jadi-perjaka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7922106604679739211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7922106604679739211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/jaka-bosan-jadi-perjaka.html' title='Jaka bosan jadi perjaka…!'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S4EWj7tbv7I/AAAAAAAAAN4/aquRIKZtu-Y/s72-c/jaka.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-8294923320933299060</id><published>2010-02-20T23:20:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T02:24:44.368-08:00</updated><title type='text'>Ketika Cinta Menggoda</title><content type='html'>&lt;div align="justify" class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5440640329132947522" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S4EJjbiiOEI/AAAAAAAAAN0/S5Z8957ttUc/s200/cnt.jpeg" width="149" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jatuh cinta berjuta rasanya …”, begitu syair lagu ciptaan Titik Puspa. Konser Dewa, Atas Nama Cinta, dihadiri ribuan penggemar mereka. Album terakhir mereka pun, Cintailah Cinta terjual diatas 1 juta copy. Dan entah berapa banyak lagi lagu, kata, ungkapan, syair, puisi yang berbau cinta begitu mengharu biru dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Lalu gimana dong kalo cinta itu datang, menghampiri dan menggoda di luar pernikahan? Nah lho, puyeng deh kalo gini! Padahal cinta itu kan timbul memang dari sononya, muncul dari segi zat atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai. Normal aja kan, jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan bahwa itu memang indah, masa’ sih dibilang jelek!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menurut Imam Ibnu al-Jauzi, “Kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela serta tak perlu dibuang. Namun, cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Waduh…gimana dong, lagi jatuh cinta nih! Problem…problem… mana masih kuliah, kerjaan belon ada, masih numpang ama orangtua, wah…nih cinta kok gak pengertian ya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kalem dong, jangan blingsatan begitu. Emangnya jatuh cinta masalah kamu aja, ya…gak lagi! Nabi Yusuf a.s. aja pernah jatuh cinta lho, bahkan kepada seseorang wanita yang telah menjadi istri seseorang. Eits…protes deh! Iya deh, kalau bukan cinta, paling gak, tertarik dan terpesona, boleh kan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Buka deh surat Yusuf, romantika kisah beliau diceritakan dengan tuntas, awal, proses, konflik hingga klimaks dan ending-nya. Nah lho…Nabi aja bisa punya ‘konflik’ seperti itu, apalagi kamu, iya kan? Romantika cinta beliau bukan kacangan, atau pepesan kosong, namun apa yang dialami beliau bisa menjadi pelajaran buat kita bagaimana kalau cinta itu demen banget menggoda kita. Beliau sadar, dan mengerti betul bahwa itu terlarang, meski ada gejolak di hatinya [QS Yusuf: 24]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Namun… Kondisi di atas itu gak terjadi begitu aja lho, karena sebelumnya Nabi Yusuf a.s. pun telah berusaha untuk menolaknya saat wanita itu terus merayunya. Eh…nabi Yusuf pun dikejarnya, dan yang dikejar malah lari terbirit-birit, wuus…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Lantas apa dong pelajaran yang bisa kita ambil, saat cinta itu menggoda kita? Pelajarannya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;1. Setiap orang memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, perasaan ini manusiawi, fitrah sekaligus anugerah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;2. Namun, gejolak itu harus diatur lho, kalau gak maka kita akan terperosok ke jurang kenistaan, karena diperbudak gejolak jiwanya. Lantas jadi merana deh, angan-angan melulu. Innan nafsa la ammaaratun bis-suu’, sesungguhnya nafsu itu selalu mengajak kepada kejahatan kecuali nafsu-nafsu yang diberi rahmat oleh Allah [QS Yusuf:53].&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;3. Kalau kita jatuh cinta pada lawan jenis, dan mengharapkan terbalaskan cintanya, maka saat itu ada sebagian dari akal dan logika yang hilang. Sekian banyak pertimbangan akal sehat yang dipunyai jadi ngadat, gak jalan! Gak percaya? Coba deh, ntar kalau kamu tambah dewasa, udah nikah, mungkin mikir, “Kok, dulu begitu ya?”, “Kok, dulu gak mikir ya?”, dan “kok-kok” yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;4. Dulu waktu ngejar-ngejar, wah…dimana-mana hanya terpampang wajah dia seorang, kekasih hati. Tidur gak nyenyak, makan pun terasa gak enak, bukan karena banyak nyamuk atau lauknya gak enak, mandi gak basah…. dunia ini pun hanya untuk berdua, yang lain ngontrak, ck…ck…ck… Kalau gak ketemu, rasanya gimana gichuu. Dikejar setengah mati deh, pokoke mesti dapet! Tapi begitu udah dapat, lalu masuk dunia rumah tangga, gejolak itu bisa berganti dengan rutinitas dan bisa bosan. Itulah sifat manusia, karena itu bila mencintai seseorang, cintailah sewajarnya, siapa tahu ntar kamu benci padanya. Begitu juga sebaliknya, kalau benci, bencinya yang wajar aja deh, siapa tahu ntar malah jatuh cinta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;5. Ingat lho, gak semua yang kita inginkan itu harus terpenuhi, kalau gak mau dibilang egois. Tidak semua cita-cita itu harus terkabul, dan tidak pula semua gejolak harus dituruti. Di dunia ini ada banyak pilihan, kalau gak dapat yang satu, pilihan lain masih banyak kan? Siapa tahu malah lebih baik. Makanya buka mata lebar-lebar, masa’ sih cuma ada dia aja di dunia ini, emang yang lain kemana bo!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;6. Tidak semua yang kita anggap baik itu baik, dan tidak semua yang dianggap indah itu indah. Segala sesuatu itu pasti ada cacat dan cela-nya. Saat jatuh cinta sih, wuah…indah buanget, tiada cacat dan cela. Padahal bisa aja kan, cacat dan cela itu jauh lebih banyak dari baik dan indahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;7. Akhirnya, kalau kamu udah sampai pada puncak cinta, yaitu pernikahan, ingat deh kalo puncak masalah pernikahan itu bukanlah pada siapa yang akan jadi pasangan kita, tapi gimana agar kita bisa survive di dalamnya, siapapun pasangan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Semoga membantu akhi wa ukhti, jangan lupakan Allah SWT kalau antum jatuh cinta ya. Jatuh cinta-lah karena Allah SWT, karena kasih sayangnya akan meluruh ke jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Wallahu a`lam bis-shawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;————————————————&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;BILA AKU JATUH CINTA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Allahu Rabbi aku minta izin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Hingga membuat lalai akan adanya Engkau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Allahu Rabbi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Aku punya pinta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Biar rasaku pada-Mu tetap utuh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Allahu Rabbi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;dan membuatku semakin mengagumi-Mu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Allahu Rabbi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Bila suatu saat aku jatuh hati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pertemukanlah kami&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Allahu Rabbi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Anugerahkanlah aku cinta-Mu…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Amiin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;--------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;inspiring from &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;http://www.pencerahanhati.com/index.php?option=com_myblog&amp;amp;show=ketika-cinta-menggoda.html&amp;amp;Itemid=82&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-8294923320933299060?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/8294923320933299060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/ketika-cinta-menggoda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/8294923320933299060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/8294923320933299060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/ketika-cinta-menggoda.html' title='Ketika Cinta Menggoda'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S4EJjbiiOEI/AAAAAAAAAN0/S5Z8957ttUc/s72-c/cnt.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-1774113334931485203</id><published>2010-02-20T01:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T01:22:41.699-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Harus Satu Juz Setiap Hari ?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5440253395099585554" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3-po58GDBI/AAAAAAAAANw/7b-YFZTQ37I/s200/qrn.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"Hendaklah Anda memiliki wirid harian membaca al-Qur'anminimal satu juz setiap hari, dan berusahalah sungguh-sungguh agar&lt;br /&gt;jangan sampai mengkhatamkan al-Qur'an melewati satu bulan."&lt;br /&gt;(Hasan al-Banna dalam Majmuatur Rasail –risalah pergerakan- )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, sadarkah kita bahwa al-Qur'an diturunkan oleh Allah kepada manusia agar menjadi sumber tazwid (pembekalan) bagi peningkatan ruhiy (spiritualitas), fikri (pemikiran) serta minhaji (metodologi da'wah) ? Sehingga jika sehari saja kita jauh dari al-Qur'an, berarti terputuslah dalam diri kita proses tazwid tersebut? Sadarkah kita bahwa yang akan terjadi adalah proses tazwid dari selain wahyu Allah; baik itu dari televisi koran, majalah, maupun yang lainnya yang sesungguhnya akan menyebabkan ruh yang ringkih dan keyakinan yang melemah terhadap fikroh dan minhaj ? Padahal tiga unsur ini sesungguhnya menjadi sumber energi untuk berdakwah dan berharokah. Sehingga melemahlah semangat beramal saleh dan hadir dalam halaqoh, padahal halaqoh merupakan pertemuan untuk komitmen beramal saleh.&lt;br /&gt;Dapat dibayangkan bagaimana jadinya kalau proses tazwid itu telah terputus sepekan, dua pekan, bahkan berbulan-bulan. Semoga Allah menjaga kita dari sikap menjadikan al-Qur'an sebagai sesuatu yang mahjuran (ditinggalkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورً&lt;br /&gt;Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang ditinggalkan ". (Q.S. Al-Furqan ayat 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ibadah tilawah satu juz ini sudah tertuntut kepada manusia sejak dia menjadi seorang muslim. Oleh karena itu, cukup banyak orang-orang yang tanpa tarbiyah atau halaqoh, namun memiliki komitmen tilawah satu juz setiap hari, sehingga setahun khatam 12 kali (bahkan lebih, karena saat bulan Ramadhan dapat khatam lebih dari sekali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana dengan kita, ashhabul (aktifis) harokah wad da'wah ? Sudahkah keislaman kita membentuk kesadaran iltizam (komitmen) dengan ibadah ini ? Ketika kita melalaikannya, dapat diyakini bahwa kendalanya adalah dha'ful himmah (lemah dan kurangnya kemauan), bukan karena tidak mampu melafalkan ayat-ayat al-Qur'an seperti anggapan kita selama ini. Yang harus dibentuk dalam hal ini bukanlah hanya sebatas mampu membaca, namun lebih dari itu, bagaimana membentuk kemampuan ini menjadi sebuah moralitas ta'abbud (penghambaan) kepada Allah, sehingga hal ini menjadi sebuah proses tazwid yang berkesinambungan sesuai dengan jauhnya perjalanan da'wah ini !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita menjadi faham, bahwa ternyata tarbiyah adalah sebuah proses perjalanan yang beribu-ribu mil jauhnya. Entah berapa langkah yang sudah kita lakukan. Semoga belum mampunya kita dalam beriltizam dengan ibadah ini adalah karena masih sedikitnya jarak yang kita tempuh. Jadi yakinlah, selama kita komitmen dengan proses tarbiyah, dengan seizin Allah kita akan sampai kepada kemampuan ibadah ini. Dan sekali-kali janganlah kita menutupi ketidak mampuan kita terhadap ibadah ini dengan berlindung di bawah waswas syaithan dengan bahasa sibuk, tidak sempat, acara terlalu padat dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa kesibukan kita pasti akan berlangsung sepanjang hidup kita. Apakah berarti sepanjang hidup kita, kita tidak melakukan ibadah ini hanya karena kesibukan yang tak pernah berakhir ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus berfikir serius terhadap tilawah satu juz ini, karena ia merupakan mentalitas 'ubudiyah (penghambaan), disiplin dan menambah tsaqofah. Apalagi ketika kita sudah memiliki kesadaran untuk membangun Islam di muka bumi ini, maka kita harus menjadi batu bata yang kuat dalam bangunan ini. Al Ustadz Asy Syahid Hasan Al-Banna Rahimahullah begitu yakinnya dengan sisi ini, sehingga beliau menjadikan kemampuan membaca al-Qur'an satu juz ini sebagai syarat pertama bagi seseorang yang berkeinginan membangun masyarakat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam nasihatnya beliau mengatakan, "Wahai saudaraku yang jujur dengan janjinya, sesungguhnya imanmu dengan bai'at (perjanjian) ini mengharuskanmu melaksanakan kewajiban-kewajiban ini agar kamu menjadi batu bata yang kuat, (untuk itu) : "Hendaklah Anda memiliki wirid harian membaca al-Qur'an minimal satu juz setiap hari, dan berusahalah sungguh-sungguh agar jangan sampai mengkhatamkan al-Qur'an melewati satu bulan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita saat melakukan hijrah dari kehidupan Jahiliyyah kepada kehidupan Islamiyah harus banyak menelan pil pahit selama proses tarbiyah, maka jika kita sudah ber'azam (bertekad) untuk meningkat kepada kehidupan yang ta'abbudi (penuh nilai ibadah), maka kita harus kembali menelan banyak pil pahit tersebut. Kita harus sadar bahwa usia dakwah yang semakin dewasa, penyebarannya yang semakin meluas dan tantangannya yang semakin variatif sangat membutuhkan manusia-manusia yang Labinatan Qowiyyatan (laksana batu bata yang kuat). Dan hal tersebut kuncinya terdapat di dalam interaksi dengan al-Qur'an !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah proses tarbiyah yang semakin matang, dengan indikasi hati dan jiwa yang semakin bersih, secara otomatis akan menjadikan kebutuhan terhadap al-Qur'an mengalami proses peningkatan. Sejarah mencatat bahwa para sahabat dan salafusshalih ketika mendengar Rasulullah SAW bersabda, "bacalah al-Qur'an dalam satu bulan", maka begitu banyak yang menyikapinya sebagai sesuatu yang minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan dengan diri kita yang sering menganggap tilawah satu juz itu sebagai sesuatu yang maksimal ! Maka tugas yang sangat minimal inipun sangat sering terkurangi, bahkan tidak teramalkan dengan baik. Bagaimana mungkin kita dapat mengulang kesuksesan para sahabat dalam membangun Islam ini, jika kita tidak melakukan apa yang telah mereka lakukan (walaupun kita sadar bahwa ibadah satu juz ini bukan satu-satunya usaha di dalam berdakwah) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutlah Utsman Ibn Affan, Abdullah Ibn Amr Ibn Ash, Abu Hanifah dan Imam Asy-Syafi'i Radiyallahu Anhum. Mereka adalah contoh orang-orang yang terbiasa menyelesaikan bacaan al-Qur'annya dalam waktu tiga hari sampai satu pekan. Karena bagi mereka khatam sebulan terlalu lama untuk bertemu dengan ayat-ayat Allah. Jadi, jika seseorang rutin setiap bulan khatam, berarti hanya sekali dalam sebulan ia bertemu dengan surat Maryam, misalnya.&lt;br /&gt;Dapat kita bayangkan seandainya kita berlama-lama dalam mengkhatamkan al-Qur'an. Berarti kita akan sangat jarang bertemu dengan setiap surat dari al-Qur'an !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja tarbiyyah qur'aniyyah kita telah matang, kita akan dapat merasakan bahwa sentuhan tarbawi (pendidikan) surat al-Baqarah berbeda dengan surat Ali Imran. Begitu juga beda antara an-Nisaa, al-Maidah dengan surat yang lainnya. Sehingga ketika seseorang sedang membaca an-Nisaa, pasti dia akan merindukan al-Maidah. Inilah suasana tarbiyyah yang belum kita miliki yang harus dengan serius kita bangun dalam diri kita. Kita harus waspada, jangan sampai hidup ini berakhir dengan kondisi kita melalaikan ibadah tilawah satu juz. Sehingga hidup berakhir dengan kenangan penyesalan. Padahal sesungguhnya kita mampu kalau saja kita mau menambah sedikit saja mujahadah (kesungguhan) dalam tarbiyyah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat Mujahadah dalam Bertilawah Satu Juz&lt;br /&gt;1. Berusahalah melancarkan tilawah jika Anda termasuk orang yang belum lancar bertilawah, karena ukuran normal tilawah satu juz adalah 30 – 40 menit. Jika lebih dari itu, Anda harus lebih giat berusaha melancarkan bacaan. Jika melihat durasi waktu di atas, sangat logis untuk melakukan tilawah satu juz setiap hari dari waktu dua puluh empat jam yang kita miliki. Masalahnya, bagaima kita dapat membangun kemauan untuk 40 menit bersama Allah, sementara kita sudah terbiasa 40 menit atau lebih bersama televisi, ngobrol dengan teman dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;2. Aturlah dalam satu halaqah, kesepakatan bersama menciptakan komitmen ibadah satu juz ini. Misalnya, bagi anggota halaqah yang selama sepekan kurang dari tujuh juz, maka saat bubar halaqah ia tidak boleh pulang kecuali telah menyelesaikan sisa juz yang belum terbaca. Kiat ini terbukti lebih baik daripada 'iqob (hukuman) yang terkadang hilang ruh tarbawi nya dan tidak menghasilkan mujahadah yang berarti.&lt;br /&gt;3. Lakukanlah qadha tilawah setiap kali program ini tidak berjalan ! Misalnya, carilah tempat-tempat yang kondusif untuk konsentrasi bertilawah. Misalnya di masjid atau tempat yang bagi diri kita asing. Kondisi ini akan menjadikan kita lebih sejenak untuk hidup dengan diri sendiri membangun tarbiyyah qur'aniyyah di dalam diri kita.&lt;br /&gt;4. Sering-seringlah mengadukan keinginan untuk dapat bertilawah satu juz sehari ini kepada Allah yang memiliki al-Qur'an ini. Pengaduan kita kepada Allah yang sering, insya Allah menunjukkan kesungguhan kita dalam melaksanakan ibadah ini. Disinilah akan datang pertolongan Allah yang akan memudahkan pelaksanaan ibadah ini.&lt;br /&gt;5. Perbanyaklah amal saleh, karena setiap amal saleh akan melahirkan energi baru untuk amal saleh berikutnya. Sebagaimana satu maksiat akan menghasilkan maksiat yang llain jika kita tidak segera bertaubat kepada Allah. Jika kita saat ini sering berbicara tentang ri'ayah maknawiyyah (memperkaya jiwa), maka sesungguhnya pesan Imam Syahid ini adalah cara me- ri'ayah maknawiyyah yang paling efektif dan dapat kita lakukan kapan saja dan dimana saja. Ditinjau dari segi apapun, ibadah ini harus dilakukan. Bagi yang yakin akan pahala Allah, maka tilawah al-Qur'an merupakan sumber pahala yang sangat besar. Bagi yang sedang berjihad, dimana dia membutuhkan tsabat (keteguhan hati), nashrullah (pertolongan Allah), istiqomah, sabar dan lain sebagainya, al-Qur'an tempat meraih semua ini. Kita harus serius melihat kemampuan tarbawi dan ta'abbudi ini, agar kita tergugah untuk bangkit dari kelemahan ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala yang Harus Diwaspadai&lt;br /&gt;1. Perasaan menganggap sepele apabila sehari tidak membaca al-Qur'an, sehingga berdampak tidak ada keinginan untuk segera kembali kepada al-Qur'an.&lt;br /&gt;2. Lemahnya pemahaman mengenai keutamaan membaca al-Qur'an. Sehingga tidak termotivasi untuk mujahadah dalam istiqomah membaca al-Qur'an.&lt;br /&gt;3. Tidak memiliki waktu wajib bersama al-Qur'an dan terbiasa membaca al-Qur'an sesempatnya, sehingga ketika merasa tidak sempat ditinggalkannyalah al-Qur'an.&lt;br /&gt;4. Lemahnya keinginan untuk memiliki kemampuan ibadah ini, sehingga tidak pernah memohon kepada Allah agar dimudahkan tilawah al-Qur'an setiap hari. Materi do'a hanya berputar-putar pada kebutuhan keduniaan saja.&lt;br /&gt;5. Terbawa oleh lingkungan di sekelilingnya yang tidak memiliki perhatian terhadap ibadah al-Qur'an ini. Rasulullah bersabda, "Kualitas dien seseorang sangat tergantung pada teman akrabnya."&lt;br /&gt;6. Tidak tertarik dengan majlis-majlis yang menghidupkan al-Qur'an. Padahal menghidupkan majlis-majlis al-Qur'an adalah cara yang direkomendasikan Rasulullah agar orang beriman memiliki gairah berinteraksi dengan al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari Tidak Serius Menjalankannya&lt;br /&gt;1. Sedikitnya barokah dakwah atau amal jihadi kita, karena hal ini menjadi indikasi lemahnya hubungan seorang jundi pada Allah. Sehingga boleh jadi nampak berbagai macam produktivitas dakwah dan amal jihadi kita, namun dikhawatirkan keberhasilan itu justru berdampak menjadi hal-hal yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;2. Kemungkinan yang lain, bahkan lebih besar, adalah tertundanya pertolongan Allah SWT dalam amal jihadi ini. Kalau jihad salafusshalih saja tertunda kemenangannya hanya karena meninggalkan sunnah bersiwak (menggosok gigi), apalagi karena meninggalkan suatu amal yang bobotnya jauh lebih besar dari itu ? Oleh karena itu, masalah berinteraksi dengan al-Quran selalu disinggung dengan ayat-ayat jihad, seperti surat al-Anfaal dan al-Qitaal&lt;br /&gt;3. Terjauhkannya sebuah asholah (keaslian/orisinalitas) dakwah. Sejak awal dakwah ini dikumandangkan, semangatnya adalah dakwah bil qur'an. Bagaimana mungkin kita mengumandangkan dakwah bil qur'an kalau interaksi kita dengan al-Qur'an sangat lemah ?&lt;br /&gt;Bahkan sampai tak mencapai tingkat interaksi yang paling minim, sekedar bertilawah satu juz saja ?&lt;br /&gt;4. Terjauhkannya sebuah dakwah yang memiliki jawwul 'ilmi (nuansa keilmuan). Hakikat dakwah adalah meningkatkan kualitas keilmuan umat yang sumber utamanya dari al-Qur'an. Maka minimnya kita dengan pengetahuan ke –al-Qur'an- an akan sangat berdampak pada lemahnya bobot ilmiyyah diniyyah (keilmuan agama) kita. Dapat dibayangkan kalau saja setiap kader beriltizam dengan manhaj tarbiyyah yang sudah ada. Lebih khusus pada kader senior. Pasti kita akan melihat potret harokah dakwah ini jauh lebih cantik dan lebih ilmiyyah.&lt;br /&gt;5. Terjauhkannya sebuah dakwah yang jauh dari asholatul manhaj. Bacalah semua kitab yang menjelaskan manhaj dakwah ini. Khususnya kitab Majmu'atur rosail (diterjemahkan oleh Ustadz Anis Matta dalam bahasa Indonesia dengan judul "Risalah Pergerakan") ! Anda akan dapatkan begitu kental dakwah ini memberi perhatian terhadap interaksi dengan al-Qur'an. Tidakkah kita malu ber-intima' (menyandarkan diri) pada dakwatul ikhwah, namun kondisi kita jauh dari manhaj-nya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita tergugah dengan tulisan ini, agar kita lebih serius lagi melaksanakan poin pertama daripada wajibatul akh (kewajiban aktifis muslim) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ustadz Al-Hafidz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-1774113334931485203?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/1774113334931485203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/mengapa-harus-satu-juz-setiap-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1774113334931485203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1774113334931485203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/mengapa-harus-satu-juz-setiap-hari.html' title='Mengapa Harus Satu Juz Setiap Hari ?'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3-po58GDBI/AAAAAAAAANw/7b-YFZTQ37I/s72-c/qrn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-277118633035353236</id><published>2010-02-18T05:02:00.000-08:00</published><updated>2010-02-18T05:02:31.441-08:00</updated><title type='text'>Kumpulan Kata-Kata Bijak</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5439567933108112034" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S306NxCDyqI/AAAAAAAAANk/oESi09zOADk/s200/bjk.jpeg" width="171" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih bercahaya daripada berlian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, sedangkan berpikir tanpa belajar adalah berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berjiwa besar teguh pendiriannya, tetapi tidak keras kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulurkan cintamu karena Tuhanmu dan tariklah cintamu karena Tuhanmu, anda tentu tak akan kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta indah seperti bertepuk dua tangan, tak akan indah jika hanya sebelah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naluri berbicara kita akan mencintai yang memuja kita, tetapi tidak selalu mencintai yang kita puja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihatlah ke atas untuk urusan akhiratmu dan melihatlah ke bawah untuk urusan duniamu maka hidup akan tenteram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang oprimis akan melihat adanya kesempatan dalam setiap malapetaka, sedangkan orang pesimis melihat malapetaka dalam setiap kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, boleh jadi manusia itu mencintai sesuatu yang membahayakan dirinya atau membenci sesuatu yang bermanfaat baginya. Mohonlah petunjuk-Nya.&lt;br /&gt;Sahabat yang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda, bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata anda.Bekerja atas dorongan cinta akan terasa senang tiada jemu dan lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat baiklah kepada orang lain seperti berbuat baik kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang besar bukan orang yang otaknya sempurna tetapi orang yang mengambil sebaik-baiknya dari otak yang tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbaiki diri adalah alat yang ampuh untuk memperbaiki orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang tidak mencintai anda janganlah dia anda benci, karena mungkin akan tumbuh benih cinta kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta akan menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya, tetapi tanpa gilasan cinta, hidup tiada terasa indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap andalah yang yang akan mengangkat anda dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan seseorang akan banyak berarti jika mulai dari diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkataan, tidak mengapa anda merendahkan diri, tetapi dalam aktivitas tunjukkan kemampuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegas berbeda jauh dengan kejam. Tegas itu mantap dalam kebijaksana sedangkan kejam itu keras dalam kesewenang-wenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rasa cinta itu tak terbalas maka bersukurlah, karena anda akan dipilihkan Allah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Watak keras belum tentu bisa tegas, tetapi lemah lembut tak jarang bisa tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat orang yang berlilmu tinggi adalah merendahkan hari kepada manusia dan takut kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang baik adalah nasehat terbaik (Fuller)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti (John Gardne)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. – Bung Karno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri. – Mary Mccarthy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. – Nabi Muhammad Saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan- kepentingan yang lebih besar. – La Roucefoucauld&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. – Benjamin Franklin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain. – Cicero&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. – Dale Carnegie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat. – George Downing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer. – Sydney Harris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah. – Nabi Muhammad Saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. – William Feather&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang paling baik. – Robert Hall&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri. – Martin Vanbee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi. – Ernest Newman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak. – Aldus Huxley&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. – Schopenhauer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. – Andrew Jackson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. – Evelyn Underhill&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan. – Johan Wolfgang Goethe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan. – Sir Francis Bacon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya; tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walaupun bagaimana besarnya. – Jalinus At Thabib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putus-nya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu. – Marcus Aurelius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain. – Thomas Hardy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaca, porselen dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa meninggalkan bekas yang nampak. – Benjamin Franklin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keramahtamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih. – Lao Tse&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah. – Abu Bakar Sibli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan; tetapi kalau kita sabar, kita segera akan melihat bentuk aslinya. – Joseph Addison&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain. – William Wordsworth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah. – Kahlil Gibran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya. – Alexander Pope&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman sejati adalah ia yang meraih tangan anda dan menyentuh hati anda. – Heather Pryor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. – Thomas Alva Edison&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan; dan saya percaya pada diri saya sendiri. – Muhammad Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh. – Confusius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah. – Abu Bakar Sibli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis; dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum. – Mahatma Gandhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. ~ Nabi Muhammad SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. ~ Nabi Muhammad SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. ~ Nabi Muhammad SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. ~ Nabi Muhammad SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal. ~ Imam Al Ghazali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~ Khalifah ‘Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. ~ Ibnu Mas’ud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. ~ Khalifah ‘Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. ~ Ibnu Mas’ud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. ~ Khalifah ‘Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. ~ Khalifah ‘Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. ~ Khalifah ‘Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. ~ Bediuzzaman Said Nursi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa. ~ Bediuzzaman Said Nursi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. ~ Bediuzzaman Said Nursi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. ~ Bediuzzaman Said Nursi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. ~ Bediuzzaman Said Nursi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya. ~ Johann Wolfgang von Goethe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. ~ Johann Wolfgang von Goethe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran. ~ Johann Wolfgang von Goethe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. ~ Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian. ~ Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang. ~ Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya – langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya. ~ Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan rendah hati. ~ Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri. ~ Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna. ~ Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung. ~ Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung. ~ Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, engkau adalah seorang raja penguasa dunia. Semua orang menunjukkan kesetiaannya padamu! Lalu bagaimana? Esok kamu akan di baringkan di kubur sebagai rumahmu. Dan dari segala arah, orang-orang akan melemparkan debu ketubuhmu menutupimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun engkau dijadikan raja penguasa dunia, engkau tidak akan lari dari kematian, dan meninggalkan dunia untuk para musuhmu walaupun hari ini wajahmu tersenyum, esok hal itu pasti akan membuatmu bersedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat manusia datang kedunia lalu pergi jauh, Dunia dan harta selalu berpindah, dengan sayap-sayap yang sama untuk terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia tidak tetap dengan seorang yang hidup di mana pun, juga tidak ada seorang pun yang hidup selamanya menikmati kesenangannya, kematian dan penderitaannya bagaikan dua ekor kuda yang berlari cepat ke arah manusia, untuk menginjak-injak mereka dan melahap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai bodoh, yang terpedaya oleh daya tarik dunia! Pikirkanlah dan ambillah sesuatu (kebaikan) dari dunia ini untuk, menolongmu di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersesat dalam kelalaian, sedang kematian bergerak kearahku, semakin lama semakin mendekat. Jika aku tidak mari hari ini, aku pasti mati esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku manjakan tubuhku dengan pakaian-pakaian halus dan mewah, sedikit berpikir bahwa itu akan membusuk dan hancur dalam kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bayangkan tubuhku remuk menjadi debu dalam lubang kubur, Di bawah gundukan tanah. Keindahan tubuhku akan berangsur-angsur hilang, sedikit demi sedikit berkurang hingga tinggallah kerangka, tanpa kulit dan daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat detik-detik kehidupan lambat laun habis, namun keinginan-keinginanku masih belum terpenuhi. Suatu perjalanan panjang terbentang di hadapanku, sedangkan aku tiada bekal untuk jalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menentang Tuhanku, melanggar perintah-perintah-Nya terang-terangan, sementara Ia mengawasiku setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh! Aku memperturutkan hatiku dalam perbuatan-perbuatan yang memalukan! Ah! Apapun yang telah terjadi tak dapat dihapuskan dan waktu bila telah berlalu tidak dapat ditarik kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah! Aku berdosa secara rahasia, tidak pernah orang laun mengetahui dosa-dosaku yang mengerikan. Tetapi esok, rahasia dosa-dosaku ditampakan dan dipertunjukan kepada Tuhanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah! Aku berdosa terhadap-Nya, walaupun hati merasa takut, namun aku sangat mempercayai ampunan-Nya yang tak terbatas, aku ber-dosa dan tak tahu malu, dengan berani bergantung kepada ampunan-Nya yang tak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa lagi selain Dia, yang akan mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya Ia patut bagi segala pujian! Seandainya tidak ada adzab setelah kematian. Tiada janji akan surga, tiada ancaman akan neraka. Kematian dan kebusukan cukup sebagai peringatan, agar kita menjauhi sia-sia. Namun akal kita bebal. Kita tidak mengambil peringatan apa pun. Sekarang tiada harapan lagi bagi kita, kecuali Yang Maha Pengampun mengampuni dosa-dosa kita, karna bila seorang hamba berbuat salah, hanyalah Tuhannya, tanpa seorangpun yang mengampuninya tak diragukan lagi aku adalah yang terburuk dari semua hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang menghianati perjanjianku dengan Tuhanku yang dibuat di keabadian. Dan, adalah hamba yang cakap yang janji-janjinya tak berarti. Tuhanku, akan bagaimanakah nasibku, ketika api membakar tubuhku? Api yang melelehkan batu yang paling keras!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah! Aku sendiri ketika dibangkitkan dari kubur (tanpa seorangpun yang menolongku pada hari itu). Wahai Engkau, Yang Maha Esa yang tiada sekutu terhadap keagungan-Mu. Belas kasihanillah kesendirianku, karna ditinggalkan oleh segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh jalanan paling licin yang bahkan kaki ulamapun tergelincir di atasnya adalah ketamakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada yang lebih baik dari dua kebaikan : Beriman pada Allah dan bermanfaat bagi manusia. Tiada yang lebih buruk dari dua kejahatan : Syirik pada Allah dan merugikan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tanda kesempurnaan iman : Kalau marah, marahnya tidak keluar dari kebenaran. Kalau senang, senangnya tidak membawanya pada kebatilan. Ketika mampu membalas, ia memafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertipulah yang melakukan tiga perkara : Membenarkan apa yang tak terjadi, mengandalkan orang yang tidak dipercaya, dan menghasratkan apa yang tak dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengannya Allah kuburkan kedengkian; Dengannya Allah padamkan permusuhan; Melaluinya diikat persaudaraan; Yang hina dimulyakan. Yang tinggi direndahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi rezeki dengan tulus, berbakti pada orang tua, berbuat baik pada sesama, mengubah duka menjadi bahagia dan menambah usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ilmu ada pokok bahasannya. Pokok bahasan ilmu para Nabi adalah manusia… Mereka datang untuk mendidik manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang paling baik adalah orang yang kita harapkan kebaikannya dan kita terlindung dari keburukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang dapat empat hal, ia dapat kebaikan dunia akhirat: Hati yang bersyukur, lidah yang berzikir, badan yang tabah pada cobaan, dan pasangan yang setia menjaga dirinya dan hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi ditanya bermanfaatkah kebajikan setelah dosa? Ia menjawab: Taubat membersihkan dosa, kebaikan menghapuskan keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Paling baik adalah orang yang dermawan dan bersyukur dalam kelapangan, yang mendahulukan orang lain, bersabar dalam kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga manusia tidak akan dilawan kecuali oleh orang yang hina: orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya, orang cerdas cendikia dan imam yang adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada musibah yang ,ebih besar daripada meremehkan dosa-odsamu dan merasa ridho dengan keadaan rohaniahmu sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati Adalah Ladang. Sesungguhnya setengah perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam, dan lebih panas daripada bara. Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karna jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik), niscaya tumbuh sebahagiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. (Sayidina Abu bakar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan iaitu: Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau; hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau; hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau; adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna (Sayidina Abu Bakar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. (Sayidina Umar bin Khattab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya. Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. (Sayidina Umar bin Khattab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima? (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu’. Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia. Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur’an tanpa mengambil pangajaran daripadanya. Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara’. Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi. Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki. Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan. Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara’, sedang orang yang tidak wara’ itu bererti hatinya mati. (Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah: Hatinya selalu berniat suci. Lidahnya selalu basah dengan zikrullah. Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa). Segala perkara dihadapaiya dengan sabar dan tabah. Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. (Sayidina Utshman bin Affan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inspiring from http://ronggo.web.id/kumpulan-kata-kata-bijak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-277118633035353236?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/277118633035353236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/kumpulan-kata-kata-bijak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/277118633035353236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/277118633035353236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/kumpulan-kata-kata-bijak.html' title='Kumpulan Kata-Kata Bijak'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S306NxCDyqI/AAAAAAAAANk/oESi09zOADk/s72-c/bjk.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-1654578684618279596</id><published>2010-02-16T22:03:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T22:03:56.295-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Penyesalan Selalu Datang Belakangan??</title><content type='html'>&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5439088994809612386" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3uGn41dCGI/AAAAAAAAANg/iBDKHf_-w-4/s200/sesal.jpeg" width="186" /&gt;&lt;/a&gt;Aku benar – benar larut dalam penyesalan yang tiada akhir. Kenapa penyesalan selalu datang belakangan? Kenapa? Ya tuhan, kenapa engkau ambil kakakku begitu cepat? Aku beum mempunyai kesempatan meminta maaf padanya. Ingin sekali aku menggugatmu tuhan… astaghfirullah.. maafkan hambamu yang hina ini, yang tidak pantas untuk menggugat kebesaranmu.&lt;br /&gt;Tepat satu minggu yang lalu kakakku meninggalkan dunia yang fana ini menutup mata untuk selama – lamanya. Aku tak tahu ternyata penyakit yang diderita kakakku begitu parah, ah.. leukimia yang menggerogoti kekebalan tubuhnya. Saat itu aku tengah bersenang – senang memakai putaw bersama teman – temanku. Aku sempat dihubungi oleh ayah, kalau kakakku dibawa kerumah sakit, tapi apa peduliku,!! Aku benci, benci sekali dengan kakak! Aku muak!! Dia telah merebut segalanya dariku, kasih orang tua, perhatian kakek, hingga cinta kak bayu. Mengapa semuanya tertuju kepada kakak? Mengapa tak ada yang peduli padaku? Apasih istimewanya dia? Dia Cuma cewek ringkih, penyakitan dan sok alim. Sedangkan aku! Aku cukup cantik, gak penyakitan seperti dia! Tapi kenapa tidak ada yang peduli padaku? Ini sungguh tidak adil!!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Yah.. Cuma rangking tiga.. kapan ya aku dapat rangking satu..? nyebelin! Pasti Rima yang penyakitan itu kegirangan deh..kemarin aja IPnya 3,8. Waktu sekolah juga selalu dapat rangking satu. Kenapa sih aku tidak sepintar dia? Gerutuku dalam hati. Dengan gontai ku langkahkan kaki kekantin. Malas pulang kerumah, malas dibanding – bandingkan dengan kakak, malas melihat wajah – wajah sok suci mereka, malas...&lt;br /&gt;“Bang, baksonya satu ya..” pesanku pada bang Jo sambil mencari tempat duduk yang kosong. Nama panjang bang Jo adalah Bejo Wibowo, tapi minta dipanggil Jo. Katanya sih biar kerenan dikit, ah... ada – ada aja!.&lt;br /&gt;“Dim, selamat ya dapat rangking tiga, wah..dapat hadiah apanih dari Ortu?” Tanya Andien tiba – tiba sambil duduk disebelahku dan memesan bakso.&lt;br /&gt;“Ah, dapat hadiah apaan? Paling entar dibanding – bandingin sama Rima sipenyakitan. Dulukan dia selalu dapat rangking satu. Aku pengin banget mengalahkan dia, tapi kayaknya dia terlalu sempurna!” Jawabku sambil makan bakso.&lt;br /&gt;“Hei,hei.. jangan minder gitu donk!. Dibandingkan Rima, kamu lebih cantik kok, kamu juga supel. Dari pada BT, gimana kalau habis ini kamu ikut aku ke studio?&lt;br /&gt;Aku ada pemotretan, sekalian entar aku kenalin sama Fotografernya. Siapa tahu kamu bisa menjadi artis top. Ini juga buat pembuktian ke orang tuamu kalau kamu lebih segala – galanya dari kakakmu, gimana?” tawar Andien. “Boleh juga tuh” jawabku menerima tawaranya.&lt;br /&gt;Begitulah, sepulang sekolah aku mengantarkan Andien ke pemotretan dan aku dikenalkan dengan Mas Wahyu, sang fotografer. Kebetulan salah satu modelnya tidak dating. Alhasil aku yang disuruh untuk menggantikannya. Tanpa pikir panjang, akupun langsung menerima. Sejak saat itu pula aku dekat dengan mas Wahyu.&lt;br /&gt;Seiring berjalanya waktu akupun akrab dengan Putaw melalui mas Wahyu yang telah menjadi kekasihku. Tak kudengar nasehat orang tua yang khawatir melihat perubahanku yang mulai sering pulang malam dan memakai pakaian ketat dan mini, tak jarang aku tidak pulang kerumah, rumah layaknya neraka bagiku, apalagi melihat wajah pucat Rima, wajah yang lemah dan sok suci.&lt;br /&gt;Aku benar – benar heran dengan Rima, aku tahu persis bagaimana perasaannya pada kak Bayu, tapi kenapa cinta kak Bayu dia tolak? Ah, bodoh benar kakakku itu!. Sudah jelas – jelas mereka saling cinta, kenapa tidak diterima saja cinta kak Bayu? Aku yang dari dulu cinta sama kak Bayu malah bertepuk sebelah tangan, sampai sekarang aku masih mencintainya walaupun aku telah menjadi kekasih mas Wahyu.&lt;br /&gt;Akhir – akhir ini aku semakin jenuh saja melihat penapilan Rima, baju yang tambah besar, dan jilbab yang tambah lebar. Apakah karena memang ukuranya yang besar atau tubuhnya yang semakin menyusut? Aku tak tahu pasti dan tak mahu tahu!.&lt;br /&gt;Niali – nilai sekolahku berantakan, ah...bodo amat,yang penting aku bisa bersenang – senang. Apalagi sekarang aku sudah mempunyai penghasilan sendiri dari pemotretan. Aku senang melihat reaksi orang tuaku saat bertengkar denganku. Rasanya aku ingin membalas ketidak adilan mereka padaku, dan pada saat orang tuaku marah itulah aku merasa menang, walaupun menang dalam arti semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dim, bisa bicara sebentar?” ucap Rima kepadaku disuatu malam, aku menoleh sebentar. “ boleh “jawabku acuh tak acuh.&lt;br /&gt;“ Ehmm,, Kakak perhatikan sekarang kamu berubah ya Dim, sebenarnya ada apa? Kamu punya masalah? Kalau ada, cerita aja sama kakak, barangkali kakak bisa Bantu” katanya sok perhatian.&lt;br /&gt;Mual aku mendengarnya, kenapa sih ada orang sepertia dia. Berarti selama ini dia belum tahu apa penybab aku brutal kayak gini? Bushit!!&lt;br /&gt;“gak usah munafik deh, pakai pura – pura gak tahu, kakak tahu? Aku benci sama kakak, benci!, benci! Kenapa sih kakak jadi pusat perhatian? Kenapa gak ada yang peduli padaku? Ayah, ibu, kakek, sampai mas Bayu. Semuanya tertuju pada kakak! Kenapa kak?” Jawabku dengan marah. Tiba – tiba saja aku mengeluarkan kata – kata&lt;br /&gt;Itu tanpa mengontrol amarahku. Mungkin memang sekarang saatnya aku mengutarakan semua kekesalanku padanya. Sesaat kulihat wajahnya tampak kaget dengan pengakuanku.&lt;br /&gt;“Dik Dima, kakak ga bermaksud begitu. Kamu tahu ? kakak begitu iri padamu, wajah yang cantik, tubuh yang sehat dan ga penyakitan kayak aku, punya banyak teman dan bebas berbuat apa saja yang kamu suka. Sedangkan kakak? Kakak Cuma bisa dirumah ditemani obat-obatan. Kamu harusnya bersyukur Dik, jangan malah menggunakan ini.............” kata Rima sambil mengacungkan sesuatu. Ah,putawku !!!&lt;br /&gt;“Kak !! Kakak apa-apaan sih ?! Kakak bener-bener keterlaluan ya ! ga semestinya kakak berbuat kayak gini, ambil barang orang seenaknya .!” Teriakku marah. “Kakak tahu ini tidak sopan, kakak telah berani masuk kekamarmu tanpa ijin, tapi suatu saat kamu akan tahu kalau barang haram ini hanya akan merusak hidupmu dan kamu juga akan tahu kalau kakak sangat sayang padamu...............”&lt;br /&gt;Aku tidak tahu apa lagi yang diucapkan Rima sambil menangis itu. Yang aku tahu,aku elah pergi meninggalkan neraka. Tega benar kakak ku yang sok suci itu, berani –beraninya ngacak-ngacak kamarku, mengambil putauku lagi. Aku ingin pergi dari tempat yang mengerikan itu sejauh-jauhnya dan aku tidak akan kembali lagi. Aku ingin terbang bebas seperti burung-burung di udara, ga akan ada lagi orang-orang yang membanding-bandingkanku dengan si penyakitan.&lt;br /&gt;Sekarang aku hanya bisa menyesali kepergianku malam itu, ternyata malam itu adalah terakhir kalinya aku bertemu dengan kak Rima. Setelah aku pergi kak Rima jatuh pingsan dan sesampainya dirumah sakit nyawanya tak tertolong lagi,karena tanpa sepengetahuan keluarga ternyata jantung kak Rima lemah. Semua kenanganku denganya kembali berseliweran dari kepalaku. Saat kami berebutan boneka, saat menertawakan kak rima dengan puas ketika jatuh dari sepeda, saat aku minta digendong ayah, saat kami belepotan kena tepung ketika membantu ibu bikin kue, saat kami main petak umpet dengan kakek, saat...&lt;br /&gt;Ah. Tenyata egitu banyak kenanganku denganya. Aku menangis tanpa kusadari, aku sangat sayang padanya, sangat sayang. Namun, mengapa hati ini selalu iri padanya?&lt;br /&gt;Mengapa hati ini begitu mudah terbujuk oleah rayuan setan?&lt;br /&gt;Tanpa sadar aku melangkah kaki ini kekamarnya. Aku menemukan buku diary di lacinya. Lalu kubuka perlahan dan kubaca kata demi kata, aku tergugu membaca tulisanya, tentang perasaannya kepada kak Bayu, tentang perasaanya padaku. Sekarang aku tahu alasannya kenapa dia gak mau pacaran dengan kak Bayu. Tenyata dia ingin menjaga perasaanku, karena dia telah tahu kalau aku pun mencintai kak Bayu. Belakangan aku ketahui selain untuk menjaga perasaanku, tenyata dia juga tidak ingin melanggar perintahnya, sehingga dia tidak maupacaran dengan kak Bayu.&lt;br /&gt;Ternyata……… betapa dia menyayangiku.&lt;br /&gt;Ternyata……… betapa dia tidak ingin meninggalkan dunia sebelum&lt;br /&gt;melihatku mengenakkan jilbab seperti dirinya.&lt;br /&gt;Ternyata……… betapa dia mencintaiku melebihi cintanya pada kak Bayu&lt;br /&gt;Ternyata……… betapa sedih melihat kebrutalanku selama ini…&lt;br /&gt;Ternyata……… betapa merindukan saat – saat bersamaku.&lt;br /&gt;Ternyata……… !!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;Ah, mengapa penyesalan selalu datang belakangan? Kembali aku ingin menggugat Allah yang telah memanggilnya begitu cepat, tapi apalagi dayaku? Aku hanya manusia yang lemah, dan dia adalah sang penciptayang agung. Aku hanya bisa meratapi penyesalanku. Betapa aku menyesali semua ini, sekarang yang bisa aku lakukan hanyalah memenuhi keinginannya padaku agar aku mengenakan jilbab dan berubah. aku harap di tesenyum di surganya ketika melihat perubahanku. Tapi ada pertanyaan yang belum tejawab sampai saat ini, mengapa penyesalan selalu datang belakangan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inspiring from http://theredsq.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-1654578684618279596?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/1654578684618279596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/mengapa-penyesalan-selalu-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1654578684618279596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1654578684618279596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/mengapa-penyesalan-selalu-datang.html' title='Mengapa Penyesalan Selalu Datang Belakangan??'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3uGn41dCGI/AAAAAAAAANg/iBDKHf_-w-4/s72-c/sesal.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-5250303970477379954</id><published>2010-02-16T19:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T19:22:29.612-08:00</updated><title type='text'>Suara Hati Akhwat : Sudah Siapkah Antum Ta’aruf Pada Kami......?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5439046404437746754" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3tf4zVgpEI/AAAAAAAAANY/fuBJuayYA0c/s200/akhwt.jpeg" width="149" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tulisan dari blog ttg d MP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki&lt;br /&gt;dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan&lt;br /&gt;bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang&lt;br /&gt;paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa&lt;br /&gt;diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal&lt;br /&gt;[Q.S, Al-Hujuraat:13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menganugrahkan pada kita perasaan suka pada lawan jenis,&lt;br /&gt;dan itu dibenarkan oleh syari’at, bahkan dianjurkan utk menyalurkan&lt;br /&gt;perasaan tsb dlm pernikahan. Saat perasaan tsb muncul pd seseorang,&lt;br /&gt;maka Islam menganjurkan utk dibingkai dlm rangka ibadah pada Allah&lt;br /&gt;yaitu dlm sebuah pernikahan. Untuk menuju proses kesana ada sebuah&lt;br /&gt;proses untuk ‘mengenal’ lebih dalam calon istri/suami, yaitu proses&lt;br /&gt;ta’aruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses ’ta’aruf’ merupakan suatu proses awal menuju proses selanjutnya,&lt;br /&gt;yaitu khitbah dan akhirnya sebuah pernikahan. Memang tidak semua sukses&lt;br /&gt;sampai tahap itu. Sang Sutradaralah yang mengatur. Semua adalah&lt;br /&gt;skenario dan rekayasaNya. Manusia hanya berencana dan ikhtiar,&lt;br /&gt;keputusan tetap dalam genggamanNya. Tapi kita manusia juga diberi&lt;br /&gt;pilihan. Hidup adalah pilihan. Namun tetap Allah Yang Maha Menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses ta’aruf ini demi menjaga perasaan kami para akhwat, Umi&lt;br /&gt;ingin titip pesan pada para ikhwan yang sdh memutuskan hendak&lt;br /&gt;melontarkan perkataan ’ta’aruf’ pada seorang akhwat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para ikhwan, pikirkanlah baik-baik, matang-matang, dan masak-masak&lt;br /&gt;sebelum menawarkan sebuah jalinan bernama ta’aruf. Jangan mudah&lt;br /&gt;melontarkannya jika tak ada komitmen dan kesungguhan untuk&lt;br /&gt;meneruskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengertilah keadaan kami para akhwat. Antum tahu, bahwa sifat kami para&lt;br /&gt;akhwat itu lebih sensitif. Akhwat mudah sekali terbawa perasaan.&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, diakui atau tidak, akhwat adalah makhluk suka&lt;br /&gt;disanjung, suka diberi pujian apalagi diberi perhatian lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kata ta’aruf atau mungkin khitbah itu keluar dari lisan seorang&lt;br /&gt;lelaki baik dan sholih seperti antum, tak ada alasan bagi kami untuk&lt;br /&gt;menolak. Karena kami para akhwat diperintahkan oleh Rasulullah utk&lt;br /&gt;menerima bila ada seorang yg bagus agama dan akhlaqnya datang pada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, tolong tanyakan lagi pada diri antum, apakah kata-kata itu&lt;br /&gt;memang keluar dari lubuk hati antum yang terdalam? Apakah antum sudah&lt;br /&gt;memohon petunjuk kepada yang Maha Menguasai Hati? Apa antum benar-benar&lt;br /&gt;siap (ilmu, iman, mental, fisik, materi, dll) untuk menjalin ikatan&lt;br /&gt;suci bernama pernikahan? Sekali lagi, berhati-hatilah dengan kata&lt;br /&gt;ta’aruf, karena ta’aruf adalah gerbang menuju pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, dalam menjalani proses ’ta’aruf’, biasanya memerlukan&lt;br /&gt;sebuah rentang waktu tertentu. Bila diibaratkan ta’aruf adalah pintu&lt;br /&gt;halaman ruman antum dan pernikahan adalah pintu rumah antum, kemudian&lt;br /&gt;timbul pertanyaan, berapa jauhkah jarak pintu gerbang menuju pintu&lt;br /&gt;rumah antum? padahal selama perjalanan akan banyak cobaan menghadang,&lt;br /&gt;bunga-bunga indah di halaman rumah antum bisa membuat kami terpesona,&lt;br /&gt;kolam ikan yang indah juga membuat kami terlena. Ingin sekali kami&lt;br /&gt;memetiknya, ingin sekali kami berlama-lama di sana menikmati keindahan&lt;br /&gt;dan kenikmatan yang antum sajikan. Tapi itu semua belum halal bagi&lt;br /&gt;kami. Kami para akhwat ingin segera mencapai sebuah keberkahan, tapi di&lt;br /&gt;tengah jalan antum menyuguhkan keindahan-keindahan yang membuat kami&lt;br /&gt;lupa akan tujuan semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih menyakitkan lagi jika antum membuka gerbang itu lebar-lebar dan&lt;br /&gt;kamipun menyambut panggilan antum dengan hati berbunga-bunga. Tapi&lt;br /&gt;setelah kami mendekat dan sampai di depan pintu rumah antum, ternyata&lt;br /&gt;pintu rumah antum masih tertutup. Bahkan antum tak berniat&lt;br /&gt;membukakannya. Saat itulah hati kami hancur berkeping-keping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua harapan terangkai, tapi kini semua runtuh tanpa sebuah&lt;br /&gt;kepastian. Atau mungkin antum akan membukakannya, tapi kapan? Antum&lt;br /&gt;bilang jika saatnya tepat. Lalu antum membiarkan kami menunggu di teras&lt;br /&gt;rumah dengan suguhan yang membuat kami kembali terbuai, tanpa ada&lt;br /&gt;sebuah kejelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan kami berlama-lama di halaman rumah antum jika memang&lt;br /&gt;antum tak ingin atau belum siap membukakan pintu untuk kami. Kami akan&lt;br /&gt;segera pulang karena mungkin saja salah alamat. Siapa tahu rumah antum&lt;br /&gt;memang bukan tempat berlabuhnya hati kami. Ada rumah lain yang siap&lt;br /&gt;menjadi tempat bernaung dari teriknya matahari dan derasnya hujan di&lt;br /&gt;luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami para akhwat tak ingin mengkhianati calon suami kami yang&lt;br /&gt;sebenarnya. Di istananya ia menunggu calon bidadarinya. Menata&lt;br /&gt;istananya agar tampak indah. Sementara kami berkunjung dan berlama-lama&lt;br /&gt;di istana orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi, sebelum ijab qobul itu keluar dari lisan antum, cinta sebelum&lt;br /&gt;nikah (baca:nafsu) adalah cobaan. Cinta yg tdk halal itu akan cenderung&lt;br /&gt;untuk mengajak berbuat maksiat. Langkah-langkah syetan yang akan&lt;br /&gt;menuntunnya. Kita tentunya tdk mau memakai label ‘ta’aruf untuk&lt;br /&gt;membungkus suatu kemaksiatan bukan? tolong hargai kami sebagai saudara&lt;br /&gt;antum. Kami para akhwat bukan kelinci percobaan. Kami punya perasaan&lt;br /&gt;yang tidak berhak antum buat ’coba-coba’. Pikirkanlah kembali. Mintalah&lt;br /&gt;petunjukNya. Jika antum memang sudah siap dan merasa mantap, segera&lt;br /&gt;jemput kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu lagi yang perlu antum perhatikan adalah bagaimana cara antum&lt;br /&gt;menjemput. Tentunya kita menginginkan kata ’berkah’ di awal, di tengah,&lt;br /&gt;sampai di ujung pernikahan bukan? Hanya Ridho dan keberkahanNya lah&lt;br /&gt;yang menjadi tujuan. Pilihlah cara yang tepat dan berkah. Jika antum&lt;br /&gt;sudah merasa mantap, jika antum yakin yakin bahwa dialah bidadari yang&lt;br /&gt;akan menghias istana antum, jemput kami segera dg cara yang ahsan,&lt;br /&gt;tepat dan berkah agar bahtera rumah tangga antum berjalan di atas ridho&lt;br /&gt;dan keberkahanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pesan ini bisa menjadi bahan renungan antum, para ikhwan, calon&lt;br /&gt;qowwam kami dalam mengarungi bahtera rumah tangga Islami yang akan&lt;br /&gt;melahirkan generasi rabbani penyeru dan pembela agama ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…….dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan&lt;br /&gt;laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)….[Q.S,&lt;br /&gt;An-Nuur:26]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alamBishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;inspiring from http://aslamiyah.cybermq.com/post/detail/9892/sudah-siapkah-antum-tarsquo;aruf-pada-kami&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-5250303970477379954?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/5250303970477379954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/suara-hati-akhwat-sudah-siapkah-antum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/5250303970477379954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/5250303970477379954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/suara-hati-akhwat-sudah-siapkah-antum.html' title='Suara Hati Akhwat : Sudah Siapkah Antum Ta’aruf Pada Kami......?'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3tf4zVgpEI/AAAAAAAAANY/fuBJuayYA0c/s72-c/akhwt.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-7347853466744072383</id><published>2010-02-15T02:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T21:58:37.358-08:00</updated><title type='text'>Contoh SURAT KUASA</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5438420448679332146" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3kmlYbAiTI/AAAAAAAAANU/agKKEPxegxw/s320/sk.jpeg" width="244" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;SURAT KUASA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Yang bertanda tangan dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : ETY ZUNAIDAR&lt;br /&gt;Jenis Kelamin &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;: Wanita&lt;br /&gt;Tempat Tanggal Lahir &amp;nbsp;: Medan, 21 Juni 1973&lt;br /&gt;Alamat &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Cipondoh Makmur Blok E. IV/01&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;RT 07/05 Kel. Cipondoh Makmur. Kec. Cipondoh&lt;br /&gt;No. KTP &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : 32.75.02.1002.08617.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan kuasa kepada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : IRAWANSYAH HASIBUAN &lt;br /&gt;Alamat &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;: Puri Dewata Indah Blok. Ag. No. 27&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; RT. 03/02 Cipondoh Tangerang.&lt;br /&gt;No. KTP &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : 367.105.13.00.02&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengambilan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu Buah Yunit : BPKB Mobil Suzuki Baleno &lt;br /&gt;Nopol : B. 2628 YH&lt;br /&gt;Warna : Abu-abu Metalik &lt;br /&gt;No. Mesin : G168-ID- 602036 &lt;br /&gt;No. Angka : MHDSY416VJ-102036. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Surat Kuasa ini saya buat untuk dipergunakan sebagaimana semestinya.&lt;br /&gt;Jakarta, 20 Agustus 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Yang Diberi Kuasa &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Yang Memberikan Kuasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( IRAWANSYAH HASIBUAN ) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; ( ETY ZUNAIDAR )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://yudhim.blogspot.com/2008/01/contoh-surat-kuasa.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-7347853466744072383?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/7347853466744072383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/contoh-surat-kuasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7347853466744072383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7347853466744072383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/contoh-surat-kuasa.html' title='Contoh SURAT KUASA'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3kmlYbAiTI/AAAAAAAAANU/agKKEPxegxw/s72-c/sk.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-4671363195326622914</id><published>2010-02-15T02:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T02:17:55.290-08:00</updated><title type='text'>Alamat AIRLINES dan Informasi Pemesanan Tiket</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5438411927603528546" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="134" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3ke1Y8OQ2I/AAAAAAAAANQ/hPDV9oDtMaw/s200/pswt.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;1. INDONESIA AIR ASIA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Terminal 1A Off. Management Building Bandara Soetta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 80899099&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hotline Service: 08041 333 333&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.airasia.com&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;2. SRIWIJAYA AIR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jl. Pangeran Jayakarta No.68 Biok C. 15-16,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 6405566, 6396006, 6125566&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.sriwijayaair-online.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;3. BATAVIA AIR&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jl. Ir.H. Juanda No.15 Jakarta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 3840888, 3864338&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.batavia-air.co.id&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;4. KARTIKA AIRLINES&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Wisma Intra asia&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;JI. Prof. Dr Soepomo, SH. No. 58 Jakarta 12870&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 8370 3200&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hotline Service: 0804 1101 101&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.kartika-airlines.com&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;5. TRAVEL EXPRESS AVIATION SERVICES&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sukarjo Wiryopranoto No. 28/3, Jakarta 10710&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 3451888&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;6. DERAYA&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Terminal Building lst Floor&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Halim Perdanakusuma No.150/HT Jakarta - 13610&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 80899505, 80899515&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.deraya.co.id&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;7. LION MENTARI AIRLINES&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Lion Air Tower, Jl. Gajah Mada No. 7, Jakarta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 63798000, 63871111&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hotline Service: 08041778899&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.lionair.co.id&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;8. TRIGANA AIR SERVICE&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Komplek Puri Sentra Niaga, Jl. Wiraloka&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Blok D 68-70, Kalimalang Jakarta — 13620&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 8604867-70.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.trigana-air.com&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;9. DIRGANTARA AIR SERVICES&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Terminal Halim Perdanakusuma Lt 2 No.229 Jakarta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 8093372&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;10. MANDALA AIRLINES&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jl. Tomang Raya Kav. 33-37, Jakarta 11440&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Call Center: Telp. (021) 5671555&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.mandalaair.com&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;11. PELITA AIR SERVICE&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jl. Abdul Muis 52-56, Jakarta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 2312030&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.pelita-air.com&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;12. EFATA PAPUA AIRLINES&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Menara DEA Lt.10 Ruang 1002, Kawasan Mega Kuningan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jakarta-12950&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 5763030&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;contact center: 0804-11-33282&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.airefata.com&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;13. MERPATI NUSANTARA&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Gedung Merpati, Jl. Angkasa Blok B 15, KV2-3, Jakarta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 6546789&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hotline Service : 08001012345&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.merpati.co.id&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;14. WINGS AIR&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Lion Air Tower, JI. Gajah Mada No.7, Jakarta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 63798000, 63871111&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hotline Service: 08041778899&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;htttp://www.wingsair.co.id&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;15. GARUDA INDONESIA&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Gedung Garuda,Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp. (021) 23519999&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hotline Service 08071807807&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.garuda-indonesia.com&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;16. RIAU AIRLINES&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jl. Jend. Sudirman No. 474 Pekanbaru, Riau-28125&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Telp (0761) 855333.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;://www.riau-airlines.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;sumber : http://id.shvoong.com/newspapers/indonesia/1872644-alamat-airlines-dan-informasi-pemesanan/&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-4671363195326622914?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/4671363195326622914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/alamat-airlines-dan-informasi-pemesanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4671363195326622914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4671363195326622914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/alamat-airlines-dan-informasi-pemesanan.html' title='Alamat AIRLINES dan Informasi Pemesanan Tiket'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3ke1Y8OQ2I/AAAAAAAAANQ/hPDV9oDtMaw/s72-c/pswt.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-9202546481084412185</id><published>2010-02-14T08:13:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T01:47:20.419-08:00</updated><title type='text'>13 Cara Seni Menaikkan Pengunjung Blog</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5438404452574936578" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3kYCSShvgI/AAAAAAAAANM/5o7S_4LXGPY/s200/blog.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Blog sebagai salah satu media share / berbagi saat ini menjadi salah satu kebutuhan yang sudah sangat diminati. Di dalamnya banyak terkandung berbagai macam share dan curahan hati berupa pengalaman, pengetahuan, tips serta berbagi motivasi dan inspirasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alangkah bahagia dan bangga (bukan takabur) apabila blog kita dikunjungi para visitor/ pengunjung dari para sahabat blogger atau pengunjung dari tanah air tercinta, syukur-syukur dari manca negara. Saya rasa tidak ada kebahagiaan dan kegembiraan yang dapat menandingi itu. Dengan adanya pengunjung, kita merasa “ada” dan tidak sendiri di dunia maya ini. Pengunjung merupakan teman sekaligus sahabat dekat kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengunjung yang baik meninggalkan bukan saja sekedar komentar, pertanyaan namun juga kritik membangun dan saran demi peningkatan kualitas blog kita. Tak jarang mereka malah memberikan motivasi dan ungkapan-ungkapan semangat kepada kita. Satu hal yang bahkan mungkin tidak dilakukan oleh sahabat kita di dunia nyata.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin kita akan merasa sendiri, asing dan pesimis saat blog kita sepi pengunjung seperti yang pernah saya alami dahulu. Namun percayalah, seiring dengan waktu blog kita akan dikunjungi para tamu istimewa. Merekalah sahabat dan teman dekat kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, sekarang bagaimana sih caranya agar visitor/pengunjung blog kita semakin naik naik ke puncak gunung? Karena sebagus apapun blog kita kalau sepi pengunjung ya ibarat pohon : “Rindang Namun Tak Berbuah.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap blogger tentu mempunyai teknik dan trik tersendiri untuk menaikkan jumlah pengunjung. Itulah sebabnya cara menaikkan pengunjung tergolong seni. Seni menaikkan pengunjung blog, artinya setiap blogger mempunyai cara, strategi, trik dan segudang metode yang unik dan mungkin tidak dilakukan oleh blogger lainnya buat menaikkan pengunjung. Maka saya yang masih tergolong muda dalam ngeblog hanya bisa berbagi sedikit pengalaman dalam menarik jumlah pengunjung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut pengalaman saya ada 13 cara seni menaikkan jumlah pengunjung blog kita (wuih….angka keramat ya). Semua langkah ini sudah berusaha saya lakukan, namun jujur ada beberapa yang belum saya lakukan karena keterbatasan saya. Ke 13 cara seni menaikkan pengunjung yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Postingan yang Pas Berkualitas&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Blog yang isinya berkualitas tidak asal copas, bermanfaat dan banyak yang membutuhkan tentu banyak dicari dan dikunjungi visitor, termasuk tips-tips tertentu. Contohnya blognya Mas Dwi (Komunitasblog.info) ramai pengunjung. Tiap hari ada saja pengunjung yang mau cari ini lah, cari itulah. Atau cuma sekedar bertegur sapa dengan Mas Dwi Budi yang ramah dan baik hati mau membagi-bagikan domain. ( maaf, kalau isi blog saya ini mah mungkin belum memenuhi kriteria yang ini, mohon sarannya ya)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Memperlakukan Pengunjung Secara Layak&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Benar, tuan rumah yang baik tentu menyambut sang tamu istimewa dengan penuh keramahan dan senyum yang tulus. Disamping menyuguhkan “hidangan ala kadarnya” tentu apabila pengunjung bertanya, berkomentar atau berpendapat layak kita tanggapi secara baik. Kalau bisa setiap komentar pengunjung secepatnya tuan rumah menanggapinya dengan baik. Boleh juga dengan sedikit bercanda tetapi tidak sampai merusak keramahan dan keakraban. Nah, apabila tuan rumah menyambut para pengunjung dengan baik, insyaAllah pengunjung akan terkesan dan di lain waktu tentu ingin berkunjung lagi untuk bersilaturahmi walau hanya sekedar mengucapkan salam hangat. ( maaf, apakah saya sudah melakukan seperti ini? Mohon tamu istimewa sudi memberi saran/masukan ya).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Blogwallking&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ibarat jalan sehat, semakin sering kunjungan silaturahmi  ke blog lain (blogwalking) sambil meninggalkan jejak (koment) dipercaya dapat memberikan backlink ke blog kita (terutama blog do follow) dan juga menambah jumlah visitor blog kita dan blog sahabat kita. Jadi ini seperti simbiosis mutualisma saling menguntungkan kedua belah pihak. Akan terasa kurang adil kan jika kita ingin dikunjungi teman tetapi kita sendiri tidak pernah mengunjungi teman. Sahabat yang baik tentu akan membalas kunjungan kita, percaya deh!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Pasang Iklan Blog Kita&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan mengiklankan blog berarti kita mempromosikan blog kita agar dikenal dan dicintai visitor. Ada pepatah ‘Tak Kenal Maka Tak sayang’ mudah-mudahan setelah kenal lalu disayang ….hehehe. Sahabat bisa mengiklankan blognya di forum-forum atau iklan baris gratis. Bisa juga di acara arisan, pertemuan RT/RW atau kalau perlu sebarkan blog kita ke warnet, toko-toko dan warung terdekat. Dijamin pengunjung blog makin banyak…. hehehe.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Berpartisipasi dalam Kompetisi Blog, Kontes SEO, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan mengikuti kompetisi dan kontes blog kita akan terpacu dan termotivasi untuk meningkatkan kualitas blog kita dan mempersembahkan yang terbaik bagi visitor. Contohnya ya seperti postingan ini saya ikutkan dalam “Kontes Seni Menaikkan Pengunjung  di Komunitasblog. info milik Mas Dwi  Budi” ini. Lalu blog kita akan mendapat pingback yang akhirnya akan ada kunjungan dan tegur sapa dari sesama peserta kontes untuk saling mensupport dan memotivasi. Sungguh terasa indah nian dunia maya ini!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Submit/Daftarkan Blog ke Web Search Engine, Directory Blog/Web dan Blog Ranking&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagian fungsi Directory mirip iklan gratis. Semakin banyak kita submit ke directory blog maka blog kita akan semakin dikenal di dunia maya, maka dimungkinkan  pengunjung blog akan semakin bertambah. Web Search Engine dan Directory yang biasa dipergunakan misalnya Submit Express, Google Search Engine, Yahoo, Blog Indonesia, Yuk Ngeblog.co.id, Komunitas Blog Indonesia, Growurl, twitter, facebook, kaskus, dll.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Rajin Update Blog&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jangan sampai blog kita lama nggak di update . Visitor akan kecewa dan jemu setiap kali berkunjung itu-itu saja sajian blog kita. Maka buat postingan secara teratur ya. Bisa seminggu  satu postingan, seminggu dua postingan atau biar selalu sehat kita buat postingan sehari tiga kali (hehehe…kayak minum obat biar sehat ya). Dengan selalu update blog kita maka pengunjung akan penasaran, ada share apalagi ya di blog si anu? Nah, jadi nambah jumlah pengunjung kan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;8. Tampilan Blog yang Menarik&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada umumnya pengunjung datang ingin mencari informasi, namun ada juga yang juga sambil refresing atau rekreasi. Ibarat tempat rekreasi buatlah tampilan blog kita menarik, theme dan warna yang so nice, praktis dan rapi sistematis agar visitor merasa nyaman dan krasan membolak balik isi blog kita. Jika mereka merasa nyaman dan krasan, insaAllah mereka akan rindu untuk datang kembali di lain waktu. ( tampilan blog saya ini sudah menarik belum ya? mohon saran dan tanggapannya ya)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;9. Tukeran Link&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saling bertukar link dipercaya bisa memberikan backlink dan akhirnya meningkatkan pengunjung dan PageRank kita. Dengan adanya link blog kita di blog sahabat maka akan ada jembatan penghubung bagi pengunjung di blog teman kita. Eh, siapa tahu mereka tertarik mengklik link blog kita, dan sebaliknya tentunya. Cukup banyak visitor blog saya ternyata merupakan pengunjung estafet dari blog teman. Bisa dilihat kan jumlah blog sahabat dan juga di blogroll. ( bagiku masih kurang banyak tuh, siapa mau tukar link denganku?)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;10. Pasang Translate Bahasa&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau pas ada visitor dari manca negara ( bukan mau nyombong lho…cuma pas kebetulan aja) lalu kebetulan juga nggak faham isi blog kita, bisa dipastikan dia langsung take off dari blog kita. Lain ceritanya kalau di blog kita sudah ada Translate Bahasa. Setelah ditranslate tentu saja visitor manca negara tadi jadi enjoy it! Bahkan mungkin semakin penasaran ingin mengetahui semua isi postingan kita yang menarik hatinya. Jadi nambah rating blog kita kan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;11. Pasang Top Komentator&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, ini terus terang belum saya lakukan karena untuk memasang Top Komentator butuh plugin khusus Self Web Hosting, sedangkan blog saya masih free hosting alias masih gratisan ….hehehe. Dengan memasang Top Komentator seperti di blognya Mas Dwi Budi jelas siapa saja akan termotivasi agar nama blognya bisa nangkring di jajaran Top Komentator (saya saja ingin nangkring di Topkomentnya). Otomatis dia mesti rajin berkunjung dan kasih komentar. Nah, jadi semakin naik kan jumlah pengunjungnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;12. Pasang  Peta Visitor&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peta Visitor dipergunakan hanya untuk menghitung asal negara visitor. Misalnya visitor dari Negara Jepang. Meskipun pengunjung ini tidak memberikan komentar namun tetap terdeteksi dan dihitung. Otomatis si pengunjung akan tahu bahwa keberadaannya telah diketahui dan telah dicatat. Tentu sedikit merasa dihargai keberadaannya. Nah, kalau dia tahu bahwa pengunjung dari Jepang cuma sedikit dan kalah jumlah sama pengunjung dari Amerika, mungkin dia akan sering berkunjung agar bisa mengejar ketinggalannya. Hehehe……..ini cuma prediksi saya saja lho. Benar tidaknya bisa ditanyakan kepada para master SEO.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;13. Berdoa Agar Pengunjung Blog Kita Naik&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sepertinya untuk yang satu ini kita tidak bisa memprediksi baik secara teory maupun matematis. Namun saya percaya segala jerih payah kita membangun blog dengan tujuan yang baik dan positif untuk berbagi dan bersahabat dengan siapa saja, apabila didasari hati yang iklas dan dengan doa yang tulus saya yakin seyakin-yakinnya Tuhan akan membuka pintu kebaikan bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Segenap tamu istimewa dan para sahabat semua,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah tigabelas langkah guna menaikkan pengunjung saya lakukan, kira-kira apakah ada kenaikan jumlah pengunjung blog saya secara signifikan ? (ceilee……..kayak mahasiswa buat skripsi aja!)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, ternyata memang terbukti ada peningkatan yang cukup lumayan jumlah pengunjung blog ini. Jika sebelumnya rata-rata perhari pengunjung 150 visitor, kini sudah mencapai angka hampir 500 perhari. Berikut saya tampilkan trafik jumlah pengunjung di blog saya sebelum saya menggunakan cara di atas sampai saya menggunakan 13 langkah menaikkan pengunjung. Bukan ingin pamer , hanya sekedar memberi gambaran nyata saja. ( waduh ….tapi maaf sepertinya ada masalah saat saya akan upload gambar trafiknya. )&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya percaya masih banyak cara menaikkan pengunjung, tetapi yang saya temukan baru 13 itu. Mungkin di lain waktu akan saya update kalau pas dapat ilham lagi. Demikianlah mudah-mudahan sedikit berbagi ini bermanfaat bagi para newbie (seperti saya) dan Sahabat dalam menaikkan pengunjung blognya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Postingan ini saya racik dan saya olah sebagai jamuan sederhana buat mengikuti “Kontes Seni Menaikkan Pengunjung di Komunitasblog.info milik Mas Dwi Budi”. Mudah-mudahan postingan ini juga dapat diterima dan sesuai kriteria kontes. Angka 13 yang mungkin dianggap sial mudah-mudahan akan sebaliknya malah membawa keberuntungan bagi saya. Semoga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salam hangat jabat erat dariku…..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;sumber : http://wyw1d.wordpress.com/2010/02/14/13-cara-seni-menaikkan-pengunjung-blog/#more-1193&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-9202546481084412185?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/9202546481084412185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/13-cara-seni-menaikkan-pengunjung-blog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/9202546481084412185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/9202546481084412185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/13-cara-seni-menaikkan-pengunjung-blog.html' title='13 Cara Seni Menaikkan Pengunjung Blog'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3kYCSShvgI/AAAAAAAAANM/5o7S_4LXGPY/s72-c/blog.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-767182014053629054</id><published>2010-02-12T15:44:00.001-08:00</published><updated>2010-02-12T15:50:36.657-08:00</updated><title type='text'>6 Lantai Toko Penjual Suami</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.com/ainulwafa2009/ArsitekPeradaban?authkey=Gv1sRgCP-Djpuw4MzGbA#5437507987831088738" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3XotK4FZmI/AAAAAAAAANI/-SwgPNbmdNo/s200/images.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="goog_1266018287539"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1266018287540"&gt;&lt;/span&gt;Suatu hari ada seorang wanita yang ingin mencari jodoh, ia mendambakan seorang lelaki yang telah ia kriteriakan, akhirnya setelah berapa lama ia mencari dan tidak bertemu ia menyerah hingga ia pergi ke toko yang menjual lelaki-lelaki yang siap menjadi suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di toko suami, ia masuk kelantai 1, ia sempat membaca tulisan di atas &lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;" KUALITAS BERIMAN, ALIM, TANGGUNG JAWAB "&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; ia bergumam dalam hati, " cocok, sesuai yang ku harapkan "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melihat tangga lantai 2 dan ia pun menaikinya, ia membaca tulisan di pintu masuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;" KUALITAS BERIMAN, ALIM, TANGGUNG JAWAB, SUDAH PUNYA PEKERJAAN HALAL "&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanitapun bergumam dalam hati, " ini dia, sudah punya pekerjaan, jadi aku nggak usah repot-repot "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencari- cari suami yang ia cari, tak sengaja ia mendapati tangga lantai 3 dan ia pun naik ke lantai 3, ia sempat juga membaca tulisan di atas pintu masuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;" KUALITAS BERIMAN, TAK MENYEKUTUKAN ALLAH, ALIM, BERPENDIDIKAN TINGGI, TANGGUNG JAWAB, SUDAH PUNYA PEKERJAAN HALAL. "&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di dalam hati ia bergumam, " ini lebih dari yang aku harapkan, aku akan terus naik sampai aku menemukan yang terbaik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya ia masuk ke lantai 4 diatas pintu ia membaca tulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;" KUALITAS BERIMAN, ALIM, BERTANGGUNG JAWAB, MEMPUNYAI PEKERJAAN HALAL, BERPENDIDIKAN TINGGI, MEMPUNYAI USAHA YANG MAJU."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanitapun bergumam dalam hati, " ini lebih dari yang aku harapkan, aku harus naik ke lantai 5 "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di lantai 5 ia membaca tulisan yang ada di atas pintu masuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;" KUALITAS BERIMAN, ALIM, BERTANGGUNG JAWAB, MEMPUNYAI PEKERJAAN HALAL, BERPENDIDIKAN TINGGI, MEMPUNYAI USAHA YANG MAJU, SIAP MENIKAH, MASIH BUJANGAN. "&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanitapun bergumam riang dalam hati, " alangkah beruntungnya aku, aku harus mendapatkan yang lebih dari ini, aku harus terus naik. " hatinya tertawa bangga, akhirnya ia mencari tangga lantai 6, dengan semangat ia menaiki tangga dan hati tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di lantai 6 ia mencari pintu masuk, setelah lama mencari ia menemukan pintu tersebut dan ia pun membaca tulisan di atas pintu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;" ANDA ADALAH ORANG YANG KE 100.999.891 DARI ORANG-ORANG YANG TAMAK DAN TAK PERNAH BERSYUKUR ATAS APA YANG TELAH DIBERIKAN PADA AWAL "&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanitapun terkejut dan ia mencari tangga turun ke lantai 5, tapi apa yang ia temukan, pintu tangga telah tertutup rapat dan ia terpaku di lantai 6. ia menyesal karena tidak syukurnya ia, itu lah orang yang tak pernah puas.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah hidup......ternyata lebih indah ketika semuanya disyukuri, penyesalan tiada guna, ibarat nasi sudah menjadi bubur, kalau sudah terlanjur menjadi bubur, tambahkan aja ayam, daun bawang, santen, dan kerupuk, jadi deh bubur ayam, itu kalau ingin merubah penyesalan menjadi nikmat, marilah kita bersyukur atas apa2 yg telah tuhan berikan kpda kita, mungkin kisah ini bisa di ambil hikmahnya...amiiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada allah ku mohon ampun...terimakasih atas semua nikmat yang Engkau berikan yaa Allah... Walhamdulillahirobbol 'aalamiin........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Catatan Azzam Kawulane Guzti&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-767182014053629054?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/767182014053629054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/6-lantai-toko-penjual-suami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/767182014053629054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/767182014053629054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/6-lantai-toko-penjual-suami.html' title='6 Lantai Toko Penjual Suami'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S3XotK4FZmI/AAAAAAAAANI/-SwgPNbmdNo/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-7960462347185916417</id><published>2010-02-06T22:13:00.000-08:00</published><updated>2010-02-06T22:13:02.524-08:00</updated><title type='text'>Say NO to VALENTINE's Day !!!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S25YkYf4QwI/AAAAAAAAANE/wQCYj8ZeufY/s1600-h/VALEN.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S25YkYf4QwI/AAAAAAAAANE/wQCYj8ZeufY/s1600/VALEN.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;SEJARAH VALENTINE.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam The Catholic Encyclopedia, Vol. XV sub judul; Santo Valentino, diurai tentang sejarah Valentino. Sumber ini setidaknya menampilkan kisah Valentino dalam 3 versi. Inti dari semuanya adalah bahwasanya hari Valentine adalah untuk mengenang Pendeta St. Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 269 / 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam The Encyclopedia Britania, Vol XII, sub judul: Chistianity, dijelaskan bahwa untuk lebih mendekatkan ke dalam agama Kristen, pada 496 M Paus Glasisus I menjadikan kisah ini menjadi perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Pendeta St. Valentine yang dieksekusi pada tangal 14 Februari (The World Encylopedia 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), istilah Valentine yang disadur dari nama “Valentinus” merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci dalam Katolik) yang berbeda: seorang pastur di Roma, uskup Interamna, dan seorang martir di Provinsi Romawi Africa (Wikipedia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara tiga santo tersebut terhadap perayaan Valentine atau “hari kasih sayang” tidak memiliki catatan sejarah yang jelas. Bahkan, Paus Gelasius II tahun 496 M menyatakan, sebenarnya tidak ada hal yang diketahui dari ketiga santo itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 14 Februari dirayakan sebagai peringatan santa Valentinus sebagai upaya mengungguli hari raya Lupercalica (Dewa Kesuburan) yang dirayakan tanggal 15 Februari. Beberapa sumber menyebutkan, jenazah santo Hyppolytus yang diidentifikasi sebagai jenazah santo Valentinus diletakkan dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whiterfiar Street Carmelite Churc di Dublin Irlandia oleh Paus Gregorius XVI tahun 1836.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, banyak wisatawan yang berziarah ke gereja ini pada tanggal 14 Februari. Pada tanggal tersebut sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Literatur lain menyebutkan, tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi, Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan St. Valentine yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai “upacara keagamaan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah orang-orang Romawi itu masuk Kristen, pesta “supercalis” kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya tanggal 14 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan lain menyebutkan, Valentine adalah nama seorang paderi, Pedro St. Valentino. Tanggal 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Spanyol.  Jadi, tumbangnya kerajaan Islam di Spanyol dirayakan sebagai Hari Valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama kenamaan, Ibnul Qayyim, berkata, "Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan "Selamat hari raya!" dan semisalnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyembah Salib. Bahkan, perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For this was sent on Seynt Valentyne's day  ("Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When every foul cometh there to choose his mate ("Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada zaman ini. Beberapa di antaranya bercerita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sore hari sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai martir, ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENURUT catatan Wikipedia, Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 - 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih”(White Day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah "Hari Raya Anak Perempuan" (Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini menjadi budaya populer di kalangan anak muda. Bentuk perayaannya bermacam-macam, mulai dari saling berbagi kasih dengan pasangan, orang tua, orang-orang yang kurang beruntung secara materi, dan mengunjungi panti asuhan di mana mereka sangat membutuhkan kasih sayang dari sesama manusia. Pertokoan dan media (stasiun TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat Valentine adalah Semangat Berzina dan Pelecehan Kaum Perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritus hari Valentine’s yang mengusung panji percintaan dan kasih sayang, diperingati dengan berbagai cara. Ada yang mengekspresikannya dalam bentuk memakai pakaian dan apa saja yang berwarna pink. Pengiriman kartu yang kadang-kadang disertai dengan hadiah yang sarat dengan simbol LOVE. Namun ada yang merayakan dengan menggelar pesta makan, minum yang diiringi musik dansa yang dinyanyikan secara berpasangan. Bahkan diakhiri hubungan seks alias berzina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUKUM MERAYAKAN VALENTINE...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’aala berfirman:&lt;br /&gt;Katakanlah: “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 1-6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wasallam bersabda,&lt;br /&gt;“Barangsiapa menyerupai suatu kaum berarti ia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Daud dll).&lt;br /&gt;Para Ulama Rahimahumullah mengatakan bahwa ikut-ikutan dalam merayakan Valentine atau perayaan-perayaan non muslim lainnya hukumnya adalah haram, bahkan lebih haram dan lebih besar dosanya daripada meminum khamer atau narkoba, berzina, berjudi dan dosa-dosa besar lainnya, karena dosa ikut serta dalam perayaan non muslim mengandung unsur syirik dan kufur, yaitu ikut merestui kekufuran dan kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UMAT Islam tidak boleh ikut merayakan hari Valentine, 14 Februari, karena Valentine merupakan "ritual" umat Katolik. Umat Islam hanya harus menghormatinya, tidak mengganggu kaum non-Muslim yang merayakannya, tapi tidak boleh turut terlibat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw dengan tegas melarang umat Islam untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: "Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut" (HR. At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, umat Islam tidak boleh merayakan Valentine karena Valentina adalah “ritual” atau “hari raya” non-Muslim yang harus kita hormati tanpa harus turut merayakannya. Wallahu a’lam bish-showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kasih Sayang Dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama kasih sayang, yaitu kasih sayang yang benar dan bukan pelecehan kehormatan. Dalam Al-Qur’an banyak disebutkan sifat Allah Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wasallam adalah manusia yang penuh dengan kasih sayang dan mengajarkan kasih sayang.&lt;br /&gt;Beliau bersabda: “Orang-orang yang penyayang pasti disayang oleh Sang Maha Penyayang. Sayangi yang di bumi, pasti yang di langit sayang kepadamu.”…&lt;br /&gt;“Siapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan di sayangi.”&lt;br /&gt;Jadi, dalam agama Islam setiap hari adalah Hari Kasih Sayang…&lt;br /&gt;Alhamdulillah, aku bangga jadi orang Islam, buat apa meniru-niru yang lain….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disarikan dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-7960462347185916417?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/7960462347185916417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/say-no-to-valentines-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7960462347185916417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7960462347185916417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/say-no-to-valentines-day.html' title='Say NO to VALENTINE&apos;s Day !!!'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S25YkYf4QwI/AAAAAAAAANE/wQCYj8ZeufY/s72-c/VALEN.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-4653219552785167685</id><published>2010-02-03T08:37:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T08:37:10.644-08:00</updated><title type='text'>Percayalah, Waktunya Akan Tiba!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2mmGU7gLjI/AAAAAAAAANA/Q2exuRDRGvY/s1600-h/waktu-untuk-sukses.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2mmGU7gLjI/AAAAAAAAANA/Q2exuRDRGvY/s200/waktu-untuk-sukses.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Masing-masing dari kita pasti sudah mengetahui, bahwa hidup kita ini sudah di kasih durasi waktu tertentu. Tak ada yang dapat bocoran, kapan waktu kita habis. Berapa lama kita di beri kesempatan berkiprah di dunia ini. Sampai akhirnya kita di panggil untuk menghadap Sang Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidup, kita pun tidak tahu, kapan kita bisa mencapai semua hasrat dan keinginan duniawai kita. kita hanya menjalankan apa yang ada di depan mata. Kita hanya melakukan apa yang terjangkau oleh akal fikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi di kemudian hari, hanyalah sebatas usaha kita untuk mendekat ke arah itu. Tanpa kita bisa tahu persis secara detail, apa yang sebelumnya kita rencanakan tersebut, apakah bisa terwujud “sesuai dengan yang kita rencanakan secara detail”. Kita hanya berusaha mendekatinya. Tidak lebih dari itu. Karena kesempurnaan, sekali lagi “hanya milik sang Ilahi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, sebagai manusia biasa. Sungguh! menjalankan hidup ini adalah suatu kewajiban. Meniti kehidupan ke arah yang lebih baik, sudah menjadi fitrah manusia. Kondisi kita tidak akan pernah berubah, jika kita hanya menunggu diam dan pasrah, tanpa melakukan apa-apa. Dengan dalih bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur. Sebab dalam ajaran saya (islam) menyebutkan, bahwa Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu sendiri tidak merubahnya. Allah tidak akan merubah diri kita, sampai kita sendiri yang merubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dengan kondisi apapun kita saat ini, kita tetap di dorong untuk melakukan sesuatu, berbuat, bertindak dengan bermodalkan hati dan fikiran yang sudah di anugerahkan kepada kita. segala tantangan dan cobaan pastilah ada dan itu memang harus kita lalui dengan segala keberanian dan penerimaan yang dalam. Tanpa cobaan yang berarti, maka pencapaian kitapun, akan berarti biasa – biasa saja. kita tidak akan merasakan pesan mulia yang ada didalam pencapaian kita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks hidup sukses, kita harus percaya bahwa masing-masing di antara kita di beri kesempatan untuk sukses. Hanya masalahnya apakah kita mau mengambil kesempatan itu atau tidak. Atau kita merasa cukup dengan keadaan kita saat ini. Jika kita memilih cukup, berarti kita tidak perlu terlalu berfikir banyak. Kita hanya di tuntut untuk mempertahankan yang ada. Tapi jika kita memilih untuk sukses lebih dari yang sekarang, berarti kita perlu melakukan sesuatu yang lebih daripda sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses menuju sukses, pasti dan sepertinya sudah merupakan hukum alam, ada tantangan yang harus kita hadapi. Itulah hadiah yang harus kita kemas menjadi sajian yang manis untuk dinikmati. Bukan menghujat atau menolak tantangan itu dan berasumsi, bahwa cobaan itu adalah Penindasan Sang Ilahi Kepada hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya perlu menambah kesabaran kita, kita hanya perlu menciptakan kebahagiaan kita. kita hanya perlu mengikis perasaan kecewa, iri dan dengki kita. kita hanya perlu mereduksi semua itu menjadi sebuah pemahaman yang positif sebagai modal sugesti di dalam diri kita dan pada akhirnya mampu membangkitkan motivasi hebat untuk terus memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak perlu ragu, sebab masing-masing kita sudah di berikan waktu untuk berusaha, dan sudah di tetapkan, kapan waktu kita akan sukses. Tapi semua itu masih bersifat rahasia sampai kita bisa mencapai titik itu dengan gagah berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Yuk, mari tanamkan di hati kita masing-masing. Bahwa “waktu saya pasti akan datang”&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.fadlymuin.com/motivasi-diri/percayalah-waktunya-akan-tiba.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-4653219552785167685?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/4653219552785167685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/percayalah-waktunya-akan-tiba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4653219552785167685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4653219552785167685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/percayalah-waktunya-akan-tiba.html' title='Percayalah, Waktunya Akan Tiba!'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2mmGU7gLjI/AAAAAAAAANA/Q2exuRDRGvY/s72-c/waktu-untuk-sukses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-1646863264591249699</id><published>2010-02-03T03:33:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T03:33:53.006-08:00</updated><title type='text'>Poligami, Bukti Keadilan Hukum Allah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2le9BAYmBI/AAAAAAAAAM0/Kbja5tpJEEE/s1600-h/rsz_love_5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2le9BAYmBI/AAAAAAAAAM0/Kbja5tpJEEE/s1600/rsz_love_5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Agama Islam yang disyariatkan oleh Allah Ta’ala dengan ilmu-Nya yang maha tinggi serta hikmah dan ketentuan hukum-Nya yang maha agung, adalah agama yang sempurna aturan syariatnya dalam menjamin kemaslahatan bagi umat Islam serta membawa mereka meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, serta telah Ku-ridhai Islam itu sebagai agamamu” (QS. Al Maaidah:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir berkata, “Ini adalah nikmat/anugerah Allah Ta’ala yang terbesar bagi umat Islam, karena Allah Ta’ala telah menyempurnakan agama ini bagi mereka, sehingga mereka tidak butuh kepada agama selain Islam, juga tidak kepada nabi selain nabi mereka (nabi Muhammad) shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh sebab itulah, Allah Ta’ala menjadikan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penutup para nabi dan mengutus beliau kepada (seluruh umat) manusia dan jin, maka tidak sesuatu yang halal kecuali yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam halalkan (dengan wahyu dari Allah Ta’ala), tidak ada sesuatu yang haram kecuali yang beliau haramkan, dan tidak ada agama kecuali yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam syariatkan. Dan segala sesuatu yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan adalah benar dan jujur, tidak ada kedustaan dan kebohongan padanya, Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-An’aam:115). Yaitu: (kalimat) yang benar dalam semua beritanya serta adil dalam segala perintah dan larangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika Allah telah menyempurnakan agama Islam bagi umat ini, maka (ini berarti) nikmat (yang dilimpahkan-Nya) kepada mereka telah sempurna. Oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),  “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, serta telah Ku-ridhai Islam itu sebagai agamamu”. Artinya: Terimalah dengan ridha agama (Islam) ini bagi dirimu, karena inilah (satu-satunya) agama yang dicintai dan diridhai-Nya, dan dengannya dia mengutus (kepadamu) rasul-Nya yang paling mulia (nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) dan menurunkan kitab-Nya yang paling agung (al-Qur’an)”[1].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Seorang Mukmin terhadap Syariat Allah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ciri utama seorang muslim yang benar-benar beriman kepada Allah Ta’ala dan hari akhir adalah merasa ridha dan menerima dengan sepenuh hati semua ketentuan syariat yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ، وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidakkah patut bagi laki-laki dan perempuan yang (benar-benar) beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata” (QS al-Ahzaab:36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا وبالإسلام ديناً وبمحمد رسولاً”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan merasakan kelezatan iman (kesempurnaan iman), orang yang ridha pada Allah Ta’ala sebagai Rabbnya dan islam sebagai agamanya serta Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasulnya“[2].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terkecuali dalam hal ini, hukum-hukum Islam yang dirasakan tidak sesuai dengan kemauan/keinginan sebagian orang, seperti poligami, yang dengan mengingkari atau membenci hukum Allah Ta’ala tersebut, bisa menyebabkan pelakunya murtad/keluar dari agama Islam[3], na’uudzu billahi min dzaalik. Allah Ta’ala berfirman menceritakan sifat orang-orang kafir,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada ketentuan (syariat) yang diturunkan Allah sehingga Allah membinasakan amal-amal mereka” (QS Muhammad:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam memahami dan melaksanakan syariat Islam hendaknya kita selalu waspada dan behati-hati dari dua senjata utama godaan setan untuk memalingkan manusia dari ketaatan kepada Allah Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama: sikap berlebih-lebihan dan melampaui batas dalam memahami dan menjalankan ketentuan syariat-Nya, terlebih lagi dalam menjalankan ketentuan syariat yang dirasakan cocok dengan kepentingan hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua: sikap meremehkan dan kurang dalam memahami dan melaksanakan ketentuan syariat Allah Ta’ala, yang ini sering terjadi pada sebagian hukum syariat Islam yang dirasakan oleh sebagian orang tidak sesuai dengan kemauan hawa nafsunya[4].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang ulama salaf ada yang berkata, “Setiap Allah Ta’ala memerintahkan suatu perintah (dalam agama-Nya) maka setan mempunyai dua macam godaan (untuk memalingkan manusia dari perintah tersebut): [1] (yaitu godaan) untuk (bersikap) kurang dan meremehkan (perintah tersebut), dan [2] (godaan) untuk (bersikap) berlebih-lebihan dan melampaui batas (dalam melaksanakannya), dan dia tidak peduli dengan godaan mana saja (dari keduanya) yang berhasil (diterapkannya kepada manusia)”[5].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Poligami dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum asal poligami dalam Islam berkisar antara ibaahah (mubah/boleh dilakukan dan boleh tidak) atau istihbaab (dianjurkan)[6].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun makna perintah dalam firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat” (QS an-Nisaa’:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Allah dalam ayat ini tidak menunjukkan wajibnya poligami, karena perintah tersebut dipalingkan dengan kelanjutan ayat ini, yaitu firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (QS an-Nisaa’:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan kelanjutan ayat ini, jelaslah bahwa ayat di atas meskipun berbentuk perintah, akan tetapi maknanya adalah larangan, yaitu larangan menikahi lebih dari satu wanita jika dikhawatirkan tidak dapat berbuat adil[7], atau maknanya, “Janganlah kamu menikahi kecuali wanita yang kamu senangi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini seperti makna yang ditunjukkan dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan katakanlah:”Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir” (QS al-Kahfi:29). Maka tentu saja makna ayat ini adalah larangan melakukan perbuatan kafir dan bukan perintah untuk melakukannya[8].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Abdulah bin Baz ketika ditanya, “Apakah poligami dalam Islam hukumya mubah (boleh) atau dianjurkan?” Beliau menjawab rahimahullah, “Poligami (hukumnya) disunnahkan (dianjurkan) bagi yang mampu, karena firman Allah Ta’ala (beliau menyabutkan ayat tersebut di atas), dan karena perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi sembilan orang wanita, Allah memberi manfaat (besar) bagi umat ini dengan (keberadaan) para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, dan ini (menikahi sembilan orang wanita) termasuk kekhususan bagi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun selain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak boleh menikahi lebih dari empat orang wanita[9]. Karena dalam poligami banyak terdapat kemslahatan/kebaikan yang agung bagi kaum laki-laki maupun permpuan, bahkan bagi seluruh umat Islam. Sebab dengan poligami akan memudahkan bagi laki-laki maupun perempuan untuk menundukkan pandangan, menjaga kemaluan (kesucian), memperbanyak (jumlah) keturunan, dan (memudahkan) bagi laki-laki untuk memimpin beberapa orang wanita dan membimbing mereka kepada kebaikan, serta menjaga mereka dari sebab-sebab keburukan dan penyimpangan. Adapun bagi yang tidak mampu melakukan itu dan khawatir berbuat tidak adil, maka cukuplah dia menikahi seorang wanita (saja), karena Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (QS an-Nisaa’:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah (senantiasa) memberi taufik-Nya kepada semua kaum muslimin untuk kebaikan dan keselamatan mereka di dunia dan akhirat[10].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan ucapan di atas, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata, “…Seorang laki-laki jika dia mampu dengan harta, badan (tenaga) dan hukumnya (bersikap adil), maka lebih utama (baginya) untuk menikahi (dua) sampai empat (orang wanita) jika dia mampu. Dia mampu dengan badannya, karena dia enerjik, (sehingga) dia mampu menunaikan hak yang khusus bagi istri-istrinya. Dia (juga) mampu dengan hartanya (sehingga) dia bisa memberi nafkah (yang layak) bagi istri-istrinya. Dan dia mampu dengan hukumnya untuk (bersikap) adil di antara mereka. (Kalau dia mampu seperti ini) maka hendaknya dia menikah (dengan lebih dari seorang wanita), semakin banyak wanita (yang dinikahinya) maka itu lebih utama. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Orang yang terbaik di umat ini adalah yang paling banyak istrinya[11]”…[12].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Shaleh bin Fauzan al-Fauzan berkata, “Adapun (hukum) asal (pernikahan) apakah poligami atau tidak, maka aku tidak mendapati ucapan para (ulama) ahli tafsir, yang telah aku baca kitab-kitab tafsir mereka yang membahas masalah ini. Ayat al-Qur’an yang mulia (surat an-Nisaa’:3) menunjukkan bahwa seorang  yang memiliki kesiapan (kesanggupan) untuk menunaikan hak-hak para istri secara sempurna maka dia boleh untuk berpoligami (dengan menikahi dua) sampai empat orang wanita. Dan bagi yang tidak memiliki kesiapan (kesanggupan) cukup dia menikahi seorang wanita, atau memiliki budak. Wallahu a’lam”[13].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dan Manfaat Agung Poligami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena poligami disyariatkan oleh Allah Ta’ala yang mempunyai nama al-Hakim, artinya Zat yang memiliki ketentuan hukum yang maha adil dan hikmah[14] yang maha sempurna, maka hukum Allah Ta’ala yang mulia ini tentu memiliki banyak hikmah dan faidah yang agung, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Terkadang poligami harus dilakukan dalam kondisi tertentu. Misalnya jika istri sudah lanjut usia atau sakit, sehingga kalau suami tidak poligami dikhawatirkan dia tidak bisa menjaga kehormatan dirinya. Atau jika suami dan istri sudah dianugerahi banyak keturunan, sehingga kalau dia harus menceraikan istrinya, dia merasa berat untuk berpisah dengan anak-anaknya, sementara dia sendiri takut terjerumus dalam perbuatan zina jika tidak berpoligami. Maka masalah ini tidak akan bisa terselesaikan kecuali dengan poligami, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Pernikahan merupakan sebab terjalinnya hubungan (kekeluargaan) dan keterikatan di antara sesama manusia, setelah hubungan nasab. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Dia-lah yang menciptakan manusia dari air (mani), lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah (hubungan kekeluargaan karena pernikahan), dan adalah Rabbmu Maha Kuasa” (QS al-Furqaan:54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka poligami (adalah sebab) terjalinnya hubungan dan kedekatan (antara) banyak keluarga, dan ini salah satu sebab poligami yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam[15].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Poligami merupakan sebab terjaganya (kehormatan) sejumlah besar wanita, dan terpenuhinya kebutuhan (hidup) mereka, yang berupa nafkah (biaya hidup), tempat tinggal, memiliki keturunan dan anak yang banyak, dan ini merupakan tuntutan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Di antara kaum laki-laki ada yang memiliki nafsu syahwat yang tinggi (dari bawaannya), sehingga tidak cukup baginya hanya memiliki seorang istri, sedangkan dia orang yang baik dan selalu menjaga kehormatan dirinya. Akan tetapi dia takut terjerumus dalam perzinahan, dan dia ingin menyalurkan kebutuhan (biologis)nya dalam hal yang dihalalkan (agama Islam), maka termasuk agungnya rahmat Allah Ta’ala terhadap manusia adalah dengan dibolehkan-Nya poligami yang sesuai dengan syariat-Nya[16].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Terkadang setelah menikah ternyata istri mandul, sehingga suami berkeinginan untuk menceraikannya, maka dengan disyariatkannya poligami tentu lebih baik daripada suami menceraikan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Terkadang juga seorang suami sering bepergian, sehingga dia butuh untuk menjaga kehormatan dirinya ketika dia sedang bepergian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh: Banyaknya peperangan dan disyariatkannya berjihad di jalan Allah, yang ini menjadikan banyak laki-laki yang terbunuh sedangkan jumlah perempuan semakin banyak, padahal mereka membutuhkan suami untuk melindungi mereka. Maka dalam kondisi seperti ini poligami merupakan solusi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan: Terkadang seorang lelaki tertarik/kagum terhadap seorang wanita atau sebaliknya, karena kebaikan agama atau akhlaknya, maka pernikahan merupakan cara terbaik untuk menyatukan mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan: Kadang terjadi masalah besar antara suami-istri, yang menyebabkan terjadinya perceraian, kemudian sang suami menikah lagi dan setelah itu dia ingin kembali kepada istrinya yang pertama, maka dalam kondisi seperti ini poligami merupakan solusi terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh: Umat Islam sangat membutuhkan lahirnya banyak generasi muda, untuk mengokohkan barisan dan persiapan berjihad melawan orang-orang kafir, ini hanya akan terwujud dengan poligami dan tidak membatasi jumlah keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesebelas: Termasuk hikmah agung poligami, seorang istri memiliki kesempatan lebih besar untuk menuntut ilmu, membaca al-Qur’an dan mengurus rumahnya dengan baik, ketika suaminya sedang di rumah istrinya yang lain. Kesempatan seperti ini umumnya tidak didapatkan oleh istri yang suaminya tidak berpoligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduabelas: Dan termasuk hikmah agung poligami, semakin kuatnya ikatan cinta dan kasih sayang antara suami dengan istri-istrinya. Karena setiap kali tiba waktu giliran salah satu dari istri-istrinya, maka sang suami dalam keadaan sangat rindu pada istrinya tersebut, demikian pula sang istri sangat merindukan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak hikmah dan faedah agung lainnya, yang tentu saja orang yang beriman kepada Allah dan kebenaran agama-Nya tidak ragu sedikitpun terhadap kesempurnaan hikmah-Nya dalam setiap ketentuan yang disyariatkan-Nya. Cukuplah sebagai hikmah yang paling agung dari semua itu adalah menunaikan perintah Allah Ta’ala dan mentaati-Nya dalam semua ketentuan hukum yang disyariatkan-Nya[17].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Sikap “Adil” dalam Poligami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala memerintahkan kepada semua manusia untuk selalu bersikap adil dalam semua keadaan, baik yang berhubungan dengan hak-Nya maupun hak-hak sesama manusia, yaitu dengan mengikuti ketentuan syariat Allah Ta’ala dalam semua itu, karena Allah Ta’ala mensyariatkan agamanya di atas keadilan yang sempurna[18]. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” (QS an-Nahl:90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam hal ini, sikap “adil” dalam poligami, yaitu adil (tidak berat sebelah) dalam mencukupi kebutuhan para istri dalam hal makanan, pakaian, tempat tinggal dan bermalam bersama mereka[19]. Dan ini tidak berarti harus adil dalam segala sesuatu, sampai dalam hal yang sekecil-kecilnya[20], yang ini jelas di luar kemampuan manusia[21].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab timbulnya kesalahpahaman dalam masalah ini, di antaranya karena hawa nafsu dan ketidakpahaman terhadap agama, termasuk kerancuan dalam memahami firman Allah Ta’ala[22],&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan kamu biarkan yang lain terkatung-katung” (QS an-Nisaa’:129).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita lihat bagaimana para ulama Ahlus sunnah memahami firman Allah yang mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam asy-Syafi’i berkata, “Sebagian dari para ulama ahli tafsir (menjelaskan makna firman Allah Ta’ala): “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara istri-istri(mu)…”, (artinya: berlaku adil) dalam perasaan yang ada dalam hati (rasa cinta dan kecenderungan hati), karena Allah Ta’ala mengampuni bagi hamba-hamaba-Nya terhadap apa yang terdapat dalam hati mereka. “…karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai)…” artinya: janganlah kamu memperturutkan keinginan hawa nafsumu dengan melakukan perbuatan (yang menyimpang dari syariat). Dan penafsiran ini sangat sesuai/tepat. Wallahu a’lam”[23].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Bukhari membawakan firman Allah Ta’ala ini dalam bab: al-‘adlu bainan nisaa’ (bersikap adil di antara para istri)[24], dan Imam Ibnu Hajar menjelaskan makna ucapan imam al-Bukhari tersebut, beliau berkata, “Imam al-Bukhari mengisyaratkan dengan membawakan ayat tersebut bahwa (adil) yang dinafikan dalam ayat ini (adil yang tidak mampu dilakukan manusia) adalah adil di antara istri-istrinya dalam semua segi, dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang shahih) menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan adil (dalam poligami) adalah menyamakan semua istri (dalam kebutuhan mereka) dengan (pemberian) yang layak bagi masing-masing dari mereka. Jika seorang suami telah menunaikan bagi masing-masing dari para istrinya (kebutuhan mereka yang berupa) pakaian, nafkah (biaya hidup) dan bermalam dengannya (secara layak), maka dia tidak berdosa dengan apa yang melebihi semua itu, berupa kecenderungan dalam hati, atau memberi hadiah (kepada salah satu dari mereka)…Imam at-Tirmidzi berkata, “Artinya: kecintaan dan kecenderungan (dalam hati)”, demikianlah penafsiran para ulama (ahli tafsir)…Imam al-Baihaqi meriwayatkan dari jalan ‘Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata ketika menafsirkan ayat di atas, “Yaitu: kecintaan (dalam hati) dan jima’ (hubungan intim)…[25].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Qurthubi berkata, “(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memberitakan ketidakmampuan (manusia) untuk bersikap adil di antara istri-istrinya, yaitu (menyamakan) dalam kecenderungan hati dalam cinta, berhubungan intim dan ketertarikan dalam hati. (Dalam ayat ini) Allah menerangkan keadaan manusia bahwa mereka secara (asal) penciptaan tidak mampu menguasai kecenderungan hati mereka kepada sebagian dari istri-istrinya melebihi yang lainnya. Oleh karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata (dalam doa beliau), “Ya Allah, inilah pembagianku (terhadap istri-istriku) yang aku mampu (lakukan), maka janganlah Engkau mencelaku dalam perkara yang Engkau miliki dan tidak aku miliki”[26]. Kemudian Allah melarang “karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai)”, Imam Mujahid berkata, “(Artinya): janganlah kamu sengaja berbuat buruk (aniaya terhadap istri-istrimu), akan tetapi tetaplah berlaku adil dalam pembagian (giliran) dan memberi nafkah (biaya hidup), karena ini termsuk perkara yang mampu (dilakukan manusia)”[27].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir berkata, “Arti (ayat di atas): Wahai manusia, kamu sekali-kali tidak akan dapat bersikap adil (menyamakan) di antara para istrimu dalam semua segi, karena meskipun kamu membagi giliran mereka secara lahir semalam-semalam, (akan tetapi) mesti ada perbedaan dalam kecintaan (dalam hati), keinginan syahwat dan hubungan intim, sebagaimana keterangan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ‘Ubaidah as-Salmaani, Hasan al-Bashri, dan Dhahhak bin Muzahim”[28].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemburuan dan Cara Mengatasinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemburu adalah fitrah dan tabiat yang mesti ada dalam diri manusia, yang pada asalnya tidak tercela, selama tidak melampaui batas. Maka dalam hal ini, wajib bagi seorang muslim, terutama bagi seorang wanita muslimah yang dipoligami, untuk mengendalikan kecemburuannya. Karena kecemburuan yang melampaui batas bisa menjerumuskan seseorang ke dalam pelanggaran syariat Allah, seperti berburuk sangka, dusta, mencela[29], atau bahkan kekafiran, yaitu jika kecemburuan tersebut menyebabkannya membenci ketentuan hukum yang Allah syariatkan. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada ketentuan (syariat) yang diturunkan Allah sehingga Allah membinasakan amal-amal mereka” (QS Muhammad:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula perlu diingatkan bagi kaum laki-laki untuk lebih bijaksana dalam menghadapi kecemburuan para wanita, karena hal ini juga terjadi pada diri wanita-wanita terbaik dalam Islam, yaitu para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi semua itu dengan sabar dan bijaksana, serta menyelesaikannya dengan cara yang baik[30].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata, “Asal sifat cemburu adalah merupakan watak bawaan bagi wanita, akan tetapi jika kecemburuan tersebut melampuai batas dalam hal ini sehingga melebihi (batas yang wajar), maka itulah yang tercela. Yang menjadi pedoman dalam hal ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin ‘Atik al-Anshari radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesunguhnya di antara sifat cemburu ada yang dicintai oleh Allah dan ada yang dibenci-Nya. Adapun kecemburuan yang dicintai-Nya adalah al-ghirah (kecemburuan) terhadap keburukan. Sedangkan kecemburuan yang dibenci-Nya adalah kecemburuan terhadap (perkara) yang bukan keburukan”[31].[32]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab yang mendorong timbulnya kecemburuan yang tercela (karena melampaui batas) adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Lemahnya iman dan lalai dari mengingat Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Godaan setan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hati yang berpenyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ketidakadilan suami dalam memperlakukan dan menunaikan hak sebagian dari istri-istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rasa minder dan kurang pada diri seorang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Suami yang menyebutkan kelebihan dan kebaikan seorang istrinya di hadapan istrinya yang lain[33].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cara mengatasi kecemburuan ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bertakwa kepada Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengingat dan memperhitungkan pahala yang besar bagi wanita yang bersabar dalam mengendalikan dan mengarahkan kecemburuannya sesuai dengan batasan-batasan yang dibolehkan dalam syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menjauhi pergaulan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bersangka baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bersikap qana’ah (menerima segala ketentuan Allah I dengan lapang dada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Selalu mengingat kematian dan hari akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berdoa kepada Allah agar Dia menghilangkan kecemburuan tersebut[34].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat Bagi Yang Berpoligami dan Dipoligami[35]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nasehat untuk suami yang berpoligami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bersikap adillah terhadap istri-istrimu dan hendaklah selalu bersikap adil dalam semua masalah, sampai pun dalam masalah yang tidak wajib hukumnya. Janganlah kamu bersikap berat sebelah terhadap salah satu dari istri-istrimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berlaku adillah terhadap semua anakmu dari semua istrimu. Usahakanlah untuk selalu mendekatkan hati mereka, misalnya dengan menganjurkan istri untuk menyusui anak dari istri yang lain. Pahamkanlah kepada mereka bahwa mereka semua adalah saudara. Jangan biarkan ada peluang bagi setan untuk merusak hubungan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sering-seringlah memuji dan menyebutkan kelebihan semua istri, dan tanamkanlah kepada mereka keyakinan bahwa tidak ada kecintaan dan kasih sayang yang (abadi) kecuali dengan mentaati Allah Ta’ala dan mencari keridhaan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Janganlah menceritakan ucapan salah seorang dari mereka kepada yang lain. Janganlah menceritakan sesuatu yang bersifat rahasia, karena rahasia itu akan cepat tersebar dan disampaikannya kepada istri yang lain, atau dia akan membanggakan diri bahwa dia mengetahui rahasia suami yang tidak diketahui istri-istri yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Janganlah kamu memuji salah seorang dari mereka, baik dalam hal kecantikan, kepandaian memasak, atau akhlak, di hadapan istri yang lain. Karena ini semua akan merusak suasana dan menambah permusuhan serta kebencian di antara mereka, kecuali jika ada pertimbangan maslahat/kebaikan yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Janganlah kamu mendengarkan ucapan salah seorang dari mereka tentang istri yang lain, dan tegurlah/laranglah perbuatan tersebut, supaya mereka tidak terbiasa saling menejelek-jelekkan satu sama yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nasehat untuk istri pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah, dan ketahuilah bahwa sikap menentang dan tidak menerima akan membahayakan bagi agama dan kehidupanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Benahilah semua kekuranganmu yang diingatkan oleh suamimu. Karena boleh jadi itu merupakan sebab dia berpoligami. Kalau kekurangan-kekurangan tersebut berhasil kamu benahi maka bersyukurlah kepada Allah Ta’ala atas petunjuk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berikanlah perhatian besar kepada suamimu dan sering-seringlah memujinya, baik di hadapan atau di belakangnya, terutama di hadapan keluargamu atau teman-temanmu, karena ini termasuk hal yang bisa memperbaiki hati dan lisanmu, serta menyebabkan keridhaan suami padamu. Dengan itu kamu akan menjadi teladan yang baik bagi para wanita yang menentang dan mengingkari syariat poligami, atau mereka yang merasa disakiti ketika suaminya berpoligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Janganlah kamu mendengarkan ucapan orang jahil yang punya niat buruk dan ingin menyulut permusuhan antara kamu dengan suamimu, atau dengan madumu. Janganlah kamu mudah menyimpulkan sesuatu yang kamu dengar sebelum kamu meneliti kebenaran berita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Janganlah kamu menanamkan kebencian dan permusuhan di hati anak-anakmu kepada istri-istri suamimu dan anak-anak mereka, karena mereka adalah saudara dan sandaran anak-anakmu. Ingatlah bahwa tipu daya yang buruk hanya akan menimpa pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jangalah kamu merubah sikap dan perlakuanmu terhadap suamimu. Janganlah biarkan dirimu menjadi bahan permainan setan, serta mintalah pertolongan dan berdolah kepada Allah Ta’ala agar Dia menguatkan keimanan dan kecintaan dalam hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Nasehat untuk istri yang baru dinikahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ketahuilah bahwa kerelaanmu dinikahi oleh seorang yang telah beristri adalah kebaikan yang besar dan menunjukkan kuatnya iman dan takwa dalam hatimu, insya Allah. Pahamilah ini semua dan harapkanlah ganjaran pahala dari Allah atas semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Gunakanlah waktu luangmu ketika suamimu berada di rumah istrinya yang lain dengan membaca al-Qur’an, mendengarkan ceramah-ceramah agama yang bermanfaat, dan membaca buku-buku yang berfaedah, atau gunakanlah untuk membersihkan rumah dan merawat diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jadilah engkau sebagai da’i (penyeru) manusia ke jalan Allah Ta’ala dalam hukum-Nya yang mulia ini. Fahamkanlah mereka tentang hikmah-Nya yang agung dalam syariat poligami ini. Janganlah engkau menjadi penghalang bagi para wanita untuk menerima syariat poligami ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Janganlah bersikap enggan untuk membantu/mengasuh istri-istri suami dan anak-anak mereka jika mereka membutuhkan pertolonganmu. Karena perbuatan baikmu kepada mereka bernilai pahala yang agung di sisi Allah dan menjadikan suami ridha kepadamu, serta akan menumbuhkan kasih sayang di antara kamu dan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Janganlah kamu membeberkan kekurangan dan keburukan istri suami yang lain. Jangan pernah menceritakan kepada orang lain bahwa suami berpoligami karena tidak menyukai istrinya yang pertama, karena ini semua termasuk perangkap setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jangan kamu berusaha menyulut permusuhan antara suami dengan istrinya yang lain, agar dia semakin sayang padamu. Karena ini adalah perbuatan namiimah (mengadu domba) yang merupakan dosa besar. Berusahalah untuk selalu mengalah kepadanya, karena ini akan mendatangkan kebaikan yang besar bagi dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah keterangan tentang poligami yang menunjukkan sempurnanya keadilan dan hikmah dari hukum-hukum Allah Ta’ala. Semoga ini semua menjadikan kita semakin yakin akan keindahan dan kebaikan agama Islam, karena ditetapkan oleh Allah Ta’ala yang Maha Sempurna semua sifat-sifatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 26 Dzulqa’dah 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;br /&gt;[1] Tafsir Ibnu Katsir (2/19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] HSR Muslim (no. 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Kitab “Fadhlu ta’addudiz zaujaat” (hal. 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] kitab “Ighaatsatul lahfan” (1/116).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Dinukil oleh imam Ibnul Qayyim dalam kitab “Ighaatsatul lahfan” (1/116).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Lihat kitab “Ahkaamut ta’addud fi dhau-il kitaabi was sunnah” (hal. 18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Maksudnya adil yang sesuai dengan syariat, sebagaimana yang akan kami terangkan, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Lihat keterangan imam Ibnu Jarir dalam tafsir beliau (4/238).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Sebagaimana yang diterangkan dalam bebrapa hadits yang shahih, diantaranya HR at-Tirmidzi (3/435) dan Ibnu Majah (1/628), dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan syaikh al-Albani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Dinukil dalam majalah “al-Balaagh” (edisi no. 1028, tgl 1 Rajab 1410 H/28 Januari 1990 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Atsar yang shahih riwayat imam al-Bukhari (no. 4787).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Liqaa-il baabil maftuuh (12/83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Fataawal mar’atil muslimah (2/690).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Hikmah adalah menempatkan segala sesuatu tepat pada tempatnya, yang ini bersumber dari kesempurnaan ilmu Allah Ta’ala, lihat kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 131).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Lihak keterangan imam Ibnu Hajar al-‘Asqalaani dalam “Fathul Baari” (9/143).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] Majmuu’ul fataawa syaikh al-‘Utsaimiin (4/12 – kitabuz zawaaj).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Lihat kitab  “Ahkaamut ta’addud fi dhau-il kitaabi was sunnah” (hal. 31-32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] Lihat “Tafsir Ibnu Katsir” (4/596) dan “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 447).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19] Lihat kitab  “Ahkaamut ta’addud fi dhau-il kitaabi was sunnah” (hal. 69).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20] Sebagaimana persangkaan keliru orang-orang yang tidak memahami pengertian adil yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[21] Sebagaimana penjelasan para ulama yang akan kami nukil setelah ini, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22] Bahkan kesalahpahaman dalam memahami ayat ini menyebabkan sebagian orang beranggapan bahwa poligami tidak boleh dilakukan, karena orang yang berpoligami tidak mungkin bisa bersikap adil !!? Kita berlindung kepada Allah dari penyimpangan dalam memahami agama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[23] Kitab “al-Umm” (5/158).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[24] Dalam kitab “shahihul Bukhari” (5/1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[25] Kitab “Fathul Baari” (9/313).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[26] Hadits ini adalah hadits yang lemah, diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2134), at-Tirmidzi (no. 1140), an-Nasa’i (no. 3943) dan Ibnu Majah (no. 1971), dinyatakan lemah oleh Abu Zur’ah, Abu Hatim, an-Nasa’i dan syaikh al-Albani dalam “Irwa-ul ghalil” (7/82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[27] Kitab “Tafsiirul Qurthubi” (5/387).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[28] Kitab “Tafsir Ibnu Katsir” (1/747).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[29] Lihat kitab  “Ahkaamut ta’addud fi dhau-il kitaabi was sunnah” (hal. 136).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[30] Ibid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[31] HR an-Nasa’i (no. 2558) dan Ibnu Hibban (no. 295), dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[32] Kitab “Fathul Baari” (9/326).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[33] Lihat kitab  “Ahkaamut ta’addud fi dhau-il kitaabi was sunnah” (hal. 140).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[34] Ibid (hal. 141).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[35] Lihat kitab  “Ahkaamut ta’addud fi dhau-il kitaabi was sunnah” (hal. 143-145).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-1646863264591249699?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/1646863264591249699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/poligami-bukti-keadilan-hukum-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1646863264591249699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1646863264591249699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/poligami-bukti-keadilan-hukum-allah.html' title='Poligami, Bukti Keadilan Hukum Allah'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2le9BAYmBI/AAAAAAAAAM0/Kbja5tpJEEE/s72-c/rsz_love_5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-2277789083409850273</id><published>2010-02-03T02:46:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T02:46:44.652-08:00</updated><title type='text'>10 Karakter Khas Pribadi Muslim</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2lTOk4pO4I/AAAAAAAAAMo/LwkfXuVGDJQ/s1600-h/mslm.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2lTOk4pO4I/AAAAAAAAAMo/LwkfXuVGDJQ/s320/mslm.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an dan hadits adalah dua pusaka Rasulullah SAW yang harus selalu dirujuk setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang sangat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi muslim yang dikehendaki Al-Qur'an dan sunnah adalah pribadi yang saleh. Pribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi atau gambaran masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda. Bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyahnya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, itu hanyalah salah satu aspek saja dan masih banyak aspek lain yang harus melekat pada pribadi seorang muslim. Bila disederhanakan, setidaknya ada sepuluh karakter atau ciri khas yang mesti melekat pada pribadi muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih). Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuanNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah. "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam" (QS. 6:162). Karena aqidah yang bersih merupakan sesuatu yang amat penting, maka pada masa awal da'wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar). Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: "Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat". Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh). Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah SWT maupun dengan makhluk-makhlukNya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur'an. Allah berfirman yang artinya: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung" (QS. 68:4). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani). Qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah. (HR. Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir). Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas). Al Qur'an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir" (QS 2: 219) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman yang artinya: Katakanlah: "samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?"', sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran". (QS 39: 9) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu). Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)" (HR. Hakim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu). Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur'an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan). Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur'an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat, berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri). Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur'an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Nafi'un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain). Nafi'un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain" (HR. Qudhy dari Jabir). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al Qur'an dan hadits. Sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing. Wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://pangerans.multiply.com/journal/item/520&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-2277789083409850273?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/2277789083409850273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/10-karakter-khas-pribadi-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/2277789083409850273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/2277789083409850273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/10-karakter-khas-pribadi-muslim.html' title='10 Karakter Khas Pribadi Muslim'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2lTOk4pO4I/AAAAAAAAAMo/LwkfXuVGDJQ/s72-c/mslm.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-974966667404952402</id><published>2010-02-01T20:14:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T20:25:04.068-08:00</updated><title type='text'>PENENTUAN ARAH KIBLAT</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;PENENTUAN ARAH KIBLAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eZDA_VnNI/AAAAAAAAALM/YHE9y6oiXwc/s1600-h/.makkah.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eZDA_VnNI/AAAAAAAAALM/YHE9y6oiXwc/s200/.makkah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Kiblat berasal dari bahasa Arab ( &lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: Arial, Arial;"&gt;قبلة&lt;/span&gt; ) adalah arah yang merujuk ke suatu tempat dimana bangunan Ka’bah di Masjidil Haram , Makkah, Arab Saudi. Ka’bah juga sering disebut dengan Baitullah (Rumah Allah). Menghadap arah Kiblat merupakan suatu masalah yang penting dalam syariat Islam. Menurut hukum syariat, menghadap ke arah kiblat diartikan sebagai seluruh tubuh atau badan seseorang menghadap ke arah Ka'bah yang terletak di Makkah yang merupakan pusat tumpuan umat Islam bagi menyempurnakan ibadah-ibadah tertentu. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eZWPO1JmI/AAAAAAAAALQ/YpHrKEU-zLY/s1600-h/.aqsa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="130" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eZWPO1JmI/AAAAAAAAALQ/YpHrKEU-zLY/s200/.aqsa.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pada awalnya, kiblat mengarah ke Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa Jerusalem di Palestina, namun pada tahun 624 M ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, arah Kiblat berpindah ke arah Ka’bah di Makkah hingga kini atas petunjuk wahyu dari Allah SWT. Beberapa ulama berpendapat bahwa turunnya wahyu perpindahan kiblat ini karena perselisihan Rasulullah SAW di Madinah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Menghadap ke arah kiblat menjadi syarat sah bagi umat Islam yang hendak menunaikan shalat baik shalat fardhu lima waktu sehari semalam atau shalat-shalat sunat yang lain. Kaidah dalam menentukan arah kiblat memerlukan suatu ilmu khusus yang harus dipelajari atau sekurang-kurangnya meyakini arah yang dibenarkan agar sesuai dengan syariat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="background-color: blue;"&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;&lt;b&gt;HUKUM ARAH KIBLAT&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kiblat sebagai pusat tumpuan umat Islam dalam mengerjakan ibadah dalam konsep arah terdapat beberapa hukum yang berkaitan yang telah ditentukan secara syariat yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;a.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hukum Wajib&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ketika shalat fardhu ataupun shalat sunat menghadap kiblat merupakan syarat sahnya shalat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ketika melakukan tawaf di Baitullah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;3.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ketika menguburkan jenazah maka harus diletakkan miring bahu kanan menyentuh liang lahat dan muka&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;menghadap kiblat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;b.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hukum Sunat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bagi yang ingin membaca Al-Quran, berdoa, berzikir, tidur&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(bahu kanan dibawah) dan lain-lain yang berkaitan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="background-color: black;"&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="background-color: black;"&gt;&lt;span style="background-color: black;"&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;c.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;span style="background-color: black;"&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: black;"&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Hukum Haram&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ketika membuang air besar atau kecil di tanah lapang tanpa ada dinding penghalang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;d.&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Hukum Makruh&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Membelakangi arah kiblat dalam setiap perbuatan seperti membuang air besar atau kecil dalam keadaan berdinding, tidur menelentang sedang kaki selunjur ke arah kiblat dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;DALIL AL QU'AN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eapuv5ZVI/AAAAAAAAALc/tfYD4QyxW4U/s1600-h/.qiblat1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="68" src="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eapuv5ZVI/AAAAAAAAALc/tfYD4QyxW4U/s320/.qiblat1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;Surah Al-Baqarah ayat 149 : &lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Artinya :"Dan dari mana saja engkau keluar (untuk mengerjakan shalat) hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka'bah). Sesunggunya perintah berkiblat ke Ka'bah itu benar dari Allah (tuhanmu) dan ingatlah Allah tidak sekali-kali lalai akan segala apa yang kamu lakukan".&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eaMU3iNtI/AAAAAAAAALY/o7kmk6IvHew/s1600-h/.qiblat2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="128" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eaMU3iNtI/AAAAAAAAALY/o7kmk6IvHew/s320/.qiblat2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Surah Al-Baqarah ayat 150: &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Artinya: "Dan dari mana saja engkau keluar (untuk mengerjakan solat) maka hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka'bah) dan dimana sahaja kamu berada maka hadapkanlah muka kamu ke arahnya, supaya tidak ada lagi sebarang alasan bagi orang yang menyalahi kamu, kecuali orang yang zalim diantara mereka (ada saja yang mereka jadikan alasannya). Maka janganlah kamu takut kepada cacat cela mereka dan takutlah kamu kepada-Ku semata-mata dan supaya Aku sempurnakan nikmat-Ku kepada kamu, dan juga supaya kamu beroleh petunjuk hidayah (mengenai perkara yang benar)".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;DALIL HADITS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2ea8sSF1KI/AAAAAAAAALg/7IWFxI7WZuM/s1600-h/.qiblat3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2ea8sSF1KI/AAAAAAAAALg/7IWFxI7WZuM/s1600/.qiblat3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Dari Abu Hurairah r.a.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2ebJv8UByI/AAAAAAAAALk/nhfPo_UFzBE/s1600-h/.qiblat4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="204" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2ebJv8UByI/AAAAAAAAALk/nhfPo_UFzBE/s320/.qiblat4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;" Dari Abu Hurairah ra katanya : Sabda Rasulullah saw. Di antara Timur dan Barat terletaknya kiblat ( Ka'bah ) ".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Dari Anas bin Malik r.a.&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;"Bahwasanya Rasullullah s.a.w (pada suatu hari) sedang mendirikan solat dengan menghadap ke Baitul Maqdis. Kemudian turunlah ayat Al-Quran: "Sesungguhnya kami selalu melihat mukamu menengadah ke langit (berdoa mengadap kelangit). Maka turunlah wahyu memerintahkan Baginda mengadap ke Baitullah (Ka'bah). Sesungguhnya kamu palingkanlah mukamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Kemudian seorang lelaki Bani Salamah lalu, ketika itu orang ramai sedang ruku' pada rakaat kedua shalat fajar. Beliau menyeru, sesungguhnya kiblat telah berubah. Lalu mereka berpaling ke arah kiblat".&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;( Diriwayatkan Oleh Muslim )&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Berdasarkan ayat Al Qur'an dan hadits yang telah dinyatakan maka jelaslah bahwa menghadap arah kiblat itu merupakan satu kewajipan yang telah ditetapkan dalam hukum atau syariat. Maka tiadalah kiblat yang lain bagi umat Islam melainkan Ka'bah di Baitullah di Masjidil Haram.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;IJTIHAT ARAH KIBLAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Konsep Ijtihad dalam menentukan Arah Qiblat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2ecLr-dFOI/AAAAAAAAALs/Tosm14X0tOE/s1600-h/.peta_kiblat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2ecLr-dFOI/AAAAAAAAALs/Tosm14X0tOE/s320/.peta_kiblat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kesemua empat mazhab yaitu Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali telah bersepakat bahwa menghadap kiblat salah satu merupakan syarat sahnya shalat. Bagi Mazhab Syafii telah menambah dan menetapkan tiga kaidah yang bisa digunakan untuk memenuhi syarat menghadap kiblat yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Menghadap Kiblat Yakin (Kiblat Yakin)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Seseorang yang berada di dalam Masjidil Haram dan melihat langsung Ka'bah, wajib menghadapkan dirinya ke Kiblat dengan penuh yakin. Ini yang juga disebut sebagai “Ainul Ka’bah”. Kewajiban tersebut bisa dipastikan terlebih dahulu dengan melihat atau menyentuhnya bagi orang yang buta atau dengan cara lain yang bisa digunakan misalnya pendengaran. Sedangkan bagi seseorang yang berada dalam bangunan Ka’bah itu sendiri maka kiblatnya adalah dinding Ka’bah. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;2. Menghadap Kiblat Perkiraan (Kiblat Dzan)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Seseorang yang berada jauh dari Ka'bah yaitu berada diluar Masjidil Haram atau di sekitar tanah suci Mekkah sehingga tidak dapat melihat bangunan Ka’bah, mereka wajib menghadap ke arah Masjidil Haram sebagai maksud menghadap ke arah Kiblat secara dzan atau kiraan atau disebut sebagai “Jihadul Ka’bah”. Untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan bertanya kepada mereka yang mengetahui&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;seperti penduduk Makkah atau melihat tanda-tanda kiblat atau “shaff” yang sudah dibuat di tempat–tempat tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Menghadap Kiblat Ijtihad (Kiblat Ijtihad)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ijtihad arah kiblat digunakan seseorang yang berada di luar tanah suci Makkah atau bahkan di luar negara Arab Saudi. Bagi yang tidak tahu arah dan ia tidak dapat mengira Kiblat Dzan nya maka ia boleh menghadap kemanapun yang ia yakini sebagai Arah Kiblat.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Namun bagi yang dapat mengira maka ia wajib ijtihad terhadap arah kiblatnya. Ijtihad&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat dari suatu tempat yang terletak jauh dari Masjidil Haram. Diantaranya adalah ijtihad menggunakan posisi rasi bintang, bayangan matahari, arah matahari terbenam dan perhitungan segitiga bola maupun pengukuran menggunakan peralatan modern. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bagi lokasi atau tempat yang jauh seperti Indonesia, ijtihad arah kiblat dapat ditentukan melalui perhitungan falak atau astronomi serta dibantu pengukurannya menggunakan peralatan modern seperti kompas, GPS, theodolit dan sebagainya. Penggunaan alat-alat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;modern ini akan menjadikan arah kiblat yang kita tuju semakin tepat dan akurat. Dengan bantuan alat dan keyakinan yang lebih tinggi maka hukum Kiblat Dzan akan semakin mendekati Kiblat Yakin. Dan sekarang kaidah-kaidah pengukuran arah kiblat menggunakan perhitungan astronomis dan pengukuran menggunakan alat-alat modern semakin banyak digunakan secara nasional di Indonesia dan juga di negara-negara lain. Bagi orang awam atau kalangan yang tidak tahu menggunakan kaidah tersebut, ia perlu taqlid atau percaya kepada orang yang berijtihad.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;PERHITUNGAN ARAH KIBLAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Koordinat Posisi Geografis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2ebi-Oz7-I/AAAAAAAAALo/xV1w6pPLPTM/s1600-h/.longlat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="115" src="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2ebi-Oz7-I/AAAAAAAAALo/xV1w6pPLPTM/s200/.longlat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setiap lokasi di permukaan bumi ditentukan oleh dua bilangan yang menunjukkan kooordinat atau posisinya. Koordinat posisi ini masing-masing disebut Latitude (Lintang) dan Longitude (Bujur). Sesungguhya angka koordinat ini merupakan angka sudut yang diukur dari pusat bumi sampai permukaannya. Acuan pengukuran dari suatu tempat yang merupakan perpotongan antara garis Ekuator dengan Garis Prime Meridian yang melewati kota Greenwich Inggris. Titik ini&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berada di Laut Atlantik kira-kira 500 km di Selatan kota Accra Rep. Ghana Afrika.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Satuan kooordinat lokasi dinyatakan dengan derajat, menit busur dan detik busur dan disimbolkan dengan ( °,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;',&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;"&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;) misalnya 110° 47’ 9” dibaca 110 derajat 47 menit 9 detik. Dimana 1° = 60’ = 3600”. Dan perlu diingat bahwa walaupun menggunakan kata menit dan detik namun ini adalah satuan sudut dan bukan satuan waktu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Latitude disimbolkan dengan huruf Yunani φ (phi) dan Longitude disimbolkan dengan λ (lamda). Latitude atau Lintang adalah garis vertikal yang menyatakan jarak sudut sebuah titik dari lintang nol derajat yaitu garis Ekuator. Lintang dibagi menjadi Lintang Utara (LU) nilainya positif (+) dan Lintang Selatan (LS) nilainya negatif (-) sedangkan Longitude atau Bujur adalah garis horisontal yang menyatakan jarak sudut sebuah titik dari bujur nol derajat yaitu garis Prime Meridian. Bujur dibagi menjadi Bujur Timur (BT) nilainya positif (+) dan Bujur Barat (BB) nilainya negatif (-). Untuk standard internasional angka longitude dan latitude menggunakan kode arah kompas yaitu North (N), South(S), East (E) dan West (W). Misalnya Yogyakarta berada di Longitude 110° 47’ BT bisa ditulis 110° 47’ E atau +110° 47’.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ilmu Ukur Segitiga Bola&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ilmu ukur segitiga bola atau disebut juga dengan istilah trigonometri bola (spherical trigonometri) adalah ilmu ukur sudut bidang datar yang diaplikasikan pada permukaan berbentuk bola yaitu bumi yang kita tempati. Ilmu ini pertama kali dikembangkan para ilmuwan muslim dari Jazirah Arab seperti Al Battani dan Al Khawarizmi dan terus berkembang hingga kini menjadi sebuah ilmu yang mendapat julukan Geodesi. Segitiga bola menjadi ilmu andalan tidak hanya untuk menghitung arah kiblat bahkan termasuk jarak lurus dua buah tempat di permukaan bumi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sebagaimana sudah disepakati secara umum bahwa yang disebut arah adalah “jarak terpendek” berupa garis lurus ke suatu tempat sehingga Kiblat juga menunjukkan arah terpendek ke Ka’bah. Karena bentuk bumi yang bulat, garis ini membentuk busur besar sepanjang permukaan bumi. Lokasi Ka’bah berdasarkan pengukuran menggunakan Global Positioning System (GPS) maupun menggunakan software Google Earth secara astronomis berada di 21° 25' 21.04" Lintang Utara dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;39° 49' 34.04" Bujur Timur. Angka tersebut dibuat dengan ketelitian cukup tinggi. Namun untuk keperluan praktis perhitungan tidak perlu sedetil angka tersebut. Biasanya yang digunakan adalah :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;φ = 21° 25’ LU&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;dan&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;λ = 39° 50’ BT&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;(1° = 60’ = 3600”)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;&lt;b&gt;° = derajat&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;‘&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;=&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;menit busur&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;dan “ = detik busur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Arah Ka’bah yang berada di kota Makkah yang dijadikan Kiblat dapat diketahui dari setiap titik di permukaan bumi, maka untuk menentukan arah kiblat dapat dilakukan dengan menggunakan Ilmu Ukur Segitiga Bola (Spherical Trigonometri). Penghitungan dan pengukuran dilakukan dengan derajat sudut dari titik kutub Utara, dengan menggunakan alat bantu mesin hitung atau kalkulator.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2edWCzmx5I/AAAAAAAAALw/W86yZlW0eRg/s1600-h/.bumi_segitiga.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2edWCzmx5I/AAAAAAAAALw/W86yZlW0eRg/s200/.bumi_segitiga.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perhitungan arah kiblat, ada 3 buah titik yang harus dibuat, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Titik A, diletakkan di Ka’bah (Mekah)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Titik B, diletakkan di lokasi tempat yang akan ditentukan arah kiblatnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;3.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Titik C, diletakkan di titik kutub utara.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Titik A dan titik C adalah dua titik yang tetap, karena titik A tepat di Ka’bah dan titik C tepat di kutub Utara sedangkan titik B senantiasa berubah tergantung lokasi mana yang akan dihitung arah Kiblatnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bila ketiga titik tersebut dihubungkan dengan garis lengkung permukaan bumi, maka terjadilah segitiga bola ABC, seperti pada gambar. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ketiga sisi segitiga ABC di samping ini diberi nama dengan huruf kecil dengan nama sudut didepannya masing-masing sisi a, sisi b dan sisi c.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dari gambar di atas, dapatlah diketahui bahwa yang dimaksud dengan perhitungan Arah Kiblat adalah suatu perhitungan untuk mengetahui berapa besar nilai sudut K di titik B, yakni sudut yang diapit oleh sisi a dan sisi c.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pembuatan gambar segitiga bola seperti di atas sangat berguna untuk membantu menentukan nilai sudut arah kiblat bagi suatu tempat dipermukaan bumi ini dihitung/diukur dari suatu titik arah mata angin ke arah mata angin lainnya, misalnya diukur dari titik Utara ke Barat (U-B), atau diukur searah jarum jam dari titik Utara (UTSB).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Untuk perhitungan arah kiblat, hanya diperlukan dua data : &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1). Koordinat Ka’bah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;φ&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;= 21o 25’ LU&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;λ&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;= 39o 50’ BT. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2). Koordinat lokasi yang akan dihitung arah kiblatnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sedangkan data lintang dan bujur tempat lokasi kota yang akan dihitung arah kiblatnya dapat diambil dari berbagai sumber diantaranya : Atlas Indonesia dan Dunia, Taqwim Standar Indonesia, Tabel Geografis Kota-kota Dunia, situs Internet maupun lewat pengukuran langsung menggunakan piranti Global Positioning System (GPS).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;Data geografis Ka’bah di Makkah :&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;φ = 21° 25’ LU&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;λ = 39° 50’ BT &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eeE4JwmOI/AAAAAAAAAL0/sRDe9Ul3IYI/s1600-h/.rumus_kiblat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="204" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eeE4JwmOI/AAAAAAAAAL0/sRDe9Ul3IYI/s320/.rumus_kiblat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dalam ilmu segitiga bola terdapat banyak sekali rumus yang dapat digunakan untuk menghitung arah kiblat serta menghitung jarak dari ka’bah ke lokasi tertentu. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;KAIDAH ARAH KIBLAT TRADISIONAL&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Arial;"&gt;■&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;Istiwa A'zam - Matahari Istiwa di Atas Ka'bah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kejadian saat posisi matahari istiwa (kulminasi) tepat di atas Ka'bah terjadi dua kali setahun yaitu pada setiap tanggal 28 Mei sekitar pukul 16.18 WIB dan pada 16 Juli sekitar jam 16.28 WIB. Ketika matahari istiwa di atas Ka'bah, bayang-bayang objek tegak di seluruh dunia akan lurus ke arah kiblat. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eeos-LAqI/AAAAAAAAAL4/lhJgaxA8gOo/s1600-h/.qiblat5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eeos-LAqI/AAAAAAAAAL4/lhJgaxA8gOo/s1600/.qiblat5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;Kedudukan matahari di atas Ka'bah yang menyebabkan bayangan tegak diseluruh dunia searah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kiblat. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Panduan untuk menentukan arah kiblat dari sesuatu tempat pada tanggal dan jam yang telah ditentukan diatas:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dirikan sebuah tiang di sekitar lokasi yang hendak diukur arah kiblatnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pastikan tiang tersebut tegak dan lurus. Untuk meyakinkan posisi tegakknya dapat diukur menggunakan bandul yang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tergantung pada seutas tali.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;3.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tempat yang dipilih untuk&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengukuran ini tidak boleh terlindung dari ahaya matahari. Oleh karena matahari &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berada di Barat, maka bayangan akan kearah Timur, maka arah kiblat ialah bayang yang menghadap ke Barat. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Arial;"&gt;■&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Menggunakan Rasi Bintang (Konstelasi)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Rasi Bintang ialah sekumpulan bintang yang berada di suatu kawasan langit serta mempunyai bentuk yang hampir sama dan kelihatan berdekatan antara satu sama lain. Menurut International Astronomical Union ( IAU ), kubah langit dibagi menjadi delapan puluh delapan (88) kawasan rasi bintang. Bintang-bintang yang berada disuatu kawasan yang sama adalah dalam satu rasi. Masyarakat dahulu telah menetapkan sesuatu rasi bintang mengikuti bentuk yang mudah mereka kenal pasti seperti bentuk-bentuk binatang dan benda-benda. Dengan mengetahui bentuk rasi tertentu, arah mata angin dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;arah Kiblat dari suatu tempat dapat ditentukan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Rasi Orion (Al-Babadour)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pada rasi ini terdapat tiga bintang yang berderet yaitu Mintaka, Alnilam dan Alnitak. Arah Kiblat dapat diketahui dengan mengunjurkan arah tiga bintang berderet tersebut ke arah Barat. Rasi Orion akan berada di langit Indonesia ketika waktu subuh pada Juli dan kemudian akan kelihatan lebih awal pada bulan Desember. Pada bulan Maret Rasi Orion akan berada ditengah-tengah langit pada waktu Maghrib. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2efaMCfQLI/AAAAAAAAAMA/ItjO2aFwcgA/s1600-h/.qiblat6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2efaMCfQLI/AAAAAAAAAMA/ItjO2aFwcgA/s200/.qiblat6.jpg" width="195" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bentuk Rasi Orion dan Penentuan Arah Kiblat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Menggunakan kedudukan Bintang Al-Qutbi / Kutub&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(Polaris)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bintang-bintang akan kelihatan mengelilingi pusat kutub yang ditunjukkan oleh bintang kutub (Polaris). Oleh itu bintang ini menunjukkan arah Utara benar dari manapun di muka bumi ini. Bintang kutub terletak dalam buruj al-judah ( Rasi Bajak / Ursa Minoris ) dan rasi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini hanya dapat dilihat oleh masyarakat di bagian Utara katulistiwa pada&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tengah malam pada bulan Juli hingga Desember setiap tahun. Kedudukan bintang kutub bisa dikenali berdasarkan bentuk rasi bintang ini. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2ee8sUWzfI/AAAAAAAAAL8/8qdfTPDGbtE/s1600-h/.qiblat7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2ee8sUWzfI/AAAAAAAAAL8/8qdfTPDGbtE/s320/.qiblat7.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Rasi Al-Judah ( Bajak / Ursa Minoris )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Arah kiblat yang sesusai ditentukan berdasarkan perbedaan sudut sekitar 65°' ( Jawa/Sumatra ) ke kiri dari kedudukan bintang kutub seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Gunakanlah petunjuk sudut dengan jari untuk menentukan nilai bukaan sudut. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2ef7znIMrI/AAAAAAAAAME/InI9wxSIzjg/s1600-h/.qiblat9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2ef7znIMrI/AAAAAAAAAME/InI9wxSIzjg/s1600/.qiblat9.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Panduan jari untuk perkiraan nilai sudut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Arial;"&gt;■&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kaidah Matahari Terbenam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Secara umum jika kita merujuk kepada kedudukan matahari terbenam untuk tujuan penentuan arah kiblat adalah tidak tepat. Ini disebabkan arah matahari terbenam di Indonesia akan berubah-ubah dari azimut 246 hingga 293. Walau bagaimanapun sebagai salah satu daripada langkah berijtihad, arah matahari terbenam dapat digunakan sekiranya diketahui perbedaan sudut di antara arah matahari dengan arah kiblat. Ada posisi istimewa terbenamnya matahari terlihat dari Indonesia yaitu saat matahari berada di Katulistiwa (Ekuator) yang disebut dengan peristiwa ekuinox dan saat matahari berada di Titik balik Utara/Selatan yang disebut Solstice. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;KAIDAH ARAH KIBLAT MODERN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Arial;"&gt;■&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;Menggunakan Kompas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Penandaan arah kiblat dengan kompas banyak diamalkan di kalangan masyarakat Islam masa kini. Arah yang ditunjukkan oleh kompas adalah arah yang merujuk kepada arah utara magnet. Arah utara magnet ternyata tidak mesti sama dengan arah utara sebenarnya. Perbedaan arah utara ini disebut sebagai sudut serong magnet atau deklinasi yang juga berbeda diseiap tempat dan selalu berubah sepanjang tahun. Satu lagi masalah yang bisa timbul dari menggunakan kompas ialah tarikan gravitasi setempat dimana ia terpengaruh oleh bahan-bahan logam atau arus listrik di sekeliling kompas yang digunakan. Namun ia dapat digunakan sebagai alat alternatif sekiranya alat yang lebih teliti&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tidak ada. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2egIz-d3dI/AAAAAAAAAMI/onssbdlmKo4/s1600-h/.qiblat14.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2egIz-d3dI/AAAAAAAAAMI/onssbdlmKo4/s1600/.qiblat14.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Arial;"&gt;■&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Menggunakan Theodolit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Teodolit merupakan antara alat termoden yang dapat digunakan oleh kebanyakaan pihak yang melakukan kerja menentukan arah kiblat. Theodolit dapat digunakan untuk mengukur sudut secara mendatar dan tegak, dan juga memberi memiliki akurasi atau ketelitian yang cukup tinggi dan tepat. Untuk mengendalikan alat ini diperlukan operator yang terlatih dan menguasai teknik penggunaan theodolith secara benar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Arial;"&gt;■&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kaidah Posisi Matahari pada Azimuth Kiblat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dalam peredarannya, matahari mengalami gerak yang disebut gerak harian matahari atau gerak musim. Pada hari-hari tertentu terlihat dari sebuah wilayah maka posisi matahari akan bertepatan dengan azimuth arah kiblat dari wilayah tersebut.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dengan menggunakan perhitungan rumus segitiga bola dan rumus mencari posisi azimuth matahari akan diketahui kapan matahari akan memiliki azimuth yang sama dengan arah kiblat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;PENENTUAN ARAH KIBLAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Terdapat beberapa faktor penyebab sehingga arah kiblat dianggap tidak penting. Selain itu sering terjadinya konflik berkaitan isu pengukuran arah kiblat yang benar. Diantara penyebab itu misalnya:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Mengambil sikap acuh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Terdapat sebahagian umat Islam yang mengambil sikap acuh dan menganggap kelonggaran yang diberikan oleh syarak yang membenarkan cukup menggunakan kaedah qiblat secara dzani saja. Masalah ini berkenaan dengan Al-Quran ayat 144 yang berbunyi :&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eg44kqvFI/AAAAAAAAAMM/bHHiZjTDTVg/s1600-h/.qiblat16.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="107" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eg44kqvFI/AAAAAAAAAMM/bHHiZjTDTVg/s320/.qiblat16.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;" Maka kami benarkan engkau berpaling mengadap kiblat yang engkau sukai. Oleh itu palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram dan dimana sahaja kamu berada hadapkanlah mukamu ke arahnya ".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;  &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Perlu diketahui bahwa akibat yang akan terjadi karena serongnya arah kiblat terhadap ka'bah yang hanya seluas 12 x 10.5 x 15 meter serta jarak yang jauh dari Indonesaia sekitar 8000 km, maka selisih 1° akan menyebabkan pergeseran sebesar 126 kilometer di Utara atau Selatan Mekkah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Kurangnya Pengetahuan Masyarakat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kaidah penentuan arah kiblat baik secara tradisional maupun modern menyebabkan banyak sekali terdapat kekeliruan terhadap kenyataan arah kiblat yang ada di masyarakat. Kebanyakkan umat Islam sekarang lebih cenderung menggunakan kiblat masjid mengikut tradisi lama yaitu dari generasi ke generasi dan tidak pernah dikur ulang ketepatannya. Begitu juga dalam menentukan arah kiblat di pemakaman, bahkan hanya ditentukan oleh penggali kubur, padahal mereka juga tidak begitu mahir dalam menentukan arah yang tepat ke kiblat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Ketiadaan peralatan moden untuk membuat pengukuran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sewajarnya umat Islam perlu memiliki alat sekurang-kurangnya kompas untuk menetukan arah kiblat. Selain itu juga amat perlu untuk mempunyai kesadaran tentang pentingnya ilmu falak bagi menghindari kesalahan dalam menentukan ketepatan arah kiblat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pembentukan organisasi atau badan-badan yang bertanggungjawab seperti Badan Hisab Rukyat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan juga lembaga-lembaga Falak yang dimiliki organisai-organisasi Islam di Indonesai merupakan bagian yang dipertangungjawabkan untuk membantu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan arah kiblat. Semoga dengan tindakan yang kita lakukan akan memberi keyakinan terhadap ibadah yang kita lakukan dan mendapat keridhaan Ilahi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Akhirnya,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;semoga risalah kecil ini akan mampu memberi kefahaman kepada kita tentang pentingnya ketepatan dalam menentukan arah kiblat yang menjamin sahnya ibadah kita. Kesadaran kita adalah amat penting dan rasa bertanggungjawab untuk memastikan bahwa amalan yang dilakukan berada dalam keadaan yakin dan seandainya masih ada keraguan-keraguan tidak ada salahnya untuk meminta bantuan kepada lembaga-lembaga falak yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kontribusi dari : Bahagian Falak Syarie Jabatan Mufti Negeri Selangor&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;ALAT PENGUKUR ARAH KIBLAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Alat pengukur arah kiblat pada prinsipnya adalah alat yang dapat mengetahui arah mata angin. Terdapat beberapa jenis alat yang biasa digunakan untuk mengukur arah kiblat misalnya : &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kompas Magnetik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kompas ini adalah paling banyak digunakan untuk keperluan memandu arah mata angin. Kini bermacam-macam jenis kompas magnetik dijual di pasaran. Kompas magnetik bekerja berdasarkan kemuatan magnet bumi yang membuat jarum magnet yang terdapat pada jenis kompas megnetik ini selalu menunjuk ke arah Utara dan Selatan. Beberapa jenis dari kompas ini memiliki harga yang murah namun ketelitiannya kurang. Kompas magnetik yang memiliki ketelitian cukup tinggi namun harganya cukup mahal diantaranya jenis Suunto, Forestry Compass DQL-1, Brunton, Marine, Silva, Leica, Furuno dan Magellan. Beberapa jenis kompas yang dijual di pasaran terutama jenis military compass terbukti banyak menunjukkan penyimpangan antara 1° hingga 10°&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dari angka yang ditunjukkan oleh jarumnya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Karena kelemahan utama kompas jenis magnetik adalah ia begitu mudah terpengaruh oleh benda-benda yang bermuatan logam sehingga sangat tidak dianjurkan menggunakan kompas jenis ini masuk ke dalam bangunan yang mengandung banyak besi-besi beton. Kompas magnetik dalam praktisnya juga sangat dipengaruhi oleh medan magnetik lokal dan deklinasi magnetik secara global. Di sekitar wilayah DIY angka deklinasi magnetik dapat menyerongkan kompas hingga mencapai 1° ke arah Barat. Sehingga pada setiap pengukuran angka pada kompas magnetik harus dikurangi angka deklinasi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Kalibrasi Kompas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yang paling penting&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;peralatan kompas yang menggunakan sistem magnet tersebut harus dilakukan kalibrasi terlebih dahulu. Kalibrasi adalah membandingkan hasil pengukuran suatu alat dengan alat lain yang dijadikan standard. Kalibrasi tentunya harus menggunakan peralatan yang lebih teliti misalnya menggunakan piranti Global Positioning System (GPS) atau piranti Theodolit. Kalibrasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan arah matahari terbit maupun terbenam pada saat-saat tertentu misalnya saat matahari terbit dan terbenam di arah Timur dan Barat tepat yaitu saat peristiwa yang disebut Ekuinox yang terjadi setiap tanggal 21 Maret dan 23 September. Juga dapat dilakukan dengan mengukur masjid yang sudah sesai arah kiblatnya misalnya masjid Syuhada dan Masjid Kampus UGM dan masjid Jendral Sudirman. Sementara shaff masjid besar Kauman juga dapat digunakan sebagai kalibrator terhadap kompas yang kita miliki. Arah yang ditunjukkan oleh kompas saat melakukan kalibrasi dapat dipergunakan untuk melakukan pengukuran terhadap masjid-masjid lain di sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Kompas Digital&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Adanya perkembangan dalam bidang teknologi memungkinan kompas tidak lagi menggunakan sistem magnetik yang ternyata memiliki banyak kekurangan dan kelemahan. Kini telah banyak dibuat model kompas dengan menggunakan sistem digital dan dipandu langsung oleh keberadaan satelit yang banyak beterbaran di atas langit kita. Sistem pemandu ini dinamakan Global Positioning Sistem (GPS). Salah satunya adalah aplikasi yang dimiliki oleh salah satu merk ponsel terkenal. Dengan menginstall aplikasi tertentu maka ponsel tersebut tidak hanya dapat digunakan sebagai sarana komunikasi serta hiburan lewat tayangan film dan musiknya namun ponsel tersebut kini dapat berfungsi sebagai kompas yang dapat memandu langsung posisi arah kiblat secara presisi dimanapun kita berada. Bahkan ia juga dilengkapi dengan fitur jadwal shalat dan secara ortomatis akan mengumandangkan adzan saat waktu shalat tiba. Tidak hanya ponsel, aplikasi arah kiblat kini juga dikemas dalam sebuah jam tangan maupun gantungan kunci&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang mampu menunjukkan arah kiblat secara presisi&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Selain itu kini telah banyak dipasarkan Digital Prayer Time Keeping sebuah alat yang sebesar kalkulator saku yang berfungsi sekaligus mengetahui jadwal waktu shalat, memperdengarkan adzan, menunjukkan arah kiblat, menampilkan kalender Hijriyah dan Masehi serta dapat memperdengarkan alunan ayat suci Al Qur’an. Teknik penggunaan peralatan tersebut tidak dibahas di sini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;3. Global Positioning Sistem (GPS)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Global Positioning System (GPS) adalah suatu sistem pemandu arah (navigasi) yang memanfaatka teknologi satelit.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. Dengan posisi orbit tertentu dari satelit-satelit ini maka satelit yang melayani GPS bisa diterima diseluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat memberikan informasi posisi, ketinggian dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi. Nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (Navigational Satellite Timing and Ranging Global Positioning System; ada juga yang mengartikan "Navigation System Using Timing and Ranging.") Dari perbedaan singkatan itu, orang lebih mengenal cukup dengan nama GPS. Dan GPS mulai diaktifkan untuk umum tahun 1995. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kini telah banyak merk-merk GPS yang beredar di pasaran. Diantaranya yang cukup dikenal adalah GPS Garmin, Magellan, Navman, Trimble, Leica, Topcon dan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sokkia. GPS Garmin seri Vista Cx contohnya memiliki banyak fitur. Kecuali ia mampu memberikan informasi posisi secara akurat termasuk ketinggian di atas muka air laut alat ini memiliki fitur kompas yang juga sangat akurat. Kelebihan dari kompas yang dimiliki oleh GPS ini adalah ia tidak dipengaruhi oleh medan magnetik baik deklinasi magnetik bumi maupun medan magnet lokal serta dapat memandu arah secara akurat karena dipandu oleh sinyal dari satelit.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Alat ini tentunya sangat membantu saat dilakukan pengukuran arah kiblat. Cuma untuk sekarang harga alat ini masih tergolong mahal. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;4.&lt;/b&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Theodolit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Theodolit adalah alat yang digunakan untuk mengukur sudut horisontal (Horizontal Angle = HA) dan sudut vertikal (Vertical Angle = VA). Alat ini banyak digunakan sebagai piranti pemetaan pada survey geologi dan geodesi.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dengan berpedoman pada posisi dan pergerakan benda-benda langit misalnya matahari sebagai acuan atau dengan bantuan satelit-satelit GPS maka theodolit akan menjadi alat yang dapat mengetahui arah secara presisi hingga skala detik busur (1/3600 °). &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Theodolit terdiri dari sebuah teleskop kecil yang terpasang pada sebuah dudukan. Saat teleskop kecil ini diarahkan maka angka kedudukan vertikal dan horintal akan berubah sesuai perubahan sudut pergerakannya. Setelah theodolit berskala analog maka kini banyak diproduksi theodolit dengan menggunakan teknologi digital sehingga pembacaan skala jauh lebih mudah.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Beberapa merk theodolit misalnya Nikon, Topcon, Leica, Sokkia&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Pointing Titik Utara Sejati&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Untuk pengukuran arah kiblat maka yang diperlukan hanya skala sudut horisontalnya atau Horizontal Angle (HA). Hal paling penting dalam penggunaan theodolit saat digunakan sebagai pemandau arah kiblat adalah pointing terhadap titik Utara sejati sebagai acuan terhadap perubahan sudut yang ditunjukkan oleh skala horisontalnya atau yang disebut “Azimuth”, sementara untuk menjadikan bagian skala vertikal atau “Altitude” juga akurat maka kedudukan alat saat kalibrasi harus benar-benar datar. Pointing terhadap titik Utara bisanya dilakukan dengan mengarahkan theodolit ke matahari dan dicari berapa azimuth matahari saat itu untuk dicocokkan sehingga bisa diketahui arah utara sejatinya (True North). Pointing juga bisa dilakukan dengan menggunakan kompas yang biasanya terpasang di atas theodolit.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pengukuran arah kiblat menggunakan theodolit dirasakan sulit terutama terkendala oleh sulitnya melakukan pointing terhadap titik Utara Sejati apalagi posisi matahari yang dijadikan target sudah tinggi di atas kepala atau bahkan kompas yang biasanya di atas theodolit sering tidak presisi. Untuk itu diperlukan teknisi yang menguasai betul penggunaan alat ini kecuali harganya yang juga termasuk sangat mahal.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;5. Total Station&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Alat ini merupakan langkah maju dan modernisasi dari theodolit. Total Station dilengkapi dengan piranti Global positioning System (GPS) sebagai pemandu arah dan posisi serta peningkatan dalam hal akurasi. Alat ini juga dilengkapi dengan penjejak jarak otomatis menggunakan laser. Pada teleskopnya juga dilengkapi dengan sensor CCD sehingga saat pembidikan cukup dilihat lewat layar monitor. Alat ini bahkan mampu menyimpan data-data hasil pengukuran dalam memorinya yang sudah serba komputerisasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Untuk pengukuran arah kiblat alat ini akan langsung mencari sendiri kemana arah kiblat dan arah shaff shalat langsung dari dalam bangunan masjid dengan tingkat akurasi yang tinggi. Beberapa merk Total Station misalnya Nikon, Topcon, Leica, Sokkia dan Horizon. Jangan bertanya mengenai harga alat ini sebab yang jelas sangat berat untuk kantong kita pribadi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;sumber : http://bengkelfalak.org/arahkiblat/arahkiblat.html&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-974966667404952402?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/974966667404952402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/penentuan-arah-kiblat-pendahuluan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/974966667404952402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/974966667404952402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/penentuan-arah-kiblat-pendahuluan.html' title='PENENTUAN ARAH KIBLAT'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eZDA_VnNI/AAAAAAAAALM/YHE9y6oiXwc/s72-c/.makkah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-4954803743830155748</id><published>2010-02-01T18:35:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T18:35:20.051-08:00</updated><title type='text'>Wanita-Wanita Penghuni Neraka</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eO-fFn4TI/AAAAAAAAALI/TTr9PokBLzQ/s1600-h/nar.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eO-fFn4TI/AAAAAAAAALI/TTr9PokBLzQ/s1600/nar.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menjelaskan kepada kita apa yang disaksikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang penduduk Surga yang mayoritasnya adalah fuqara (para fakir miskin) dan neraka yang mayoritas penduduknya adalah wanita. Tetapi hadits ini tidak menjelaskan sebab-sebab yang mengantarkan mereka ke dalam neraka dan menjadi mayoritas penduduknya, namun disebutkan dalam hadits lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kisah gerhana matahari yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana padanya dengan shalat yang panjang , beliau shallallahu 'alaihi wa sallam melihat Surga dan neraka. Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya radliyallahu 'anhum :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?” Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab : “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lainnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Imran bin Husain dia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah wanita.” (HR. Muslim dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Qurthubi rahimahullah mengomentari hadits di atas dengan pernyataannya : “Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.” (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha halaman 29-30 dan At Tadzkirah halaman 369)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku Muslimah … .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat keterangan dan hadits di atas dengan seksama, niscaya kita akan dapati beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam neraka bahkan menjadi mayoritas penduduknya dan yang menyebabkan mereka menjadi golongan minoritas dari penghuni Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku Muslimah … . Hindarilah sebab-sebab ini semoga Allah subhanahu wa ta’ala menyelamatkan kita dari neraka. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan hal ini pada sabda beliau di atas tadi. Kekufuran model ini terlalu banyak kita dapati di tengah keluarga kaum Muslimin, yakni seorang istri yagn mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri sebagaimana kata pepatah, panas setahun dihapus oleh hujan sehari. Padahal yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan sang suami karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan melihat istri model begini sebagaimana dijelaskan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasa’i di dalam Al Kubra dari Abdullah bin ‘Amr. Lihat Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 76)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas adalah peringatan keras bagi para wanita Mukminah yang menginginkan ridha Allah subhanahu wa ta’ala dan Surga-Nya. Maka tidak sepantasnya bagi wanita yang mengharapkan akhirat untuk mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya dan nikmat-nikmat yang diberikannya atau meminta dan banyak mengadukan hal-hal sepele yang tidak pantas untuk dibesar-besarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian keadaannya maka sungguh sangat cocok sekali jika wanita yang kufur terhadap suaminya serta kebaikan-kebaikannya dikatakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai mayoritas kaum yang masuk ke dalam neraka walaupun mereka tidak kekal di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup kiranya istri-istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabiyah sebagai suri tauladan bagi istri-istri kaum Mukminin dalam mensyukuri kebaikan-kebaikan yang diberikan suaminya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Durhaka Terhadap Suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedurhakaan yang dilakukan seorang istri terhadap suaminya pada umumnya berupa tiga bentuk kedurhakaan yang sering kita jumpai pada kehidupan masyarakat kaum Muslimin. Tiga bentuk kedurhakaan itu adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Durhaka dengan ucapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Durhaka dengan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Durhaka dengan ucapan dan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk pertama ialah seorang istri yang biasanya berucap dan bersikap baik kepada suaminya serta segera memenuhi panggilannya, tiba-tiba berubah sikap dengan berbicara kasar dan tidak segera memenuhi panggilan suaminya. Atau ia memenuhinya tetapi dengan wajah yang menunjukkan rasa tidak senang atau lambat mendatangi suaminya. Kedurhakaan seperti ini sering dilakukan seorang istri ketika ia lupa atau memang sengaja melupakan ancaman-ancaman Allah terhadap sikap ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk bentuk kedurhakaan ini ialah apabila seorang istri membicarakan perbuatan suami yang tidak ia sukai kepada teman-teman atau keluarganya tanpa sebab yang diperbolehkan syar’i. Atau ia menuduh suaminya dengan tuduhan-tuduhan dengan maksud untuk menjelekkannya dan merusak kehormatannya sehingga nama suaminya jelek di mata orang lain. Bentuk serupa adalah apabila seorang istri meminta di thalaq atau di khulu’ (dicerai) tanpa sebab syar’i. Atau ia mengaku-aku telah dianiaya atau didhalimi suaminya atau yang semisal dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan cerai biasanya diawali dengan pertengkaran antara suami dan istri karena ketidakpuasan sang istri terhadap kebaikan dan usaha sang suami. Atau yang lebih menyedihkan lagi bila hal itu dilakukannya karena suaminya berusaha mengamalkan syari’at-syari’at Allah subhanahu wa ta’ala dan sunnah-sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Sungguh jelek apa yang dilakukan istri seperti ini terhadap suaminya. Ingatlah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’i, pent.) maka haram baginya wangi Surga.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi serta selain keduanya. Lihat Al Insyirah fi Adabin Nikah halaman 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kedurhakaan kedua yang dilakukan para istri terjadi dalam hal perbuatan yaitu ketika seorang istri tidak mau melayani kebutuhan seksual suaminya atau bermuka masam ketika melayaninya atau menghindari suami ketika hendak disentuh dan dicium atau menutup pintu ketika suami hendak mendatanginya dan yang semisal dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dari bentuk ini ialah apabila seorang istri keluar rumah tanpa izin suaminya walaupun hanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya. Yang demikian seakan-akan seorang istri lari dari rumah suaminya tanpa sebab syar’i. Demikian pula jika sang istri enggan untuk bersafar (melakukan perjalanan) bersama suaminya, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, berjalan di tempat umum dan pasar-pasar tanpa mahram, bersenda gurau atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan mahramnya dan yang semisal dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk lain adalah apabila seorang istri tidak mau berdandan atau mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu, melakukan puasa sunnah tanpa izin suaminya, meninggalkan hak-hak Allah seperti shalat, mandi janabat, atau puasa Ramadlan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setiap istri yang melakukan perbuatan-perbuatan seperti tersebut adalah istri yang durhaka terhadap suami dan bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kedua bentuk kedurhakaan ini dilakukan sekaligus oleh seorang istri maka ia dikatakan sebagai istri yang durhaka dengan ucapan dan perbuatannya. (Dinukil dari kitab An Nusyuz karya Dr. Shaleh bin Ghanim As Sadlan halaman 23-25 dengan beberapa tambahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh merugi wanita yang melakukan kedurhakaan ini. Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada jalan ke Surga karena memang biasanya wanita yang melakukan kedurhakaan-kedurhakaan ini tergoda oleh angan-angan dan kesenangan dunia yang menipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai saudariku Muslimah, jalan menuju Surga tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan dipenuhi dengan rintangan-rintangan yang berat untuk dilalui oleh manusia kecuali orang-orang yang diberi ketegaran iman oleh Allah. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini ada Surga yang Allah sediakan untuk hamba-hamba-Nya yang sabar menempuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah pula bahwa jalan menuju neraka memang indah, penuh dengan syahwat dan kesenangan dunia yang setiap manusia tertarik untuk menjalaninya. Tetapi ingat dan sadarlah bahwa neraka menanti orang-orang yang menjalani jalan ini dan tidak mau berpaling darinya semasa ia hidup di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya wanita yang bijaksanalah yang mau bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada suaminya dari kedurhakaan-kedurhakaan yang pernah ia lakukan. Ia akan kembali berusaha mencintai suaminya dan sabar dalam mentaati perintahnya. Ia mengerti nasib di akhirat dan bukan kesengsaraan di dunia yang ia takuti dan tangisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tabarruj&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib untuk ditutupi dari hal-hal yang dapat menarik syahwat lelaki. (Jilbab Al Mar’atil Muslimah halaman 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini kita dapati pada sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang dikarenakan minimnya pakaian mereka dan tipisnya bahan kain yang dipakainya. Yang demikian ini sesuai dengan komentar Ibnul ‘Abdil Barr rahimahullah ketika menjelaskan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tersebut. Ibnul ‘Abdil Barr menyatakan : “Wanita-wanita yang dimaksudkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah yang memakai pakaian yang tipis yang membentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian pada dhahirnya dan telanjang pada hakikatnya … .” (Dinukil oleh Suyuthi di dalam Tanwirul Hawalik 3/103 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah wanita-wanita yang hobi menampakkan perhiasan mereka, padahal Allah subhanahu wa ta’ala telah melarang hal ini dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka.” (An Nur : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Adz Dzahabi rahimahullah menyatakan di dalam kitab Al Kabair halaman 131 : “Termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat ialah menampakkan hiasan emas dan permata yang ada di dalam niqab (tutup muka/kerudung) mereka, memakai minyak wangi dengan misik dan yang semisalnya jika mereka keluar rumah … .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perbuatan seperti ini berarti mereka secara tidak langsung menyeret kaum pria ke dalam neraka, karena pada diri kaum wanita terdapat daya tarik syahwat yang sangat kuat yang dapat menggoyahkan keimanan yang kokoh sekalipun. Terlebih bagi iman yang lemah yang tidak dibentengi dengan ilmu Al Qur’an dan As Sunnah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri menyatakan di dalam hadits yang shahih bahwa fitnah yang paling besar yang paling ditakutkan atas kaum pria adalah fitnahnya wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah sudah berbicara bahwa betapa banyak tokoh-tokoh legendaris dunia yang tidak beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala hancur karirnya hanya disebabkan bujuk rayu wanita. Dan berapa banyak persaudaraan di antara kaum Mukminin terputus hanya dikarenakan wanita. Berapa banyak seorang anak tega dan menelantarkan ibunya demi mencari cinta seorang wanita, dan masih banyak lagi kasus lainnya yang dapat membuktikan bahwa wanita model mereka ini memang pantas untuk tidak mendapatkan wanginya Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan ucapan dan rayuan seorang wanita mampu menjerumuskan kaum pria ke dalam lembah dosa dan hina terlebih lagi jika mereka bersolek dan menampakkan di hadapan kaum pria. Tidak mengherankan lagi jika di sana-sini terjadi pelecehan terhadap kaum wanita, karena yang demikian adalah hasil perbuatan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudariku Muslimah … . Hindarilah tabarruj dan berhiaslah dengan pakaian yang Islamy yang menyelamatkan kalian dari dosa di dunia ini dan adzab di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (Al Ahzab : 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak sebab-sebab lainnya yang mengantarkan wanita menjadi mayoritas penduduk neraka. Tetapi kami hanya mencukupkan tiga sebab ini saja karena memang tiga model inilah yang sering kita dapati di dalam kehidupan masyarakat negeri kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku Muslimah … .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menuntunkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari adzab neraka. Ketika beliau selesai khutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan anjuran untuk mentaati-Nya. Beliau pun bangkit mendatangi kaum wanita, beliau menasehati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya : “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bershadaqahlah! Karena shadaqah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kalian dari adzab neraka. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menyelamatkan kita dari adzabnya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam bish Shawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.facebook.com/inbox/?folder=[fb]messages&amp;amp;page=1#/inbox/?folder=[fb]messages&amp;amp;page=1&amp;amp;tid=1117844205504&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-4954803743830155748?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/4954803743830155748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/wanita-wanita-penghuni-neraka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4954803743830155748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4954803743830155748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/wanita-wanita-penghuni-neraka.html' title='Wanita-Wanita Penghuni Neraka'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eO-fFn4TI/AAAAAAAAALI/TTr9PokBLzQ/s72-c/nar.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-8616478386493475285</id><published>2010-02-01T18:14:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T18:14:59.667-08:00</updated><title type='text'>lowongan di BANK MUAMALAT INDONESIA ( cab. Tubagus Angke)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eKlcIiN6I/AAAAAAAAALE/kT2ckksHR6A/s1600-h/muam.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eKlcIiN6I/AAAAAAAAALE/kT2ckksHR6A/s1600/muam.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;PT BANK MUAMALAT INDONESIA cabang Tubagus Angke&lt;br /&gt;membuka lowongan kerja sebagai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. STAFF LEGAL&lt;br /&gt;2. ACCOUNT MANAGER&lt;br /&gt;3. CUSTOMER SERVICE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSYARATAN ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pendidikan terakhir minimal s1 ( posisi no 1; S1 Hukum)&lt;br /&gt;IPK minimal 3,00&lt;br /&gt;2. Berpengalaman di bidang perbankan (posisi no 1&amp;amp; 2) di utamakan&lt;br /&gt;3. Laki laki/perempuan, usia max 28 tahun (posisi no 3 max 25 tahun)&lt;br /&gt;4. Muslim/ah &amp;amp; berpenampilan menarik&lt;br /&gt;5. Mampu membaca Al Qur’an&lt;br /&gt;6. Bersedia ikut psikotest, toefl, medical check up, tes pengetahuan perbankan&lt;br /&gt;7. Memiliki kemampuan service oriented &amp;amp; service skill&lt;br /&gt;8. Mampu berkomunikasi dengan baik, bahasa inggris lisan maupun tulisan&lt;br /&gt;9. Computer skill, min ms office , internet&lt;br /&gt;10. Untuk posisi no 2 ( 1 orang laki /perempuan keturunan tionghoa muslim &amp;amp; menguasai bahasa tionghoa (mandarin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkas lamaran dan cv sudah di terima selambatnya 11 februari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamaran dapat di kirim ke email ; dayat_kmb@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau di kirim ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSONALIA CABANG PT BMI kantor cabang Tubagus angke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jl. Tubagus Angke no 47 A-8 Jembatan lima, Jakbar 11250&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-8616478386493475285?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/8616478386493475285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/lowongan-di-bank-muamalat-indonesia-cab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/8616478386493475285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/8616478386493475285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/02/lowongan-di-bank-muamalat-indonesia-cab.html' title='lowongan di BANK MUAMALAT INDONESIA ( cab. Tubagus Angke)'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2eKlcIiN6I/AAAAAAAAALE/kT2ckksHR6A/s72-c/muam.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-7440935218562685685</id><published>2010-01-29T15:11:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T18:16:51.112-08:00</updated><title type='text'>Ini baru Akhwat Gue...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2NqqtlG0dI/AAAAAAAAAK4/SyZ2YweW2H8/s1600-h/akh.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2NqqtlG0dI/AAAAAAAAAK4/SyZ2YweW2H8/s1600/akh.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak faktor yang bisa menjadi sebab munculnya rasa cinta seorang pria kepada wanita untuk diperistri. Setidak-tidaknya seperti di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karena akidahnya yang Shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga adalah salah satu benteng akidah. Sebagai benteng akidah, keluarga harus benar-benar kokoh dan tidak bisa ditembus. Jika rapuh, maka rusaklah segala-galanya dan seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat. Dan faktor penting yang bisa membantu seorang lelaki menjaga kekokohan benteng rumah tangganya adalah istri shalihah yang berakidah shahih serta paham betul akan peran dan fungsinya sebagai madrasah bagi calon pemimpin umat generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Karena paham agama dan mengamalkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang membuat seorang lelaki mencintai wanita. Ada yang karena kemolekannya semata. Ada juga karena status sosialnya. Tidak sedikit lelaki menikahi wanita karena wanita itu kaya. Tapi, kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah wanita dambaan yang lelaki shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita shalihah), kamu akan beruntung.” (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. juga menegaskan, “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang shalihah.” (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasa’i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hanya lelaki yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita shalihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari keturunan yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. mewanti-wanti kaum lelaki yang shalih untuk tidak asal menikahi wanita. “Jauhilah rumput hijau sampah!” Mereka bertanya, “Apakah rumput hijau sampah itu, ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Wanita yang baik tetapi tinggal di tempat yang buruk.” (Daruquthni, Askari, dan Ibnu ‘Adi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Rasulullah saw. memberi tuntunan kepada kaum lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari istri. Bukan saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi juga yang punya paman dan saudara-saudara yang baik kualitasnya. “Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah (wanita-wanitamu) kepada mereka (laki-laki yang sepadan),” kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai paman-pamannya,” begitu perintah Rasulullah saw. lagi. “Nikahilah di dalam “kamar” yang shalih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak.” (Ibnu ‘Adi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Utsman bin Abi Al-’Ash Ats-Tsaqafi menasihati anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek. “Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Masih gadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain, kecuali suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan menikah dengan gadis. “Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah menerima yang sedikit,” begitu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hal ini A’isyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?” Nabi menjawab, “Pada yang belum pernah digembalai.” Lalu A’isyah berkata, “Itulah aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat bernama Jabir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Jabir menjawab, “Sudah, ya Rasulullah.” Beliau bertanya, “Janda atau perawan?” Jabir menjawab, “Janda.” Beliau bersabda, “Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya?” Jabir menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.” Nabi bersabda, “Engkau benar, insya Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sehat jasmani dan penyayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Ma’qal bin Yasar berkata, “Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, “Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya?” Beliau menjawab, “Jangan.” Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain.” (Abu Dawud dan Nasa’i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Rasulullah menegaskan, “Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain.” (Abu Daud dan An-Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berakhlak mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri baik merupakan hak anak atas ayahnya, “Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lemah-lembut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari A’isyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai A’isyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menyejukkan pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya.” (Abu daud dan An-Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah seperti lelaki terhadap suaminya,” begitu kata Rasulullah saw. lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran jika Asma’ binti Kharijah mewasiatkan beberapa hal kepada putrinya yang hendak menikah. “Engkau akan keluar dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan. Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu. Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya seperti budah perempuan, maka ia akan menjadi seorang hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya, akibatnya ia bisa melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekat kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah kami menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyimak dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajiban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qana’ah. Bukan saja qana’ah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga qana’ah dalam menerima pemberian suami. “Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya.” Karena itu tak heran jika acapkali melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Rasulullah, “Istri yang paling berkah adalah yang paling sedikit biayanya.” (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari A’isyah r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, “Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka mempunyai kewajiban menurut kepantasan dan kewajaran,” begitu firman Allah swt. di surah Al-Baqarah ayat 228. Pelayanan yang diberikan seorang istri sebanding dengan jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah kepada para suami, “Berilah tempat tinggal bagi perempuan-perempuan seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti mereka dengan maksud menekan.” (At-Thalaq: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri yang shalihah adalah harta simpanan yang sesungguhnya yang bisa kita jadikan tabungan di dunia dan akhirat. Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, “Ketika turun ayat ‘walladzina yaknizuna… (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, “Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambil”. Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Mengerti kelebihan dan kekurangan suaminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nailah binti Al-Fafishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya, “Apakah kamu senang dengan ketuaanku ini?” “Saya adalah wanita yang menyukai lelaki dengan ketuaannya,” jawab Nailah. “Tapi ketuaanku ini terlalu renta.” Nailah menjawab, “Engkau telah habiskan masa mudamu bersama Rasulullah saw. dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Pandai bersyukur kepada suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.” (An-Nasa’i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Cerdas dan bijak dalam menyampaikan pendapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata, “Orang Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang shalih.&lt;br /&gt;Written by : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YogaSatria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.pencerahanhati.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=2418&amp;amp;catid=902&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-7440935218562685685?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/7440935218562685685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/ini-baru-tipikal-akhwat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7440935218562685685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7440935218562685685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/ini-baru-tipikal-akhwat.html' title='Ini baru Akhwat Gue...'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2NqqtlG0dI/AAAAAAAAAK4/SyZ2YweW2H8/s72-c/akh.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-1687578239098236104</id><published>2010-01-29T14:54:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T15:13:43.294-08:00</updated><title type='text'>Bukan Tipikal Akhwat Sejati, Jika......</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2NrkScQLBI/AAAAAAAAAK8/UUsd1qL_Jig/s1600-h/aw.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2NrkScQLBI/AAAAAAAAAK8/UUsd1qL_Jig/s320/aw.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pertama, perempuan yang kelaki-lakian, “mustarjalah”&lt;br /&gt;Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya “Tsartsarah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, perempuan materialistis “Maaddiyah”&lt;br /&gt;Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, perempuan pemalas “muhmalah” &lt;br /&gt;Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, perempuan bodoh “ghobiyyah”&lt;br /&gt;Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, perempuan pembohong “kadzibah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat “mutabahiyah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya&lt;br /&gt;Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.&lt;br /&gt;Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh, perempuan murahan “mubtadzilah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesebelas, perempuan yang perasa “syadidah hasasiyyah”&lt;br /&gt;Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan “ghayyur gira zaidah”&lt;br /&gt;Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketigabelas, perempuan fanatis “mumillah”&lt;br /&gt;Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;labdakarim&lt;br /&gt;Written by : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YogaSatria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.pencerahanhati.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=2400&amp;amp;catid=902&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-1687578239098236104?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/1687578239098236104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/bukan-tipikal-akhwat-sejati-jika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1687578239098236104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1687578239098236104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/bukan-tipikal-akhwat-sejati-jika.html' title='Bukan Tipikal Akhwat Sejati, Jika......'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2NrkScQLBI/AAAAAAAAAK8/UUsd1qL_Jig/s72-c/aw.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-1157159034689366240</id><published>2010-01-29T14:46:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T14:46:47.598-08:00</updated><title type='text'>iniLah suami idamaN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2NlQW6lJcI/AAAAAAAAAKw/SDZOpAp92PQ/s1600-h/suami.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2NlQW6lJcI/AAAAAAAAAKw/SDZOpAp92PQ/s1600/suami.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya tuliskan dari bab “Inilah Suami Saya!” dari buku “Be a Great Wife”. Hanya saja saya kan gak mungkin menulis judulnya “Inilah Suami Saya!”, sementara saya sendiri akan jadi suami, insya Allah. Maka saya tuliskan “Inilah Suami Idaman”, dengan harapan semoga bisa menjadi pelajaran untuk teman-teman yang sedang mencari suami, yang akan jadi suami dan tentunya untuk saya pribadi. Inilah, suami idaman...&lt;br /&gt;1. Dia benar-benar konsisten dalam ketaatan kepada Allah. Memperhatikan setiap tindakan dan ucapan, tidak seperti orang yang memperhatikan salah satu saja di antaranya. Tidak mengenal tawar-menawar dalam ketaatan kepada Allah. Slogannya, “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Khalik.”&lt;br /&gt;2. Dia berakhlak baik, mudah, fleksibel dan dekat. Ucapannya baik, kata-katanya manis. Tidak mengenal caci-maki maupun ejekan, tidak pula kata-kata yang pedas ataupun wajah yang masam.&lt;br /&gt;3. Dia rajin menuntut ilmu syariat, mengajarkan, menuntun dan membuat saya mencintai ilmu. Dia berharap seandainya para malaikat bershalawat atas diri saya dan dirinya.&lt;br /&gt;4. Dia adalah teladan yang baik. Ucapannya sesuai dengan perbuatannya. Perbuatannya juga sesuai dengan ucapannya. Melaksanakan berbagai macam ibadah yang mampu dilakukannya.&lt;br /&gt;5. Dia tahu bagaimana memperlakukan istrinya, menafkahinya dan menunaikan semua hak saya semampunya dengan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;6. Dia bukan termasuk pecinta dunia, karena akhirat membuatnya sibuk sepanjang malam dan siang. Pada saat yang sama, dia pun tidak melupakan bagiannya di dunia berupa perhiasannya yang dihalalkan oleh Allah baginya. Slogannya, “Rezeki Tuhan-mu adalah lebih baik dan lebih kekal. Katakanlah bahwa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal.”&lt;br /&gt;7. Dia mengetahui metode mendidik anak-anaknya secara teori dan praktek. Dia pun mengajarkan saya bagaimana mendidik anak-anak dan memberi sebagian waktunya untuk itu serta tidak melupakan mereka.&lt;br /&gt;8. Dia senantiasa mengingatkan saya tentang keberangkatan meninggalkan dunia agar saya tidak senang dunia dan tidak cenderung padanya. Dia juga mengingatkan saya tentang alam kubur agar saya mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Dia adalah orang yang bertakwa dan bersih, bersikap zuhud berdasarkan ilmu, tidak lalai dari Tuhan-nya. Lidahnya selalu basah dengan dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;9. Dia mengetahui nilai dan urgensi waktu.&lt;br /&gt;10. Dia adalah lelaki yang peka dan penuh cinta kasih. Ucapan dan pilihan katanya tidak kering. Kata-kata cinta dan kasih sayang hanya mengenal jalan lisannya. Saya pun selalu mendengar kata-kata indah darinya yang menyenangkan saya dan dia pun suka mengucapkannya.&lt;br /&gt;11. Dia memperhatikan penampilan, kebersihan, dan aroma harumnya karena meneladani Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam.&lt;br /&gt;12. Dia tidak pernah lupa untuk berterima kasih kepada istrinya atas bantuannya, pendidikan anak-anaknya dan pekerjaan rumah. Dengan demikian, dia memberi semangat baru sehingga tidak menjadi malas ataupun jemu.&lt;br /&gt;13. Dia menghubungkan tali silaturrahim. Terlebih lagi kepada keluarga istrinya, sehingga membuat istrinya senang.&lt;br /&gt;14. Dia cerdas dan bijaksana. Sikapnya tenang dan penuh wibawa. Tidak terburu-buru, reaktif, ataupun emosional. Dia mampu mencari solusi rumah tangganya sendiri. Jika merasa kesulitan, dia berkonsultasi kepada orang-orang yang shalih dan bertakwa.&lt;br /&gt;15. Dia gemar beribadah kepada Allah, banyak berdzikir, banyak berpuasa, dan banyak mendirikan shalat malam. Dia mengenakan pakaian kewibawaan dan ketenangan. Senantiasa tamak dalam menambah ketaatan kepada Allah dan ibadah-ibadah sunnah.&lt;br /&gt;16. Dia beriman, berjihad dan bersabar. Dia rela menerima ketetapan dan takdir Allah tanpa pernah murka. Dia puas dengan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, hanya tamak dalam kenikmatan abadi yang ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;17. Dia adalah juru dakwah yang berwibawa, penyeru perbuatan baik, dan pencegah perbuatan munkar tanpa berlebihan ataupun menyepelekan. Dia berdakwah dengan metode yang tepat dan kepribadian yang penuh wibawa serta perbuatan yang tidak bertentangan dengan syariat. Dakwahnya berdasarkan Al-Qur'an dan as-Sunnah, bukan berdasarkan hawa nafsu ataupun fanatisme golongan.&lt;br /&gt;Disalin ulang dari buku "Be a Great Wife" tulisan Isham bin Muhammad Asy-Syarif terbitan Embun Publishing... :)&lt;br /&gt;Kalau membaca uraian diatas, mungkin saya hanya bisa berkata, “alangkah jauhnya... alangkah&lt;br /&gt;jauhnya...” Semoga suatu hari, saat menjadi suami nanti, saya bisa menjadi lebih baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fr : artikel seorang teman&lt;br /&gt;Written by : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadies Irawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.pencerahanhati.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=2488&amp;amp;catid=902&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-1157159034689366240?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/1157159034689366240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/inilah-suami-idaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1157159034689366240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1157159034689366240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/inilah-suami-idaman.html' title='iniLah suami idamaN'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2NlQW6lJcI/AAAAAAAAAKw/SDZOpAp92PQ/s72-c/suami.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-1173100455244289696</id><published>2010-01-29T08:52:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T09:04:57.756-08:00</updated><title type='text'>Universitas Islam Madinah (UIM) Bersama Gontor Gelar “Dauroh Tadribiyyah dan Muqobalah”</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2MVLGQ_C3I/AAAAAAAAAKo/BGIVR4URNuY/s1600-h/mdnh.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2MVLGQ_C3I/AAAAAAAAAKo/BGIVR4URNuY/s320/mdnh.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Universitas Islam Madinah (UIM) menjalin kerjasama dengan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo dalam menyelenggarakan “Dauroh Tadribiyyah dan Muqobalah” yang akan dibuka Sabtu (6/2) mendatang. Acara yang diketuai Ustadz Sunan Autad Sarjana, Lc. dan Ustadz Azmi Syukri Zarkasyi, Lc. ini akan berlangsung selama kurang lebih 10 hari, Sabtu-Selasa, 6-16 Februari 2010, bertempat di Kampus Pondok Modern Gontor 2, Madusari, Siman, Ponorogo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penuturan Ustadz Yadi Nur Alami, Sekretaris Panitia “Daurah Tadribiyyah dan Muqobalah”, ketika dikonfirmasi Gontor Online di tempatnya, Rabu (27/1) malam, acara tersebut direncanakan menggunakan lima lokal kelas yang ada di Gontor 2. Pada saat yang bersamaan, di Gontor sedang berlangsung Ujian Pertengahan Tahun 1431/2010. Oleh karena itu, Ustadz Yadi mengungkapkan, seluruh kegiatan terkait acara di atas dipusatkan di Gontor 2, sehingga tidak mengganggu suasana belajar santri se-Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yang berasal dari Majalengka ini menambahkan, secara umum, acara dauroh ini terbagi menjadi dua, yakni Kegiatan Dauroh dan Kegiatan Muqobalah. Kegiatan Dauroh merupakan kegiatan belajar mengajar bersama para dosen dari Madinah. Kegiatan ini, rencananya akan dilaksanakan pada pagi hingga siang hari. Sedangkan Kegiatan Muqobalah adalah praktek interview dengan para dosen tersebut bagi mereka yang ingin mendaftarkan diri menjadi mahasiswa UIM. “Kegiatan Muqobalah ini dilaksanakan pada sore dan malam hari. Tidak semua peserta dauroh berhak mengikutinya,” tutur Ustadz Yadi. Mereka disyaratkan memiliki nilai ijazah dengan predikat “Jayyid Jiddan” atau “Mumtaz”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dosen yang akan datang dari Madinah berjumlah 11 orang. Sembilan orang di antara mereka aktif mengajar pada Kegiatan Dauroh dan sisanya sebanyak dua orang berencana mengadakan acara keliling ke beberapa Pondok Pesantren Mu’adalah Madinah. Di samping itu, dosen-dosen yang ada tersebut juga akan memberikan pengarahan bagi para imam dan khotib di masjid-masjid sekitar. Pengarahan ini akan dilaksanakan setiap hari seusai shalat Maghrib tepat. Menurut jadwal, kata Ustadz Yadi, sebagian dosen akan tiba di Gontor pada Senin (1/2) ini. Selanjutnya akan disusul dosen lainnya tiga hari kemudian, Kamis (4/2) nanti. Mereka akan kembali ke Madinah pada Kamis (18/2), dua hari setelah acara terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun peserta acara “Dauroh Tadribiyyah dan Muqobalah” terbatas, berjumlah 200 orang berasal dari Pondok Modern Darussalam Gontor, pondok pesantren (ponses) sekitar yang diajukan panitia dari Madinah sebanyak 22 ponpes, beberapa Pondok Pesantren Alumni dan ponpes non alumni yang mendapatkan undangan dari panitia untuk mengikuti acara tersebut dengan utusan maksimal sebanyak dua orang. Peserta dari ponpes yang mendapatkan undangan dari panitia diwajibkan membawa serta surat tugas dari pesantren yang bersangkutan. Untuk biaya, Ustadz Yadi menyatakan, selama acara ditanggung panitia, namun biaya transportasi pulang-pergi peserta ditanggung masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan untuk Peserta Kegiatan Muqobalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan umum:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Beragama Islam dan berkelakuan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Komitmen mentaati aturan UIM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sehat jasmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lulus ujian atau muqabalah yang dilakukan pihak UIM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memiliki ijazah dari sekolah negeri atau swasta yang mendapat akreditasi (mu'adalah) dari UIM. Berarti, ijazah dari sekolah negeri di Indonesia tidak perlu akreditasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Siap belajar sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memenuhi setiap persyaratan yang mungkin ditentukan UIM saat mengajukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;permohonan beasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan masuk program S1:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memiliki ijazah SMA atau sederajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Minimal nilai ijazah ”Jayyid Jiddan” (Baik Sekali)/rata-rata minimal 7,7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hafalan al Qur'an minimal 3 Juz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Usia ijazah tidak lebih dari 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak pernah drop out (DO) dari universitas lain karena sebab akademis atau hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Usia pemohon beasiswa tidak lebih dari 25 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Peminat Fakultas Quran harus memiliki hafalan 30 juz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkas yang diperlukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ijazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Daftar nilai ijazah/rapor tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syahadah husni sirah wa suluk (Surat Keterangan Berkelakuan Baik), diutamakan dari sekolah asal/ SKCK dari kepolisian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Akte kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Surat keterangan sehat dari penyakit menular dari dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Enam lembar pas foto ukuran 4 x 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tazkiyah (rekomendasi) dari 1 lembaga keislaman di negara asal, atau dari 2 tokoh agama yang dikenal, berisi keterangan komitmen menjalankan kewajiban agama dan berpegang kepada adab-adab Islam. &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;sumber&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.gontor.ac.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=237:uim-bersama-gontor-gelar-dauroh-tadribiyyah-dan-muqobalah-&amp;amp;catid=48:kegiatan&amp;amp;Itemid=66"&gt;http://www.gontor.ac.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=237:uim-bersama-gontor-gelar-dauroh-tadribiyyah-dan-muqobalah-&amp;amp;catid=48:kegiatan&amp;amp;Itemid=66&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-1173100455244289696?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/1173100455244289696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/universitas-islam-madinah-uim-bersama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1173100455244289696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/1173100455244289696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/universitas-islam-madinah-uim-bersama.html' title='Universitas Islam Madinah (UIM) Bersama Gontor Gelar “Dauroh Tadribiyyah dan Muqobalah”'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S2MVLGQ_C3I/AAAAAAAAAKo/BGIVR4URNuY/s72-c/mdnh.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-8584512815649218241</id><published>2010-01-25T20:19:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T20:19:45.159-08:00</updated><title type='text'>Belajar dari Wajah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S15s5UqEOBI/AAAAAAAAAKk/hfLI0yD_3s4/s1600-h/wjh.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S15s5UqEOBI/AAAAAAAAAKk/hfLI0yD_3s4/s1600/wjh.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menarik sekali jika kita terus menerus belajar tentang fenomena apa pun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya, hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri: "Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?" Karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah istri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapa pun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghujam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram. Subhanallah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya, sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung kalbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka caru tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapa pun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu, bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita. Buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah, raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapa pun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad saw memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bila ada orang yang menyapanya, menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, ketika Nabi saw berbincang dengan siapa pun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul karena kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.cybermq.com/kolom/detail/aa-gym/533/belajar-dari-wajah-mobile.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-8584512815649218241?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/8584512815649218241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/belajar-dari-wajah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/8584512815649218241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/8584512815649218241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/belajar-dari-wajah.html' title='Belajar dari Wajah'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S15s5UqEOBI/AAAAAAAAAKk/hfLI0yD_3s4/s72-c/wjh.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-7082212963388042659</id><published>2010-01-25T20:03:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T20:03:32.903-08:00</updated><title type='text'>Tips Cari Kerja di Internet</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S15pZ3NS1eI/AAAAAAAAAKg/H1CNwT5zfCc/s1600-h/62028_bekerja_dengan_komputer_300_225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S15pZ3NS1eI/AAAAAAAAAKg/H1CNwT5zfCc/s1600/62028_bekerja_dengan_komputer_300_225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan dunia digital memang bisa mempermudah segalanya, termasuk untuk mencari pekerjaan. Masalahnya adalah kesulitan saat proses mencari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan serta karier terdahulu Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa menghabiskan waktu berjam-jam berseluncur di dunia maya untuk mencari pekerjaan. Tidak heran setelah itu muncul rasa lelah dan jenuh serta berujung putus asa. Agar hal tersebut tidak terjadi, cobalah trik berikut agar proses mencari pekerjaan menjadi menjadi lebih efektif dan efisien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tentukan target&lt;br /&gt;Ketahui karier apa yang paling Anda inginkan. Hal ini sangat penting bagi Anda untuk membuat target pencarian lowongan yang diinginkan. Buatlah target perhari, setidaknya setiap hari Anda harus mendapatkan dua lowongan yang dinginkan agar waktu Anda tidak terbuang percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Riset&lt;br /&gt;Lakukan riset dan "bookmarks" situs lowongan pekerjaan yang menurut Anda memiliki kredibilitas. Jangan lupa juga untuk selalu mengunjungi situs-situs perusahaan besar. Biasanya perusahaan besar, memiliki kanal karier tersendiri dan mengumumkan lowongan lewat kanal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Manfaatkan mesin pencari pekerjaan&lt;br /&gt;Maksimalkan mesin pencari pekerjaan yang terdapat pada situs lowongan pekerjaan. Gunakan kata kunci yang langsung merujuk pada lowongan yang diinginkan. Jika Anda tidak menemukan, baru tengok lowongan lain yang cukup menarik bagi Anda. Cobalah fokus saat mencari pekerjaan di dunia maya. Jangan sambil melakukan kegiatan lain. Hal ini sangat penting agar perhatian Anda tidak terbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gunakan situs jejaring sosial&lt;br /&gt;Jangan hanya menggunakan situs jejaring sosial untuk senang-senag saja. Anda bisa "menjual diri" dan mendapatkan pekerjaan lebih cepat. Buatlah jaringan yang kuat dengan teman atau orang-orang yang mungkin memiliki info lowongan yang cocok bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Buatlah resume yang menarik&lt;br /&gt;Cobalah lebih kreatif dalam membuat resume baik dari sisi desain maupun isi. Hal ini bisa memicu ketertarikan orang untuk mengetahui Anda secara lebih dalam. Jika ingin mengirim surat lamaran, pastikan semuanya tertata baik. Mulai dari bahasa, tata letak, hingga kelengkapan dokumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/123211-tips_cari_kerja_di_internet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-7082212963388042659?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/7082212963388042659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/tips-cari-kerja-di-internet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7082212963388042659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7082212963388042659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/tips-cari-kerja-di-internet.html' title='Tips Cari Kerja di Internet'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S15pZ3NS1eI/AAAAAAAAAKg/H1CNwT5zfCc/s72-c/62028_bekerja_dengan_komputer_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-3185394709316295572</id><published>2010-01-15T17:21:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T17:24:19.203-08:00</updated><title type='text'>Cara Praktis Menghitung Zakat Maal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1EU9nu4crI/AAAAAAAAAKc/L_Cld1lRIZE/s1600-h/z.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1EU9nu4crI/AAAAAAAAAKc/L_Cld1lRIZE/s1600/z.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Segala puji hanya milik Allah, sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya, amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta benda beserta seluruh kenikmatan dunia diciptakan adalah untuk kepentingan manusia, agar mereka bersyukur kepada Allah Ta'ala dan rajin beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu tatkala Nabi Ibrahim 'alaihis salaam, meninggalkan putranya yaitu Nabi Ismail 'alaihissalaam di sekitar puing-puing Ka'bah, beliau berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rizqi dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur." (Qs. Ibrahiim: 37) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hikmah diturunkannya rizqi kepada umat manusia, sehingga bila mereka tidak bersyukur, maka seluruh harta tersebut akan berubah menjadi petaka, dan siksa baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ {34} يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَـذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dahi, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya, (lalu dikatakan) kepada mereka: Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (Qs. At Taubah: 34-35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata: "Dinyatakan bahwa setiap orang yang mencintai sesuatu dan lebih mendahulukannya dibanding ketaatan kepada Allah, niscaya ia akan disiksa dengannya. Dan dikarenakan orang-orang yang disebut pada ayat ini lebih suka untuk menimbun harta kekayaannya daripada menaati keridhaan Allah, maka mereka akan disiksa dengan harta kekayaannya. Sebagaimana halnya Abu Lahab, dengan dibantu oleh istrinya, ia tak henti-hentinya memusuhi Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, maka kelak di hari kiyamat, istrinya akan berbalik ikut serta menyiksa dirinya. Di leher istri Abu Lahab akan terikatkan tali dari sabut, dengannya ia mengumpulkan kayu-kayu bakar di neraka, lalu ia menimpakannya kepada Abu Lahab. Dengan cara ini siksa Abu Lahab semakin terasa pedih, karena dilakukan oleh orang yang semasa hidupnya di dunia paling ia cintai. Demikianlah halnya para penimbun harta kekayaannya. Harta kekayaan yang sangat ia cintai, kelak di hari kiyamat menjadi hal yang paling menyedihkannya. Di neraka Jahannam, harta kekayaannya itu akan dipanaskan, lalu digunakan untuk membakar dahi, perut, dan punggung mereka."(1) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar Al Asqalaani berkata: "Dan hikmah dikembalikannya seluruh harta yang pernah ia miliki, padahal hak Allah (zakat) yang wajib dikeluarkan hanyalah sebaginnya saja, adalah karena zakat yang harus dikeluarkan menyatu dengan seluruh harta dan tidak dapat dibedakan. Dan karena harta yang tidak dikeluarkan zakatnya adalah harta yang tidak suci."(2) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata singkat, zakat adalah persyaratan dari Allah Ta'ala kepada orang-orang yang menerima karunia berupa harta kekayaan agar harta kekayaan tersebut menjadi halal baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siapa yang berhak menerima Zakat?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat akan diagihkan kepada beberapa asnaf. Asnaf-asnaf tersebut ialah:&lt;br /&gt;ASNAF FAKIR&lt;br /&gt;Fakir ialah orang Islam yang tidak mempunyai harta hasil usaha (pekerjaan) yang halal dan layak dengannya untuk memenuhi keperluan dirinya dan tanggungannya termasuklah makanan, pakaian, tempat tinggal dan keperluan-keperluan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASNAF MISKIN&lt;br /&gt;Miskin ialah orang Islam yang mempunyai harta dan hasil usaha (pekerjaan) yang halal dan layak dengannya tetapi masih tidak mencukupi untuk menanggung keperluan dirinya dan tanggungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASNAF AMIL&lt;br /&gt;Orang yang dilantik / ditauliahkan oleh Sultan atau Naibnya untuk penyelenggaraan hal-hal zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASNAF MUALLAF&lt;br /&gt;Orang yang baru memeluk Islam iaitu "orang yang dijinakkan hatinya" dengan diberi bantuan supaya mereka teguh mencintai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASNAF RIQAB&lt;br /&gt;Iaitu hamba mukatab yang ingin memerdekakan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASNAF GHARIMIN&lt;br /&gt;Orang Islam yang berhutang untuk memenuhi keperluan asasi bagi permasalahan diri atau keluarga tanggungannya atau orang yang berhutang untuk menyelesaikan masalah masyarakat dan memerlukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berhutang itu tidak mampu menjelaskan hutangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutang itu hendaklah dalam perkara taat yang diharuskan syarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutang telah sampai tempoh untuk dijelaskan.&lt;br /&gt;ASNAF FISABILILLAH&lt;br /&gt;Fisabililah ialah tiap-tiap perbuatan / perkara yang menjurus kepada keperluan dan masalah untukmenegakkan syiar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASNAF IBNI SABIL&lt;br /&gt;Orang Islam yang kehabisan perbelanjaan dalam perjalanan atau orang yang hendak memulakan perjalanan sedangkan ia tidak mempunyai belanja dengan syarat:&lt;br /&gt;Ia mengembara dari negeri tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;Pengembaraan diharuskan oleh syarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nishab Zakat Emas dan Perak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas dan perak adalah harta kekayaan utama umat manusia, dan dengannyalah harta benda lainnya di nilai. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya akan membahas nishab keduanya dan harta yang semakna dengannya, yaitu uang kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن علي رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال: إذا كانت لك مائتا درهم وحال عليها الحول، ففيها خمسة دراهم، وليس عليك شيء يعني في الذهب حتى يكون لك عشرون دينارا، فإذا كان لك عشرون دينارا، وحال عليها الحول ففيها نصف دينار، فما زاد فبحساب ذلك. رواه أبو داود وصححه الألباني&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sahabat Ali radliyallaahu 'anhu, ia meriwayatkan dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Bila engkau memiliki dua ratus dirham, dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat sebesar lima dirham. Dan engkau tidak berkewajiban membayar zakat sedikitpun –maksudnya zakat emas- hingga engkau memiliki dua puluh dinar. Bila engkau telah memiliki dua puluh dinar, dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat setengah dinar. Dan setiap kelebihan dari (nishab) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu." (Riwayat Abu Dawud, Al Baihaqy dan dishahihkan oleh Al Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبي سَعِيدٍ رضي الله عنه يقول: قال النبي صلى الله عليه و سلم: ليس فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ صَدَقَةٌ. متفق عليه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sahabat Abu Sa'id Al Khudri radliyallaahu 'anhu, ia menuturkan: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: "Tidaklah ada kewajiban zakat pada uang perak yang kurang dari lima Uqiyah." (Muttafaqun 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada hadits riwayat Abu Bakar radliyallaahu 'anhu dinyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.وفي الرِّقَّةِ رُبْعُ الْعُشْر. رواه البخاري&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan pada perak, diwajibkan zakat sebesar seperdua puluh (2,5 %)." (Riwayat Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits di atas adalah sebagian dalil tentang penentuan nishab zakat emas dan perak, dan darinya kita dapat simpulkan beberapa hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nishab adalah batas minimal dari harta zakat yang bila seseorang telah memiliki harta sebesar itu, maka ia wajib untuk mengeluarkan zakat. Dengan demikian, batasan nishab hanya diperlukan oleh orang yang hartanya sedikit, untuk mengetahui apakah dirinya telah berkewajiban membayar zakat atau belum. Adapun orang yang memiliki emas dan perak dalam jumlah besar, maka ia tidak lagi perlu untuk mengetahui batasan nishab, karena sudah dapat dipastikan bahwa ia telah berkewajiban membayar zakat. Oleh karena itu pada hadits riwayat Ali radliyallaahu 'anhu di atas, Nabi shallallaahu alaihi wa sallam menyatakan: "Dan setiap kelebihan dari (nishab) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nishab emas, adalah 20 (dua puluh) dinar, atau seberat  gram emas.(3) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nishab perak, yaitu sebanyak 5 (lima) uqiyah, atau seberat 595 gram.(4) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar zakat yang harus dikeluarkan dari emas dan perak bila telah mencapai nishab adalah atau 2,5 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa yang dijadikan batasan nishab emas dan perak di atas adalah emas dan perak murni (24 karat).(5) Dengan demikian, bila seseorang memiliki emas yang tidak murni, misalnya emas 18 karat, maka nishabnya harus disesuaikan dengan nishab emas yang murni (24 karat), yaitu dengan cara membandingkan harga jualnya, atau dengan bertanya kepada toko emas atau ahli emas, tentang kadar emas yang ia miliki. Bila kadar emas yang ia miliki telah mencapai nishab, maka ia wajib membayar zakatnya, dan bila belum, maka ia belum berkewajiban untuk membayar zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang hendak membayar zakat emas atau perak yang ia miliki, maka ia dibolehkan untuk memilih satu dari dua cara berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pertama: Membeli emas atau perak sebesar zakat yang harus ia bayarkan, lalu memberikannya langsung kepada yang berhak menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kedua: Ia membayarnya dengan uang kertas yang berlaku di negrinya sejumlah harga zakat (emas atau perak) yang harus ia bayarkan pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh: Bila seseorang memiliki emas seberat 100 gram dan telah berlalu satu haul, maka ia boleh mengeluarkan zakatnya dalam bentuk perhiasan emas seberat 2,5 gram. Sebagaimana ia juga dibenarkan untuk mengeluarkan uang seharga emas 2,5 gram tersebut. Bila harga emas di pasaran adalah Rp. 200.000, maka, ia berkewajiban untuk membayarkan uang sejumlah Rp. 500.000,- kepada yang berhak menerima zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah berkata: "Aku berpendapat bahwa tidak mengapa bagi seseorang untuk membayarkan zakat emas dan perak dalam bentuk uang seharga zakatnya. Ia tidak harus mengeluarkannya dalam bentuk emas. Yang demikian itu lebih bermanfaat bagi para penerima zakat. Biasanya orang fakir bila engkau beri pilihan antara menerima dalam bentuk kalung emas, atau menerimanya dalam bentuk uang, mereka lebih memilih uang, karena itu lebih berguna baginya."(6) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan penting pertama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat, bahwa harga emas dan perak di pasaran setiap saat mengalami perubahan, sehingga bisa saja ketika membeli, kita membeli tiap 1gram seharga Rp 100.000, dan ketika berlalu satu tahun, harga emas telah berubah menjadi Rp 200.000, atau sebaliknya, pada saat beli 1 gram emas berharga Rp. 200.000,- sedangkan ketika jatuh tempo bayar zakat, harganya turun menjadi Rp 100.000. Pada kejadian semacam ini, yang menjadi pedoman dalam pembayaran zakat adalah harga pada saat membayar zakat, bukan harga pada saat beli (7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nishab Zakat Uang Kertas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu, umat manusia menggunakan berbagai macam cara untuk bertransaksi dan bertukar barang, agar dapat memenuhi kebutuhannya. Pada awalnya, kebanyakan dari mereka menggunakan cara barter, yaitu tukar menukar barang. Akan tetapi tatkala mereka menyadari bahwa cara ini kurang praktis, -terlebih-lebih bila kebutuhannya dalam sekala besar- mereka berupaya mencari alternatif lain. Hingga pada akhirnya mereka mendapatkan bahwa emas dan perak, barang berharga yang dapat dijadikan sebagai alat transaksi antara mereka, dan sebagai alat untuk mengukur nilai suatu barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beberapa waktu silam, umat manusia kembali merasakan adanya berbagai kendala dengan uang emas dan perak, merekapun kembali berpikir untuk mencari barang lain yang dapat menggantikan peranan uang emas dan perak. Pada akhirnya ditemukanlah uang kertas, dan mulailah umat manusia menggunakannya sebagai alat transaksi dan pengukur nilai barang, menggantikan uang dinar dan dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini, maka para ulama' menyatakan bahwa uang kertas yang diberlakukan oleh suatu negara memiliki peranan dan hukum seperti peranan dan hukum uang dinar dan dirham. Dengan demikian berlakulah padanya hukum-hukum riba dan zakat. (8) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila demikian halnya, maka bila seseorang memiliki uang kertas yang mencapai harga nishab emas atau perak, ia wajib mengeluarkan zakatnya, yaitu 2,5 % dari total uang yang ia miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya, maka saya akan mencoba mejelaskan hal ini dengan contoh berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai: 1 gram emas 24 karat di pasaran dijual seharga Rp 200.000,- sedangkan 1 gram perak murni dijual seharga Rp 25.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian nishab zakat emas adalah: x Rp 200.000,- = Rp 18.285.715,- sedangkan nishab perak adalah: 595 x Rp 25.000 = Rp 14.875.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pak Ahmad pada tanggal 1 Jumadits Tsani 1428 H memiliki uang sebesar Rp 50.000.000 (lima puluh juta),- lalu uang tersebut ia tabungkan dan selama satu tahun uang tersebut tidak pernah berkurang dari batas minimal nishab di atas. Pada contoh kasus ini, maka pada tanggal 1 Jumadits Tsani 1429 H, pak Ahmad berkewajiban membayar zakat malnya. Total zakat mal yang harus beliau bayarkan adalah: Rp 50.000.000 x 2,5 % (atau Rp 50.000.000 : 40 ) = Rp 1.250.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus pak Ahmad di atas, batasan nishab emas ataupun perak, sama sekali tidak diperhatikan, karena uang beliau jelas-jelas melebihi nishab keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi bila uang pak Ahmad berjumlah Rp 16.000.000,-, maka pada saat inilah kita mempertimbangkan batas nishab emas dan perak. Pada kasus kedua ini, uang pak Ahmad telah mencapai nishab perak yaitu Rp 14.875.000, akan tetapi belum mancapai nishab emas yaitu Rp 18.285.715.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus semacam ini para ulama' menyatakan bahwa pak Ahmad wajib menggunakan nishab perak, dan tidak boleh menggunakan nishab emas. Dengan demikian pak Ahmad berkewajiban membayar zakat mal sebesar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rp 16.000.000 x 2,5 % (16.000.000 : 40) = Rp 400.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komite Tetap Untuk Fatwa Kerajaan Saudi Arabia dibawah kepemimpian syeikh Abdul Aziz bin Baz pada keputusannya no: 1881 menyatakan: "Bila uang kertas yang dimiliki seseorang telah mencapai batas nishab salah satu dari keduanya (emas atau perak), dan belum mencapai batas nishab yang lainnya, maka penghitungan zakatnya wajib didasarkan kepada nishab yang telah dicapai tersebut".(9) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan penting kedua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pemaparan singkat tentang nishab zakat uang dapat disimpulkan bahwa nishab dan berbagai ketentuan tentang zakat uang adalah mengikuti nishab dan ketentuan salah satu dari emas atau perak. Oleh karena itu, para ulama' menyatakan bahwa nishab emas atau nishab perak dapat disempurnakan dengan uang atau sebaliknya.(10) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pemaparan di atas, bila seseorang memiliki emas seberat 50 gram seharga Rp. 10.000.000, dan ia juga memiliki uang tunai sebesar Rp. 13.000.000, sedangkan harga 1 gram emas adalah Rp. 200.000, maka ia berkewajiban membayar zakat 2,5 %. Walaupun masing-masing dari emas dan uang tunai yang ia miliki belum mencapai nishab, akan tetapi ketika keduanya digabungkan, jumlahnya mencapai nishab. Dengan demikian orang tersebut berkewajiban membayar zakat sebesar Rp. 575.000,- dengan perhitungan sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rp 10.000.000 + 13.000.000 x 2,5 % (23.000.000 : 40) = Rp 575.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat Profesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman sekarang ini, sebagian orang mengadakan zakat baru yang disebut dengan zakat profesi, yaitu bila seorang pegawai negri atau perusahaan yang memiliki gaji besar, maka ia diwajibkan untuk mengeluarkan 2,5 % dari gaji atau penghasilannya. Orang-orang yang menyerukan zakat jenis beralasan: bila seorang petani yang dengan susah payah bercocok tanam harus mengeluarkan zakat, maka seorang pegawai yang kerjanya lebih ringan dan hasilnya lebih besar dari hasil panen petani, lebih layak untuk dikenai kewajiban zakat. Berdasarkan qiyas ini, mereka mewajibkan seorang pegawai untuk mengeluarkan 2,5 % dari gajinya dengan sebutan zakat profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita mengkaji pendapat ini dengan seksama, maka kita akan dapatkan banyak kejanggalan dan penyelewengan. Berikut sekilas bukti akan kejanggalan dan penyelewengan tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang mewajibkan zakat profesi mengqiyaskan (menyamakan) zakat profesi dengan zakat hasil pertanian, tanpa memperdulikan perbedaan antara keduanya. Zakat hasil pertanian adalah  (seper sepuluh) dari hasil panen bila pengairannya tanpa memerlukan biaya, dan (seper dua puluh), bila pengairannya membutuhkan biaya. Adapun zakat profesi, maka zakatnya adalah 2,5 %, sehingga qiyas semacam ini adalah qiyas yang benar-benar aneh dan menyeleweng. Seharusnya qiyas yang benar ialah dengan mewajibkan zakat profesi sebesar (seper sepuluh) bagi profesi yang tidak membutuhkan modal, dan (seper dua puluh), tentu ini sangat memberatkan, dan orang-orang yang mengatakan ada zakat profesi tidak akan berani memfatwakan zakat profesi sebesar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji diwujudkan dalam bentuk uang, maka gaji lebih tepat bila diqiyaskan dengan zakat emas dan perak, karena sama-sama sebagai alat jual beli, dan standar nilai barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yangmemfatwakan zakat profesi telah nyata-nyata melanggar ijma' para ulama' selama 14 abad, yaitu dengan memfatwakan wajibnya zakat pada gedung, tanah dan yang serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji bukanlah hal baru dalam kehidupan manusia secara umum dan umat Islam secara khusus, keduanya telah ada sejak zaman dahulu kala. Berikut beberapa buktinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Umar bin Al Khatthab radliyallaahu 'anhu pernah menjalankan suatu tugas dari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, lalu iapun diberi upah oleh Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam. Pada awalnya, sahabat Umar radliyallaahu 'anhu menolak upah tersebut, akan tetapi Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda kepadanya: "Bila engkau diberi sesuatu tanpa engkau minta, maka makan (ambil) dan sedekahkanlah." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai sahabat Abu Bakar radliyallaahu 'anhu dibai'at untuk menjabat khilafah, beliau berangkat ke pasar untuk berdagang sebagaimana kebiasaan beliau sebelumnya. Di tengah jalan, beliau berjumpa dengan Umar bin Al Khatthab radliyallaahu 'anhu, maka Umarpun bertanya kepadanya: "Hendak kemanakah engkau?" Abu Bakar menjawab: "Ke pasar." Umar kembali bertanya: "Walaupun engkau telah mengemban tugas yang menyibukkanmu?" Abu Bakar menjawab: "Subhanallah, tugas ini akan menyibukkan diriku dari menafkahi keluargaku?" Umarpun menjawab: "Kita akan memberimu secukupmu." (Riwayat Ibnu Sa'ad dan Al Baihaqy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Bukhary juga meriwayatkan pengakuan sahabat Abu Bakar radliyallaahu 'anhu tentang hal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لقد عَلِمَ قَوْمِي أَنَّ حِرْفَتِي لم تَكُنْ تَعْجِزُ عن مؤونة أَهْلِي وَشُغِلْتُ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَسَيَأْكُلُ آلُ أبي بَكْرٍ من هذا الْمَالِ وَيَحْتَرِفُ لِلْمُسْلِمِينَ فيه.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh kaumku telah mengetahui bahwa pekerjaanku dapat mencukupi kebutuhan keluargaku, sedangkan sekarang, aku disibukkan oleh urusan umat Islam, maka sekarang keluarga Abu Bakar akan makan sebagian dari harta ini (harta baitul maal), sedangkan ia akan bertugas mengatur urusan mereka." (Riwayat Bukhary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua membuktikan bahwa gaji dalam kehidupan umat islam bukanlah suatu hal yang baru, akan tetapi, selama 14 abad lamanya tidak perna ada satupun ulama' yang memfatwakan adanya zakat profesi atau gaji. Ini membuktikan bahwa zakat profesi tidak ada, yang ada hanyalah zakat mal, yang harus memenuhi dua syarat, yaitu hartanya mencapai nishab dan telah berlalu satu haul (tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ulama' ahlul ijtihaad yang ada pada zaman kita mengingkari pendapat ini, diantara mereka adalah Syeikh Bin Baz, beliau berkata: "Zakat gaji yang berupa uang, perlu diperinci: Bila gaji telah ia terima, lalu berlalu satu tahun dan telah mencapai satu nishab, maka wajib dizakati. Adapun bila gajinya kurang dari satu nishab, atau belum berlalu satu tahun, bahkan ia belanjakan sebelumnya, maka tidak wajib di zakati."(11) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa serupa juga telah diedarkan oleh Anggota Tetap Komite Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, berikut fatwanya: "Sebagaimana yang telah diketahui bersama bahwa di antara harta yang wajib dizakati adalah emas dan perak (mata uang). Dan diantara syarat wajibnya zakat pada emas dan perak (uang) adalah berlalunya satu tahun sejak kepemilikan uang tersebut. Mengingat hal itu, maka zakat diwajibkan pada gaji pegawai yang berhasil ditabungkan dan telah mencapai satu nishab, baik gaji itu sendiri telah mencapai satu nishab atau dengan digabungkan dengan uangnya yang lain dan telah berlalu satu tahun. Tidak dibenarkan untuk menyamakan gaji dengan hasil bumi; karena persyaratan haul (berlalu satu tahun sejak kepemilikan uang) telah ditetapkan dalam dalil, maka tidak boleh ada qiyas. Berdasarkan itu semua, maka zakat tidak wajib pada tabungan gaji pegawai hingga berlalu satu tahun (haul)."(12) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup tulisan singkat ini, saya mengajak pembaca untuk senantiasa merenungkan janji Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ. رواه مسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah shodakoh itu akan mengurangi harta kekayaan." (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pemaparan singkat di atas dapat membantu pembaca memahami metode penghitungan zakat maal yang benar menurut syari'at Islam. Wallahu ta'ala a'alam bis showaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Muhammad Arifin bin Badri, M.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Footnote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 ) Tafsir Ibnu Katsir 2/351-352, hal semakna juga diungkapkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalaani dalam kitabnya Fathul Bari 3/305.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 ) Fathul Bari oleh Ibnu Hajar Al Asqalaani 3/305.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 ) Penentuan nishab emas dengan gram, berdasarkan keputusan Anggota Tetap Komite Fatwa Kerajaan Saudi Arabia no: 5522. Adapun Syeikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin, maka beliau menyatakan bahwa nishab zakat emas adalah 85 gram, sebagaimana beliau tegaskan dalam bukunya: Majmu' Fatawa wa Rasaa'il 18/130, &amp;amp; 133. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 ) Penentuan nishab perak dengan 595 gram, berdasarkan penjelasan syeikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin pada berbagai kitab beliau, diantaranya Majmu' Fatawa wa Rasaail beliau 18/141.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 ) Baca Subulus Salaam oleh As Shan'ani 2/129.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 ) Majmu' Fatawa wa Rasaail 18/155, demikian juga difatwakan oleh Anggota Tetap Komite Fatwa Kerajaan Saudi Arabia pada fatwanya no: 9564&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 ) Majmu' Fatawa wa Rasaail oleh Syeikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin 18/96.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 ) Sebagaimana ditegaskan pada keputusan konfrensi Komite Fiqih Islam dibawah Rabithah 'Alam Al Islami, no: 6, pada rapatnya ke 5, tgl 8 s/d 16 Rabiul Akhir, thn 1402 H, dan juga pada keputusan Anggota Tetap Komite Fatwa Kerajaan Saudi Arabia no: 1881, 1728, dan difatwakan oleh Syeikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Majmu' Fatawa wa Ar Rasaa'il 18/173.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 ) Majmu' Fatwa Anggota Tetap Komite Fatwa Kerajaan Saudi Arabia 9/254, fatwa no: 1881 &amp;amp; Majmu' Fatawa wa Maqalaat Al Mutanawwi'ah oleh Syeikh Abdul Aziz bin Baaz 14/125.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 ) Maqalaat Al Mutanawwi'ah oleh Syeikh Abdul Aziz bin Baaz 14/125.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 ) Maqalaat Al Mutanawwi'ah oleh Syeikh Abdul Aziz bin Baaz 14/134. Poendapat serupa juga ditegaskan oleh Syeikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin, Majmu' Fatawa wa Ar Rasaa'il 18/178.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 ) Majmu' Fatwa Anggota Tetap Komite Fatwa Kerajaan Saudi Arabia 9/281, fatwa no: 1360&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Artikel ini merupakan kiriman dari Ustadz Muhammad Arifin bin Badri untuk pengusahamuslim.com atas jawaban dari pertanyaan tentang zakat maal yang di sampaikan di milis pm-fatw@yahoogroups.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-3185394709316295572?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/3185394709316295572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/cara-praktis-menghitung-zakat-maal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/3185394709316295572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/3185394709316295572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/cara-praktis-menghitung-zakat-maal.html' title='Cara Praktis Menghitung Zakat Maal'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1EU9nu4crI/AAAAAAAAAKc/L_Cld1lRIZE/s72-c/z.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-4020332984837104383</id><published>2010-01-15T05:02:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T05:02:16.740-08:00</updated><title type='text'>Mencuri Start</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BnL3I-atI/AAAAAAAAAKY/PHtS4evagBE/s1600-h/ist2_4305259-ready-start-go.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BnL3I-atI/AAAAAAAAAKY/PHtS4evagBE/s1600/ist2_4305259-ready-start-go.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mencuri adalah perbuatan yang dilarang dalam agama. Tetapi ada mencuri yang baik, salah satunya adalah mencuri salam. Yaitu ketika mendengar ada orang yang mengucap salam tetapi tidak ditujukan kepada kita, maka kita jawab saja salam itu dalam hati berniat mendoakan orang tsb. walaupun ia tidak mengetahuinya. Nah, ada lagi nih mencuri yang baik, yaitu mencuri start. Tapi, jangan dipraktekkan di dunia olahraga ya :), nanti malah diskualisikasi, eh gimana nulisnya? diskualifikasi, bener ga? Lalu apakah mencuri yang baik itu? Yang namanya mencuri adalah perbuatan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain kan? Betul, tetapi beda antara mencuri yang baik dengan mencuri yang jahat adalah pada perbuatannya. Mencuri yang baik adalah melakukan perbuatan yang positif tanpa diketahui orang lain, tetapi mencuri yang jahat adalah melakukan perbuatan yang negatif tanpa diketahui orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuri start, adalah melakukan suatu aktifitas positif ketika orang lain belum mulai melakukannya. Sehingga kita akan memiliki kesiapan yang lebih matang dibandingkan orang lain. Di bawah ini beberapa contohnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anak Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anak-anak sekolah, ketika di awal semester baru, ketika teman-teman masih santai saja mengikuti pelajaran sesuai petunjuk guru, ada anak yang sudah rajin membaca, mengerjakan latihan dan bahkan menyelesaikan buku pelajaran tsb. Bahkan ia sudah membaca buku-buku lain di luar buku sekolahnya. Sehingga, ketika menghadapi ujian anak ini tentunya 'santai-santai' saja sementara teman-temannya sibuk membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Belajar Bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mahasiswa/pelajar ketika mereka sibuk hanya belajar dan belajar dari buku, modul, membuat laporan, mengejar nilai tertinggi dalam kuliah. Ada beberapa teman yang biasa-biasa saja dalam pelajaran, atau ada juga yang bagus kuliahnya, namun selain itu mereka ini juga menyelingi kegiatan kuliahnya dengan belajar bisnis kecil-kecilan. Tentunya dengan tidak mengganggu kegiatan kuliah. Walaupun memang ada saja yang kuliahnya terganggu, karena sangat fokus di bisnisnya, tetapi tidak masalah karena dalam bisnis yang dikelola mereka sukses besar. Orang yang telah belajar berwirausaha akan lebih siap menghadapi kehidupan sebenarnya setelah lulus kuliah, dibandingkan yang hanya mengejar nilai semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pertandingan Olahraga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan, atlet yang berhasil meraih prestasi puncak tentunya telah mempersiapkan diri jauh sekali dari hari pertandingan itu dimulai. Bahkan mungkin ia telah memulainya beberapa saat setelah ia kalah dalam pertandingan di suatu musim. Misal di suatu musim olahraga yang dilaksanakan 4 tahun sekali, pada tahun tersebut ia tidak meraih prestasi puncak. Maka, di saat para atlet berhasil meraih prestasi dan berpesta dengan kesenangan dan kemenangan. Atau beberapa atlet lain yang kalah sedang kecewa dan sedih, ia sudah menginstrospeksi diri, mempersiapkan diri dan berlatih rutin untuk menghadapi 4 tahun berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, itu saja dulu. Eh, tapi satu hal lagi, mencuri start itu baik, tetapi akan lebih baik lagi jika sambil mengajak orang lain sama-sama mencuri start. Sehingga kesuksesan bersama yang akan diraih. Bukan kesuksesan indivisu semata. Teman-teman ada yang mau menambahkan contoh lainnya? Boleh, ditunggu pesannya di bawah ini ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://istanayoan.blogspot.com/2009/11/mencuri-start.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-4020332984837104383?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/4020332984837104383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/mencuri-start.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4020332984837104383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4020332984837104383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/mencuri-start.html' title='Mencuri Start'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BnL3I-atI/AAAAAAAAAKY/PHtS4evagBE/s72-c/ist2_4305259-ready-start-go.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-7602292044142905563</id><published>2010-01-15T04:58:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T04:58:49.702-08:00</updated><title type='text'>Melawan Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BmX3iFunI/AAAAAAAAAKU/7LHuBmEyED0/s1600-h/jurus-maut.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BmX3iFunI/AAAAAAAAAKU/7LHuBmEyED0/s1600/jurus-maut.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya yang harus ditakutkan dalam hidup ini adalah bukan apa yang kita takutkan, tetapi rasa takut itu sendiri. Rasa takut yang ada di dalam diri. Contohnya adalah seseorang yang pernah mengalami suatu peristiwa yang tidak menyenangkan di dalam hidupnya. Biasanya seseorang akan mengalami perasaan yang sama ketika terjadi suatu keadaan yang mirip dengan peristiwa buruk yang pernah ia alami sebelumnya. Padahal belum tentu sama dan belum tentu tidak menyenangkan, bisa jadi malah sebenarnya itu adalah sebuah kesempatan yang seharusnya jangan dilewatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh nyata adalah seseorang yang pernah mengalami kecelakaan, mungkin ada sebagian yang menyatakan tidak akan pernah membawa kendaraan bermotor lagi dalam hidupnya. Atau orang yang pernah jatuh dari tempat yang tinggi, setelah selamat bersumpah tidak akan berada di tempat-tempat yang tinggi lagi dalam hidupnya. Atau orang yang pernah disakiti oleh temannya, maka selamanya menganggap temannya adalah orang yang buruk dan tidak pernah akan memaafkannya. Jika ini yang terjadi, maka berarti pikiran telah dikalahkan oleh perasaan takut yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara pikiran dan perasaan harulah seimbang. Jika pikiran yang terlalu berlebihan, maka akan cenderung menjadi orang yang kaku dan tidak menyenangkan. Namun jika perasaan yang digunakan terlalu berlebihan, maka akan cenderung buta dan menutup mata terhadap kenyataan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita pernah mengalami sebuah peristiwa yang buruk di dalam hidup kita, lalu kita selamat dari peristiwa tsb, maka seharusnya kita berinstrospeksi dengan menggunakan akal sehat. Apa yang menyebabkan peristiwa tsb. terjadi, kesalahan-kesalahan apa yang pernah kita perbuat? Kemudian bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Setelah itu jika suatu keadaan yang sama terjadi kembali kita sudah siap dan yakin dan berani menghadapinya. Jika tiba-tiba perasaan takut itu kembali datang, sedangkan segala persiapan sudah matang, segala kesalahan dan kemungkinan kegagalan sudah diperhitungkan. Maka, katakan pada diri sendiri, pergilah kau rasa takut, aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk ini. Dan kau datang hanya untuk mengganggu aku, tidak ada alasan untuk kehadiranmu. Jika rasa takut tidak juga hilang, maka tetap lakukan saja apa yang sudah direncanakan. Abaikan rasa takut itu dan tunjukkan rasa berani. Kalaupun tindakan yang telah kita lakukan tidak menghilangkan rasa takut, maka sebenarnya kita sudah mengalahkannya dengan tindakan. Dan tindakan positip yang terus-menerus akan mengikis habis rasa takut tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://istanayoan.blogspot.com/2009/12/melawan-diri-sendiri.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-7602292044142905563?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/7602292044142905563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/melawan-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7602292044142905563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7602292044142905563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/melawan-diri-sendiri.html' title='Melawan Diri Sendiri'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BmX3iFunI/AAAAAAAAAKU/7LHuBmEyED0/s72-c/jurus-maut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-850872606369181300</id><published>2010-01-15T03:13:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T03:13:35.025-08:00</updated><title type='text'>Beberapa Ciri Rumah Tangga Islami</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BNxZYMwDI/AAAAAAAAAKM/EP67yE4J3-o/s1600-h/rti.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BNxZYMwDI/AAAAAAAAAKM/EP67yE4J3-o/s1600/rti.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rumah Tangga Islami merupakan dambaan bagi setiap insan yang menginginkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Sayangnya, banyak orang yang ingin mendapatkan hasil tanpa mau membayar harganya. Membangun rumah tangga islami memerlukan kerja keras dari seluruh anggota keluarga, yang dikomandani oleh suami dan isteri sebagai pemimpin di dalam rumah tangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dalam rumah tangga Islami adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga yang di dalamnya ditegakkan adab-adab Islam, baik menyangkut individu maupun keseluruhan anggota rumah tangga. Rumah tangga Islami adalah rumah tangga yang didirikan atas landasan ibadah. Mereka bertemu dan berkumpul karena Allah, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling menyuruh kepada kebaikan dan mencegah keburukan karena cinta mereka kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ideal ini sepintas sulit untuk diwujudkan, tetapi insya Allah seiring dengan berjalannya proses belajar bagi suami, isteri dan seluruh anggota keluarga, rumah tangga seperti ini akan bisa terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa ciri rumah tangga Islami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. RT didirikan dengan berlandaskan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dimulai dari sebelum pernikahan berlangsung, bahkan sejak kedua belah pihak memilih pasangan. Proses yang berlangsung mulai dari memilih pasangan, meminang sampai dengan pernikahan sebaiknya tidak dikotori oleh maksiat kepada Allah. Hal ini sangan berpengaruh dalam membangun rumah tangga yang diliputi dalam suasana ibadah. Dengan berpijak pada ibadah, insya Allah permasalahan apapun akan mudah diselesaikan, karena keduanya tunduk pada aturan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nilai-nilai islam dapat terinternalisasi secara menyeluruh kepada setiap anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran ayah dan ibu sangat penting untuk menurunkan nilai-ilai islam ini kepaa anak-anak. Oleh karena itu, selain ayah dan ibu harus terus menerus belajar menyerap nilai-nilai islam ini ke dalam sikap dan tingkah lakunya, menjadi kewajiban mereka juga untuk mengajarkan hal ini kepada seluruh anggota keluarga yang lainnya. Termasuk khodimat/asisten rumah tangga. Ayah yang menjadi direktur yang menerapkan kebijakan-kabijakan islami dalam rumah tangga, ibu sebagai manajer yang mencari cara agar kebijakan tersebut bisa diterapkan di rumahtangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hadirnya Qudwah/teladan yang nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini perlu dilakukan oleh pemimpin dalam rumah tangga. Terutama penting bagi anak-anak. Mereka perlu contoh yang nyata dalam menerapkan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Inilah kewajiban orang tua yang akan dimintakan pertanggungjawabannya di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Terbiasa saling tolong menolong dalam menegakkan adab-adab Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anggota keluarga memiliki kewajiban untuk membiasakan diri saling tolong menolong dalam hal ini. Misalnya memberi nasihat dengan cara yang baik kepada anggota keluarga yang melakukan kesalahan. Mengingatkan untuk sholat atau berdoa sebelum memulai suatu pekerjaan. Juga adab mengucapkan terima kasih / jazaakallah khoiran atas pertolongan setiap anggota baik kepada yang masih kecil maupun yag sudah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rumah terkondisi bagi terlaksananya peraturan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal disain rumah, perlu diperhatikan aturan-aturan khusus yang dapat menjamin terlaksananya adab-adab pergaulan dalam Islam. Misalnya kamar ayah-ibu yang terpisah dengan anak-anak, kamar anak laki-laki yang terpisah dengan kamar anak perempuan.Hal ini untuk menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam perilaku sang anak. Juga untuk mengajarkan adab-adab pergaulan dengan setiap anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tercukupinya kebutuhan materi secara wajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menjadi tanggung jawab sang ayah untuk mencukupi kebutuhan materi untuk membangun keluarga Islami. Bukan hanya sandang, pangan dan papan, tetapi juga sarana pendidikan islami, seperti perpustakaan keluarga, juga bisa tercukupi. Kalau mau yang ideal, termasuk di dalamnya terpenuhinya kebutuhan pendidikan sekolah yang bagus dan bermutu bagi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Rumah tangga dihindarkan dari hal-hal yang tidak sesuai dengan semangat islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya benda-benda klenik yang dapat merusak aqidah setiap anggota keluarga. Tontonan atau bacaan hiburan yang dapat merusak aqidah dan akhlak anak-anak. Hal ini perlu menjadi perhatian orang tua yang ingin mewujudkan rumah tangga islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Anggota keluarga terlibat aktif dalam pembinaan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan memiliki pengaruh yang besar bagi seluruh anggota keluarga. Bila ayah atau ibu tidak berperan aktif membina masyarakat, dan membiarkan masyarakat melakukan perbutan yang tidak sesuai dengan Islam, kemungkinan besar angota keluarga terlarut dalam kondisi masyarakat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Rumah Tangga dijaga dari pengaruh yang buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hidup ditengah masyarakat yang sangat rusak, dan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap aqidah dan perilaku anak, sementara upaya perbaikan sudah tidak dapat dilakukan, maka “pindah” menjadi suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh keluarga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Masing-masing anggota keluarga harus diposisikan sesuai syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri menghormati suami sebagai pemimpin dan mengambil keputusan. Suami menyayangi dan menghargai siteri dengan cara mengajaknya bermusyawarah atas segala keputusan. Sang adik diajarkan untuk menghormati kakak, sang kakak diajarkan untuk menyayangi adik. Semuanya harus sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Islam.Bila ada khodimat, anak-anak diajarkan untuk mengormati khodimat dan menghargai jasanya dalam membantu mengurus rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://kajian-muslimah.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-850872606369181300?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/850872606369181300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/beberapa-ciri-rumah-tangga-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/850872606369181300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/850872606369181300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/beberapa-ciri-rumah-tangga-islami.html' title='Beberapa Ciri Rumah Tangga Islami'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BNxZYMwDI/AAAAAAAAAKM/EP67yE4J3-o/s72-c/rti.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-4835534172535031434</id><published>2010-01-15T03:04:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T03:04:58.721-08:00</updated><title type='text'>Apa Yang Membuat Seorang Istri Menarik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BLo0vFqsI/AAAAAAAAAKI/rG6i-c-W0hs/s1600-h/ehm.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BLo0vFqsI/AAAAAAAAAKI/rG6i-c-W0hs/s1600/ehm.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat seorang istri menarik, hingga suami makin menyenangi dan mengaguminya? Karena interaksi dengan istri sudah menjadi keseharian dan hal rutin, seringkali seorang suami sulit menjawab pertanyaan itu. From a distance, mungkin sifat dan sikap menarik dan menyenangkan dari istri bisa diurai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya pilih kata menarik instead of cantik? Cantik fisik itu relatif. Parameter-parameter pembangun kecantikan itu masih debatable. Terlebih lagi cantik fisik itu adalah daya tarik instant. Ia bisa menjadi daya tarik melenakan pada pandangan pertama dan pada interval waktu awal, tapi belum tentu pesona yang sama bisa dirasakan melalui interaksi pada jangka waktu yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik itu terbangun dari keutuhan kepribadian. Berbagai dimensi kecerdasan berpadu membangun kemenarikan (attractiveness), mulai dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional hingga kecerdasan spiritual dan kecerdasan religius. Maka kemenarikan seorang istri paling tidak tercermin dan menampak pada delapan pasangan karakter kunci di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ramah dan murah senyum&lt;br /&gt;Keramahan dan murah senyum itu menjadi daya tarik universal. Ia menjadi salah satu kunci sukses seseorang, sebab dengannya ia mudah diterima orang lain. Dan ini menjadi faktor penting dalam berbagai kerja sosial dan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan senyum adalah pancaran suasana hati. Murah senyum dan ramah itu bukan tampilan sesaat. Ia adalah cerminan kepribadian. Dengan senyuman istri, seorang suami mendapatkan ketentraman dan kehangatan jiwa. Setiap kali ia mendapatkan senyuman sang istri, terbitlah suasana "kemarilah, di sini aku selalu ada untukmu" menghiasi relung jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Optimis dan ceria&lt;br /&gt;Masalah itu untuk dipecahkan dan jangan membuat kita berdiam diri. Percayalah, kalau kita bergerak dan berusaha, kita akan menemukan jalan keluar. Kalimat-kalimat barusan itu normatif. Tapi ketika ucapan-ucapan itu keluar dari seorang istri dan ketika hal itu diucapkan dengan penuh rasa optimis dan dibarengi keceriaan, yakinlah seorang suami bahwa ia memperoleh anugerah terindah dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang optimis itu tak akan berdiam diri dalam himpitan masalah. Ia akan mengurai masalah. Ia akan kerjakan apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, tanpa menunda-nunda. Dan justru karena sikap melekat seperti ini, ia tak pernah mendapatkan dirinya menunggu himpitan segunung masalah. Setiap ada permasalahan hidup, ia cepat menyelesaikannya. Karena geraknya ini, setiap kali menyelesaikan satu pekerjaan, sekecil apapun, ia mendapatkan kesenangan jiwa. Dan karenanya sikap ceria selalu bisa dipelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyabar dan teguh hati &lt;br /&gt;Bangunan rumah tangga itu ibarat bahtera yang berlayar mengarungi samudra. Adakalanya cuaca buruk melanda lautan. Angin dan ombak kencang menerpa. Pada saat itu terujilah sifat sabar dan teguh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami akan sangat bersyukur dengan kesabaran dan keteguhan hati istrinya ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup. Hari-hari ketika persediaan uang bahkan tak mencukupi untuk hidup sehari, ketika mesti bekerja keras karena memang tak ada dana untuk menggaji seorang pembantu, ketika mesti berjalan cukup jauh mengantar anak bersekolah dengan mendorong baby-car adiknya pula. Atau ketika hadir suara-suara,"Bagaimana mungkin kamu bersabar dengan kondisi begini? Sekali-kali berontak donk sama suami ...." Ketika itu kesabaran dan keteguhan seorang istri dalam menjalani episode kehidupan diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu keteguhan hati itu lahir dari saling pengertian dan keyakinan, bahwa suami tak berdiam diri dengan kondisi yang ada. Tapi landasan utama keteguhan ini adalah pada keyakinan, bahwa Allah tak meninggalkan hambaNya. Dia akan menolong saat upaya kita sudah sampai pada batasnya; Saat kita berserah diri di ujung segala harapan dan hanya menggantungkan diri padaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penyayang dan pemaaf&lt;br /&gt;Manusia tak ada yang terbebas dan kekhilafan dan kekeliruan. Begitu juga seorang suami terhadap istrinya. Bahkan di hadapan istrinya, hampir semua ketidaksempurnaan yang dapat ia tutupi di luar rumah, akan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat penyayang dan pemaaf amat diperlukan seorang suami, dihadapkan pada segala kelemahan dirinya. Pengertian istri sungguh menjadi sesuatu yang amat dihajatkan. Dengan ini seorang suami terhindar dari keputusasaan dan blaming himself too far, menyalahkan diri sendiri terlalu jauh. Dengan ini seorang suami tetap bisa terjaga harga diri dan sikap optimisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyayang dan pemaaf juga nampak pada keseharian istri dalam mendidik anak-anak. Suami akan senang melihat anak-anak tumbuh dalam suasana kasih sayang. Pemaafan atas kesalahan anak-anak bukan untuk mentolerir kesalahan itu, tapi untuk memberikan kesempatan kepada mereka belajar dari kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyayang juga menjadi karakter yang muncul saat istri berinterkasi dengan orang tua dan kerabat suaminya. Pernikahan itu menyatukan dua bani. Dan ketika suami mendapatkan istrinya menerima dan diterima dengan baik dan bahkan menjadi kesayangan orang tua dan karib kerabatnya, sungguh ia merasakan rasa senang tiada tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Empatif dan ringan tangan&lt;br /&gt;Bekerja sama dan saling menolong dalam kehidupan rumah tangga menjadi tuntutan mendasar. Adapun sifat empatif dan ringan tangan dalam menolong di sini lebih ditekankan pada karakter seorang istri bagi masyarakat di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah rumah tangga menjadi bagian dari satu masyarakat. Keharmonisan satu keluarga dalam menempatkan diri di tengah masyarakat menjadi satu kepuasan batin dan kebahagiaan tersendiri. Ketika seorang istri menunjukkan sikap empatif dan banyak memberikan pertolongan kepada orang-orang di sekeliling rumah, seorang suami akan mendapatkan pesona sosial pada istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, seorang istri yang memberikan perhatian terhadap masyarakat sekelilingnya justru akan semakin bersikap dewasa dalam mengatasi permasalahan rumah tangganya. Ini menjadikan suasana komunikasi dengan suaminya di rumah lebih seimbang dan menentramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Aktif dan produktif&lt;br /&gt;Pesona sosial pada seorang istri lebih dirasakan suaminya, ketika ia memberikan kontribusi lebih sistematis kepada masyarakatnya. Tidak menjadi masalah pada bidang apa kontribusi ini dicurahkan, pada pendidikan, kesehatan, perekonomian, kesejahteraan, atau beberapa sektor industri. Yang pasti keaktifan dan produktifitas seorang istri bagi masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produktifitas ini tentu saja tidak mesti identik pada jauh meninggalkan urusan rumah tangga. Saya sendiri melihat, basis dari segala aktifitas sosial seorang istri itu adalah bagaimana ia menjadi aktifis yang memiliki visi terbangunnya keluarga-keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan visi di atas dibutuhkan dukungan segenap instrument sosial-kemasyarakatan dan kenegaraan, mulai dari peraturan perundangan yang digodok di lembaga legislatif, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan lembaga pendidikan dan riset, konsep dan kebijakan yang dibuat eksekutif, aktifitas pemberdayaan masyarakat yang dipelopori LSM-LSM (NGOs) dan gerakan sosial lainnya hingga wujud materi peradaban seperti sekolah-sekolah, klinik hingga rumah sakit, industri farmasi penopang kesehatan, industri pemasok makanan bergizi, industri telekomunikasi yang memfasilitasi dan menyajikan informasi yang baik dan mencerdaskan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya terbuka seribu satu medan bagi para istri untuk berkiprah, mulai dari ruang lingkup rukun tangga (RT), rukun warga (RW) hingga lingkup negara dan bahkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Cerdas dan kreatif&lt;br /&gt;Kepribadian seorang manusia itu terus berkembang dan tumbuh menuju kematangan tatkala proses belajar terus menyertainya. Dari waktu ke waktu istri pembelajar akan selalu menghadirkan kemenarikan yang baru. Satu hari tiba-tiba dia memasak kue bolu amat lezat, yang belum pernah disajikan kepada keluarganya. Di kesempatan lain dia mengisahkan baru lulus kursus Qiraati -satu metoda belajar membaca al-Quran-, karena memang dibutuhkan untuk menyertai perkembangan salah satu sisi pendidikan anak-anak. Atau ketika dia mengikuti kegiatan senam kebugaran dengan tekun, yang memang membuat tubuhnya bugar dan menambah vitalitas hubungan dengan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan itu bergabung dengan kreatifitas dan berjalan seiring. Kreatifitas dalam mengelola rumah tangga menjadi pesona tiada batas bagi pasangan suami-istri. Dengan daya kreatif ini, segala masalah bisa dihadapi secara cerdas dan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tekun dan ikhlas beribadah&lt;br /&gt;Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri adalah pada ketekunannya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi. Pada karakter ini seorang istri adalah individu yang independent dari siapapun, termasuk dari suaminya. Ia akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya, termasuk di hadapan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya buat para suami, saya rasa cukup relevan menghantarkan bait-bait di bawah dalam konteks kasih sayang suami-istri. Tentu cinta yang kita bangun adalah karenaNya semata ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To really love a woman,&lt;br /&gt;To understand her,&lt;br /&gt;You've got to know her deep inside ...&lt;br /&gt;Hear every thought,&lt;br /&gt;See every dream,&lt;br /&gt;And give her wings when she wants to fly.&lt;br /&gt;Then when you find yourself lying helpless in her arms ...&lt;br /&gt;You know you really love a woman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have You Ever Really Loved a Woman by Bryan Adams&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://adijm.multiply.com/journal/item/147&lt;br /&gt;http://kajian-muslimah.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-4835534172535031434?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/4835534172535031434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/apa-yang-membuat-seorang-istri-menarik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4835534172535031434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4835534172535031434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/apa-yang-membuat-seorang-istri-menarik.html' title='Apa Yang Membuat Seorang Istri Menarik'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BLo0vFqsI/AAAAAAAAAKI/rG6i-c-W0hs/s72-c/ehm.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-171821007892258133</id><published>2010-01-15T02:56:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T02:56:54.419-08:00</updated><title type='text'>Hal yang disukai istri dari suaminya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BJwZqvCkI/AAAAAAAAAKE/NXosbU4upxk/s1600-h/default.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BJwZqvCkI/AAAAAAAAAKE/NXosbU4upxk/s1600/default.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita ingin tahu juga, apa yang membuat istri kita senang dalam kehidupan berumah-tangga. Berikut ini adalah satu versi rangkaian sikap dan sifat yang disukai seorang istri dari suaminya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penuh Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri senang diperhatikan dan didengarkan. Ia senang suaminya memahami dan mengerti dirinya. Dalam suka dan dukanya. Dalam ceria dan sedihnya. Ia senang suami mengetahui perasaannya. Ia misalnya senang diberitahu pakaiannya yang mana yang paling disukai suaminya. Atau masakannya yang mana yang paling lezat bagi suaminya. Karenanya obrolan-obrolan ringan dan lembut amat dinanti-nanti seorang istri. Setiap kata yang keluar dari lidah dan bibirnya adalah pesan cinta yang ingin ia sampaikan. Dan ia ingin tahu bagaimana suaminya menanggapi pesan cintanya itu.Tangisan seorang istri itu memiliki sekian banyak makna, bisa karena sedih, bisa karena marah, bisa karena terharu dan bahagia. Ia senang jika suaminya bersabar untuk mengenal setiap jenis air mata yang metetes dari matanya.Pengertian ini menjadi inti dan landasan segala sikap menyenangkan yang mungkin dilakukan seorang suami terhadap istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setia&lt;br /&gt;Kesetiaan adalah syarat utama cinta sejati. Seorang istri ingin cinta suami itu hanya untuknya. Karenanya kecemburuan adalah bagian dari cinta. Sapaan sayang di tengah kesibukan, walaupun hanya satu dua menit kata-kata yang disampaikan lewat telepon, walaupun hanya satu dua kalimat SMS, akan menjadi pengokoh kepercayaan. Hadiah yang diberikan: martabak kesukaannya, seikat bunga, atau sebuah jam tangan yang manis akan menguatkan cinta. Dan mengingat hari ulang tahun serta hari pernikahan akan menjadi bukti kesetiaan suami yang disukai seorang istri.Tapi seorang istri yang baik akan mengatakan, "Jangan karena takut kepadaku, kakanda bersikap setia. Karena Allah Maha Melihat. Itu yang mesti menjadi landasan kesetiaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sabar dan Pemaaf&lt;br /&gt;Seorang istri akan amat bersyukur jika suaminya mau menerima dirinya apa adanya. Suaminya mampu memaafkan dan bersabar atas kekurangan yang ada pada dirinya. Ia butuh waktu untuk membina dirinya. Ia bahkan butuh waktu untuk memahami dirinya sendiri, ketika satu ketika ia tidak menjadi dirinya sendiri.Seorang istri perlu mendapatkan nasihat, akan tetapi itu dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini seperti pesan Ilahi: "Kemudian keadaan orang beriman itu adalah saling menasihati dalam kesabaran dan dalam kasih sayang." (QS. al-Balad); "Dan jika kalian memaafkan, tidak memarahi, dan mengampuni mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS. at-Taghabun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Teguh Hati dan Bersemangat&lt;br /&gt;Seorang istri senang melihat suaminya senantiasa berteguh hati dan bersemangat dalam menyelesaikan berbagai tugas dan amanah. Ia senang suaminya dapat senantiasa prima menunaikan tugas-tugas di luar rumah dan sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan di rumah. Karenanya seorang istri senang melihat suaminya akrab bercengkrama, bermain dengan anak-anaknya. Dan saat suami sesekali memasak untuk keluarga, ada sentuhan hangat menyentuh relung jiwa seorang istri.Bagaimana jika suaminya berada dalam kondisi bete atau kehilangan semangat? Seorang istri akan menerima keadaan ini asalkan ia melihat suaminya berusaha keras untuk melepaskan diri dari keadaan lemah ini. Ia bahkan akan memberikan bantuan dan doa terbaik bagi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Romantis&lt;br /&gt;Seorang istri senang jika suaminya mampu memperlihatkan dan mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Ia senang mendapati suaminya membangun suasana kondusif kasih sayang di rumah. Ia senang jika suaminya romantis.Diantara ungkapan cinta suami-istri adalah dalam hubungan intim. Seorang istri senang jika suaminya memberikan kesenangan dan kepuasan pada salah satu kebutuhan cinta ini. Ia akan terbuka menyampaikan apa yang ia sukai, ketika suaminya mampu membuka percakapan dalam masalah ini secara tepat dan penuh kelembutan (tenderly).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rapi dan Wangi&lt;br /&gt;Seorang istri suka suaminya rapi. Rapi menata rambut dan rapi berpakaian, bahkan dalam suasana santai. Kerapian yang disukai adalah kerapian yang alami dan melekat dalam kehidupan suami.Sikap suami yang kooperatif dalam menjaga kerapian rumah juga disukai seorang istri. Karenanya ketika seorang suami berinisiatif menyapu ruang tengah, membersihkan kompor di dapur, atau membersihkan kamar tidur dengan membongkar tempat tidur secara rutin ... pada semuanya ada apresiasi dari seorang istri.Rapi, bersih dan wangi pada seorang suami membuat istrinya senang. Seorang suami bisa meminta istrinya memilihkan minyak wangi baginya. Ia akan terbantu menyempurnakan penampilan bagi istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ceria dan Ramah&lt;br /&gt;Senyum ceria dan keramahan amat dihajatkan seorang istri. Senyum dan keramahan itu laksana angin sejuk di tengah berbagai kelelahan dirinya. Berbagai kesibukan membuat jiwanya lelah. Interaksi dengan anak-anak di rumah itu bukan pekerjaan ringan. Segenap potensi kejiwaan dan pikiran mesti ia curahkan. Kelelahan fisik pun tidak ringan. Perhatikanlah, ia mesti terus memperhatikan anaknya yang terus bergerak kesana kemari, bereksplorasi ketika mulai bisa merangkak. Dan saat si anak lelah tertidur, ia mesti bersiap-siap memasak dan merapikan rumah bagi suaminya yang sebentar lagi pulang ...Senyum dan sapaan sayang suami akan menjadi hiburan jiwa bagi sang istri. Sikap humoris juga amat membantu seorang istri untuk selalu menjaga suasana riang hatinya. Ini semua akan membantunya untuk terus bersabar dan ikhlas dalam menunaikan tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menjadi Pemimpin yang Melindungi&lt;br /&gt;Istri membutuhkan perlindungan yang membuatnya senantiasa merasa tentram. Karenanya ia menyukai sifat kepemimpinan pada suaminya. Kepemimpinan yang ia harapkan adalah yang senantiasa menentramkan jiwanya, mengokohkan ruhaninya, memberikan pencerahan demi pencerahan pada akalnya dan membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan yang ia sukai adalah yang memadukan ketegasan dan kelembutan. Yang menebarkan cinta, bukan membuat takut. Yang mengedepankan kemauan baik, bukan senantiasa menggunakan otoritas (misalnya dengan selalu menggunakan kalimat "suami kan pemimpin rumah tangga, jadi mesti taat donk"). Yang betul-betul menjadi pemimpin, bukan menjadi boss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://kajian-muslimah.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-171821007892258133?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/171821007892258133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/hal-yang-disukai-istri-dari-suaminya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/171821007892258133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/171821007892258133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/hal-yang-disukai-istri-dari-suaminya.html' title='Hal yang disukai istri dari suaminya'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S1BJwZqvCkI/AAAAAAAAAKE/NXosbU4upxk/s72-c/default.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-4680265152553974230</id><published>2010-01-13T07:16:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T07:16:32.910-08:00</updated><title type='text'>Rahasia Kecerdasan Yahudi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S03jssy6b4I/AAAAAAAAAKA/Pulxw8mzWnU/s1600-h/yahud.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S03jssy6b4I/AAAAAAAAAKA/Pulxw8mzWnU/s1600/yahud.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"&lt;br /&gt;Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?&lt;br /&gt;Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.&lt;br /&gt;Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.&lt;br /&gt;Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.&lt;br /&gt;Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"&lt;br /&gt;Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."&lt;br /&gt;Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.&lt;br /&gt;Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.&lt;br /&gt;Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.&lt;br /&gt;Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.&lt;br /&gt;Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"&lt;br /&gt;ungkapnya.&lt;br /&gt;Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.&lt;br /&gt;Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.&lt;br /&gt;Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.&lt;br /&gt;Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.&lt;br /&gt;Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.&lt;br /&gt;Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).&lt;br /&gt;Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.&lt;br /&gt;Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.&lt;br /&gt;Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.&lt;br /&gt;Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.&lt;br /&gt;Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.&lt;br /&gt;Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.&lt;br /&gt;Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.&lt;br /&gt;Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.&lt;br /&gt;Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.&lt;br /&gt;Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.&lt;br /&gt;Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!&lt;br /&gt;Anda terperanjat?&lt;br /&gt;Itulah kenyataannya.&lt;br /&gt;Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?&lt;br /&gt;Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.&lt;br /&gt;Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.&lt;br /&gt;Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.&lt;br /&gt;Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.&lt;br /&gt;Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.&lt;br /&gt;Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.&lt;br /&gt;Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.&lt;br /&gt;Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.&lt;br /&gt;"Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.&lt;br /&gt;Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!&lt;br /&gt;"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"&lt;br /&gt;Written by : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indah novianti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.pencerahanhati.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=2401&amp;amp;catid=902&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-4680265152553974230?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/4680265152553974230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/rahasia-kecerdasan-yahudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4680265152553974230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4680265152553974230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/rahasia-kecerdasan-yahudi.html' title='Rahasia Kecerdasan Yahudi'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S03jssy6b4I/AAAAAAAAAKA/Pulxw8mzWnU/s72-c/yahud.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-4769625758437702809</id><published>2010-01-10T00:47:00.001-08:00</published><updated>2010-01-10T00:47:58.881-08:00</updated><title type='text'>KEBIASAAN TIDUR PAGI TERNYATA BERBAHAYA!!!!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S0mUCKilCdI/AAAAAAAAAJk/m7Ow5BqiMLc/s1600-h/tdr.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S0mUCKilCdI/AAAAAAAAAJk/m7Ow5BqiMLc/s1600/tdr.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasan. Saudaraku, ingatlah bahwa orang-orang sholih terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur yaitu bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] tidur ketika sangat butuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-. Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAYA TIDUR PAGI [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Pertama] Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kedua] Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Ketiga] Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keempat] Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, "Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya." (Miftah Daris Sa'adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kelima] Menghambat datangnya rizki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata, "Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat." (Zaadul Ma’ad, 4/378)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Keenam] Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Co-Pas dari  AL Ikhwah NeT&lt;br /&gt;Written by :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamilton Sikumbang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-4769625758437702809?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/4769625758437702809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/kebiasaan-tidur-pagi-ternyata-berbahaya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4769625758437702809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/4769625758437702809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/kebiasaan-tidur-pagi-ternyata-berbahaya.html' title='KEBIASAAN TIDUR PAGI TERNYATA BERBAHAYA!!!!'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S0mUCKilCdI/AAAAAAAAAJk/m7Ow5BqiMLc/s72-c/tdr.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-7139267374584681416</id><published>2010-01-10T00:47:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T00:47:06.233-08:00</updated><title type='text'>ketika Muslimah bicara Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S0mT44etIBI/AAAAAAAAAJg/wNuHyHjAFGQ/s1600-h/ms.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S0mT44etIBI/AAAAAAAAAJg/wNuHyHjAFGQ/s1600/ms.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Artikel yang menurut saya lumayan bagus. Meski temanya klasik tapi menarik untuk dibaca karena dari sudut pandang akhwat dan bisa jadi renungan kita. Yah.. selama ini kan akhwat cenderung diam kalo udah masuk ke wilayah cinta. Di saat makin banyaknya aktivis-aktivis dakwah yang sudah kebablasan dalam hal cinta. Menjajakan cinta atas nama dakwah. (afwan Sebenarnya rada sarkas juga sih pemilihan katanya, tapi mesti gimana lagi penggambarannya? susah klo mo pake istilah laen, lagian kita sering nggak ngeh kalo penyebutannya terlalu biasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya kebanyakan (saya nggak bilang semua lho…,) aktivis dakwah sering TP TP sama lawan jenisnya. Itu bisa dilihat ketika dia sering TP TP lewat fasihnya kata-kata, luasnya ilmu, lewat indahnya untaian nasihat, lewat merdunya suara, dkk. Yang jelas motivasinya secara tidak disadari melenceng jadinya, sayang banget khan? Mungkin dan sangat bisa jadi kita pengumbar nafsu. Wah gimana donk?! Maunya show amal dengan fatwa-fatwa agama ke orang lain, eh gak taunya nyari muka, aduuuh sayang banget yak?! Maunya sih kasih comment di FS dengan taushiyah,nggak taunya??? Biar dianggep paling mantep ruhiyahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hohoho… ini kenyataan lho.. saya sering iseng2 chek comment2 FS “aktivis dakwah”.. yaahh.. lihat aja dari fotonya.. biasanya siy yang ikhwan kalo nggak tampang sholehnya yang dipajang yaa.. gambar mujahid Palestine, atau orang pake sorban (kafiyeh) dengan muka sebagian ditutup. Liat dari gambarnya siy waah.. subhanallah… Militan negh kayaknya! profilenya juga.. mulai dari puisi tentang dakwah, aktiivitasnya dakwahnya yang segambreng, sampe kata-kata mutiara yang bisa bangkitin ghiroh! Tapi pas liat commentnya… hihi… rata2 yang ngisi akhwat.. dengan kata-kata romantis pula..Beberapa contohnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“syukron akhi atas tausyiahnya. . jangan bosen-bosen ingetin ana yah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(hihi.. nggak ada akhwat yang ingetin anti ya ukh…?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salam.. Lama nggak silaturahim, .. gimana kabarnya? Sekarang kegiatannya apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(penting gitu? Siapa eloe?!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Add ana aja akh.. biar nambah ukhuwah… ini alamatnya……, atau kalo mau chating ini alamat YM ana…” (hadooohh… MR-nya nggak marah tuh ukh?!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.. masih banyak lagi dah yang laennya.. di FS akhwat juga nggak jauh beda.. biasanya dengan foto kartun bergambar akhwat, kemudian ngeliat profilenya yang lebih mirip biodata untuk taaruf, sampe puisi-puisi cinta.. (haddooohh…) comment2nya pun nggak kalah vulgar dengan yang di atas… cuma bedanya yang ngirimin ya ikhwan… hohoho…. pernah saya iseng sekali2 comment ke akhwat tsb.. “hihihi… gile bener…!!! ikhwan semua tuh yang comment ukh! Mesra-mesra pula lagi! Kenapa nggak sekalian aja ajak taaruf… terus temen2 akhwatnya mana tuh ukh… lagi marahan yah? Sebenernya siapa yang salah ya? Hohoho…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah… begitu halusnya… hingga kita tak menyadarinya. Jangan-jangan saya dan kita mungkin sudah terjebak dalam permainan setan ini?! lambat laun karena tidak sadar, akhirnya kita telah jadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud menuduh siapapun, tulisan ini tentunya tidak harus membuat kita berhenti terpaku tuk meneruskan berbuat kebaikan, saling menasehati, bertausyiah, berfastabiqul khoirot. Karena berhenti dan sesuatu harus bersandar pada Allah SWT. Namun sangatlah bijak, jika kita mau berhenti sejenak menengok ke dalam relung hati kita yang paling dalam, sudah luruskah niat kita? adakah benih karat yang mencoba menggerogoti? Kenapa tausyiah kita hanya kepada lawan jenis? Padahal masih banyak saudara2 kita sesama jenis yang butuh nasihat kita. Niat &amp;amp; keikhlasan seutuhnya adalah urusan makhluk dengan sang Kholik langsung, manusia lain manapun tidak mampu menilainya. Jika belum lurus, mari kita sama-sama luruskan. Jika merasa berat meluruskannya, mari sama-sama berdo’a semoga Allah memberikan kekuatan lebih dan senantiasa menjauhkan kita dari keterpedayaan. Selamat membaca artikel singkat di bawah ini.&lt;br /&gt;disadur dari (http://auliyaa.blogdetik.com/2009/01/23/ketika-ikhwah-jatuh-cinta-akhwat-berbicara/)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1487628252315545917-7139267374584681416?l=ainulwafa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ainulwafa.blogspot.com/feeds/7139267374584681416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/ketika-muslimah-bicara-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7139267374584681416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1487628252315545917/posts/default/7139267374584681416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ainulwafa.blogspot.com/2010/01/ketika-muslimah-bicara-cinta.html' title='ketika Muslimah bicara Cinta'/><author><name>Ainul Wafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06889096717047454079</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/SkSXv09yXiI/AAAAAAAAAAM/ryT1Ulr37NU/S220/wafaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S0mT44etIBI/AAAAAAAAAJg/wNuHyHjAFGQ/s72-c/ms.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1487628252315545917.post-5928598625787729146</id><published>2010-01-08T17:04:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T17:04:03.423-08:00</updated><title type='text'>Tanda Nomor Kendaraan Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S0fV7r-QX3I/AAAAAAAAAJc/-BM1lsiYuCU/s1600-h/nmr.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_UiPFQwV_B3E/S0fV7r-QX3I/AAAAAAAAAJc/-BM1lsiYuCU/s1600/nmr.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di Jawa, merupakan warisan sejak zaman Hindia Belanda, yang menggunakan kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah karesidenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi teknis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Nomor Kendaraan Bermotor berbentuk plat aluminium dengan cetakan tulisan dua baris.&lt;br /&gt;Baris pertama menunjukkan: kode wilayah (huruf), nomor polisi (angka), dan kode/seri akhir wilayah (huruf)&lt;br /&gt;Baris kedua menunjukkan bulan dan tahun masa berlaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan baku TNKB adalah aluminium dengan ketebalan 1 mm. Ukuran TNKB untuk kendaraan bermotor roda 2 dan roda 3 adalah 250x105 mm, sedangkan untuk kendaraan bermotor roda 4 atau lebih adalah 395x135 mm. Terdapat cetakan garis lurus pembatas lebar 5 mm diantara ruang nomor polisi dengan ruang angka masa berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sudut kanan atas dan sudut kiri bawah terdapat tanda khusus (security mark) cetakanlambang Polisi Lalu Lintas; sedangkan pada sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri ada tanda khusus cetakan "DITLANTAS POLRI" (Direktorat Lalu Lintas Kepolisian RI) yang merupakan hak paten pembuatan TNKB oleh Polri dan TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ditetapkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Kendaraan bermotor bukan umum dan kendaraan bermotor sewa: Warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih&lt;br /&gt;Kendaraan bermotor umum: Warna dasar kuning dengan tulisan berwarna hitam&lt;br /&gt;Kendaraan bermotor milik Pemerintah: Warna dasar merah dengan tulisan berwarna putih&lt;br /&gt;Kendaraan bermotor Corps Diplomatik Negara Asing: Warna dasar Putih dengan tulisan berwarna hitam&lt;br /&gt;Kendaraan bermotor Staff Operasional Corps Diplomatik Negara Asing: Warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih dan terdiri dari lima angka dan kode angka negara dicetak lebih kecil dengan format sub-bagian&lt;br /&gt;Kendaraan bermotor untuk transportasi dealer (pengiriman dari perakitan ke dealer, atau dealer ke dealer): Warna dasar Putih dengan tulisan berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor polisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor polisi diberikan sesuai dengan urutan pendaftaran kendaraan bermotor. Nomor urut tersebut terdiri dari 1-4 angka, dan ditempatkan setelah Kode Wilayah Pendaftaran. Nomor urut pendaftaran 
